Cara Melakukan Smash Dalam Permainan Bola Voli

Cara Melakukan Smash Bola Voli – Teknik dasar yang paling dominan digunakan untuk meraih pundi- pundi point pada saat permainan bola voli dilakukan adalah teknik dasar smash. Teknik ini berfungsi sebagai teknik serangan untuk lawan, walaupun sebenarnya dalam permainan bola voli modern yang berkembang pada saat ini bentuk serangan untuk mendapatkan pundi point dapat juga dilakukan dengan service, namun bentuk serangan yang apling dominan digunakan dalam permainan bola voli adalah smash yang mempunyai ciri- ciri menukik, tajam, dan cepat. Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan smash dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.

Pengertian Smash

Teknik smash Menurut Iwan Kristianto (200 “Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan.” Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli. Sedangkan Menurut Muhajir (200 “Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Menurut pendapat M. Mariyanto (2006 ) “Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah.”

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang bertujuan mematikan permainan lawan sehingga dapat menghasilkan point.

Jenis-Jenis Smash

Ada beberapa jensi smash diantaranya adalah:

1. Quick Smash

Menurut Sugiono (199 teknik quick smash digunakan untuk mengembangkan permainan cepat dalam melakukan variasi-variasi serangan ke daerah lawan. Roesdiyanto (199 mengungkapkan teknik quick smash digunakan untuk bermain cepat dan untuk variasi-variasi

serangan. Bila regu telah menguasai teknik quick smash ini dapat menerapkan di dalam pertandingan seni gerak dan mutu permainan kelihatan lebih enak untuk dilihat. Apabila teknik quick smash telah dikuasai oleh suatu regu dan diterapkan dalam suatu pertandingan, maka gerakan gerakan yang dilakukan dalam permainan lebih variatif dan menarik serta permainan bisa dikategorikan permainan tingkat tinggi.

Teknik smash pull digunakan untuk mengembangkan permainan cepat dalam melakukan variasi-variasi serangan ke daerah lawan. Apabila teknik smash pull telah dikuasai oleh suatu regu, dan diterapkan dalam suatu pertandingan, maka gerakan-gerakan yang dilakukan dalam suatu permainan kelihatan lebih menarik dan variatif. Dengan menggabungkan pola serangan normal smash, semi smash dan pull smash, maka permainan sudah termasuk dalam kategori memiliki teknik yang tinggi.

Cara Melakukan Smash Bola Voli: Quick Smash

Sikap Persiapan

Smasher mengambil awalan dengan sikap normal dan labil. Pandangan dan konsentrasi selalu ditujukan kearah bola yang sedang dipassing ke pengumpan. Orientasi terhadap bola dan kemampuan lawan untuk melakukan block sangat diperlukan oleh smasher.

Sikap Tolakan

Ketika bola yang dipassing teman satu regu telah mencapai ke pengumpan secara enak dan situasi pertahanan lawan (block) memungkinkan untuk ditembus dengan serangan smash pull, maka smasher mengaambil awalan secepat mungkin. Timing meloncat sebelum bola diumpan berjarak satu jangkauan lengan smasher dengan bola yang akan diumpankan. Smasher menunggu dan siap melayang di atas net, dengan tangan ditarik ke atas untuk mengambil awalan, dan segera memukul bola yang disajikan persis di depan tangan pemukul.

Sikap Perkenaan

Lakukan loncatan setinggi-tingginya dengan memukul bola secepat- cepatnya, terutama gerakan pols tangan yang cepat sangat membantu kerasnya pukulan. Loncatan smasher harus dilakukan secara vertikal (ke atas), jangan sampai melakukan loncatan ke arah depan net (pengumpan). Jagalah koordinasi gerakan dan keseimbangan pada saat melayang di udara, jangan sampai menyentu net.

Sikap Akhir Gerakan

Pandangan dan konsentrasi diarahkan kepada bola yang akan di smash. Setelah memukul bola, maka smasher harus mendarat dengan kedua kaki dengan mengeper, setelah mendarat di tanah maka smasher harus siap untuk bermain kembali.

Pelaksanaan smash pull memerlukan kerjasama dan koordinasi yang baik antara pengumpan dengan smasher. Kunci utama keberhasilan smash ini lebih besar ditentukan oleh kemampuan pengumpan dalam menyajikan bola, karena smasher telah meloncat terlebih dulu sebelum bola diumpankan, sehingga tepat atau tidaknya bola tersebut tergantung kemampuan pengumpan dalam menyajikan bola. Feeling dan konsentrasi yang tinggi merupakan sikap yang sangat mendukung bagi pengumpan dan smasher dalam menunjang keberhasilan melakukan smash pull.

2. Open Smash

Menurut Roesdiyanto (199 “Open Smash dilakukan dengan melakukan pukulan dengan melambungkan bola cukup tinggi yaitu lebih dari 3 meter dan bolanya dalam keadaan tenang”. Usahakan bola selama menempuh lintasannya berjarak 20-30 cm dari net. Jarak bola jatuh berada di sekitar daerah yang letaknya sejauh setengah jarak dari yang diukur di tempat set-uper berdiri sampai kepada titik proyeksi ditempat permulaan spiker mengambil awalan.

Seorang pemain utuk dapat melakukan smash normal harus memperhatikan proses pelaksanaan smash. Proses melakukan smash dapat dibagi dalam empat tahap: saat mengambil awalan, saat melakukan tolakan, saat melakukan pukulan, dan saat melakukan pendaratan.

Cara Melakukan Smash Bola Voli: Open Smash

Sikap Persiapan

Pemain mengambil sikap siap normal, pada saat melakukan langkah awalan sampai dengan tolakan ke atas. Pemain mengambil posisi berjarak 3 meter sampai dengan 4 meter dari net. Dengan posisi bahu condong ke depan, berat badan bertumpu pada kedua kaki selama gerak dimulai pada sikap persiapan.

Langkah Awalan

Ambillah langkah-langkah dasar sesuai dengan kebiasaan masing-masing individu. Smasher melakukan awalan dengan melangkah pada saat bola mencapai titik tertinggi di atas net. Posisi bahu kiri selalu lebih dekan dari net dibanding dengan bahu kanan. Yang perlu diperhatikan smasher adalah berapa ketinggian bola, kecepatan dan lintasannya, dengan cara memahami situasi bola diharapkan smasher dapat mengambil timing yang tepat, kedua lengan ditarik ke belakang, berat badan berangsur-angsur merendah untuk membantu waktu siap.

Langkah kaki kanan lebih panjang dan lebih cepat dibanding dengan langkah kaki kiri (bagi yang tidak kidal). Posisi kaki sejajar, dengan keki kiri sedikit agak di depan sebagai persipan melakukan loncatan ke arah vertikal. Ayunkan kedua lengan ke belakang atas sebatas kemampuan. Badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki kiri.

Sikap Menolak

Langkah kaki pada saat meangmbil awalan dilanjutkan dengan menekuk kedua lutut untuk membantu melakukan tolakan ke atas. Tolakan dimulai dengan tumit dan jari kaki menghentak lantai dan menagyunkan kedua lengan ke depan saat bersamaan dengan kedua kaki mendorong ke atas. Tapak kaki, pergelangan kaki, pinggul dan tubuh digerakkan secara serasi untuk memperoleh gerakan yang sempurna. Gerakan eksplosif dan loncatan vertikal dilakukan pada saat melakukan tolakan.

Sikap Pukulan (Perkenaan) Bola

Setelah tolakan dilakukan, pada saat melayang di udara kedua kaki harus lemas tergantung dan tangan kanan (tangan yang digunakan untuk memukul bola) bagi yang tidaak kidal siap memukul bola, dengan lengan diangkat sehingga lengan atas tangan kanan tegak lurus dengan badan. Pada saat lompatan dan raihan tangan telah mencapai titik tertinggi, maka pukulan bola segera dilakukan. Jarak smasher dengan bola diperkirakan sejauh jangkauan lengan. Pukulan dilakukan pada bagian atas tengah bola dengan perkenaan pada telapak tangan, pada saat melakukan pukulan maka gerakan lecutan pergelangan tangan aktif menghentak ke depan dengan telapak tangan dan jari-jari menutupi atas bola diikuti dengan lecutan badan. Usahakan pada saat terjadi sentuhan dengan bola, lengan dalam posisi sepanjang mungkin.

Pukulan smash ini akan lebih sempurna apabila dengan pukulan smash tersebut dapat menimbulkan putaran bola atas (top spin) dan dengan cepat turun dilantai.

Sikap Mendarat: Setelah melakukan smash pemain mendarat dengan dua kaki secara lentur (mengeper). Pada saat mendarat lutut lentur untuk meredam benturan kaki dengan lantai. Pendaratan dilakukan dengan jari-jari kaki (telapak kaki bagian depan). Usahakan tempat pendaratan tidak bergeser jauh dengan tempat pada saat melakukan tolakan. Setelah smasher berhasil mendarat dengan baik, maka segera mengambil sikap siap normal untuk bermain.

3. Semi Smash

Menurut Roesdiyanto (199 Teknik ini dilakukan seperti pada saat melakukan spike normal. Perbedaan terletak pada perkenaan bola dan ketinggian bola, teknik dilakukan dengan pemain yang akan melakukan spiker lebih dahulu bergerak sebelum bola sampai pada set-uper. Set-uper memberikan bola tidak lebih dari 2 meter di atas net.
Sugiono (199 mengatakan,”Pengambilan sikap persiapan, sikap menolak (tumpuan), sikap perkenaan bola, dan sikap pendaratan sama dengan smash open. Perbedaannya terletak pada saat pengambilan awalan oleh smasher dan penyajian bola dari pengumpan.”

Pengambilan sikap persiapan, sikap menolak (tumpuan), sikap perkenaan bola, dan sikap pendaratan sama dengan uraian pada smash normal. Perbedaannya terletak pada saat pengambilan awalan oleh smasher dan penyajian bola dari pengumpan.

Smasher mengambil posisi disekitar garis serang. Ketika bola telah terlepas dari kawan seregu dan bola menuju ke pengumpan, maka pada saat itu smasher harus sudah mengambil awalan dengan melangkaah ke depan mendekati pengumpan. Ketika pengumpan telah menyajikan bola setinggi 1 meter di atas net, maka secepatnya smasher segera menolak ke atas dan memukul bola. Sesudah itu smasher mendarat kembali di tanah tidak terlalu jauh dari tempat dimana smasher tersebut melakukan tolakan. Di dalam melakukan smash semi diperlukan koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemain yang melakukan passing, pengumpan dan smasher. Bola untuk smash semi harus ditempatkan di depan atas pengumpan dengan bola tegak setinggi maksimal 1 meter.

Cara Melakukan Smash Bola Voli: Semi Smash

Awalan

Berdiri dengan salah satu kaki di belakang sesuai dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau smasher kidal). Langkahkan kaki satu langkah ke depan (pemain yang baik, dapat mengambil ancang- ancang sebanyak 2 sampai 4 langkah), kedua lengan mulai bergerak ke belakang, berat badan berangsur-angsur merendah untuk membantu tolakan.

Tolakan/tumpuan

Langkahkan kaki selanjutnya, hingga kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agak ke depan sedikit untuk mengerem gerak ke depan dan sebagai persiapan meloncat kearah vertical. Ayunkan kedua lengan ke belakang atas sebatas kemampuan, kaki ditekuk sehingga lutut

membuat sudut ±110º, badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki yang di depan.
Mulailah meloncat dengan tumit & jari kaki menghentak lantai dan mengayunkan kedua lengan ke depan atas saat kedua kaki mendorong naik keatas.Telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna. Gerakan eksplosif dan loncatan vertikal.

Pada saat melakukan tumpuan loncatan untuk smash maka seorang atlet bola voli akan menekuk tungkai dengan sumbu putar pada persendian articulatio genue (lutut) untuk memperoleh kekuatan tolakan. Hal ini sejalan dengan prinsip memperkecil momen inersia dari gerakan tungkai tersebut.Prinsip momen inersia adalah hambatan. Jika hambatan diperkecil dengan cara menekuk lutut pada saat melakukan tumpuan loncatan, maka hambatan gerakan loncatan nya akan kecil sehingga dapat menghasilkan tolakan yang maksimal.

Sama halnya dengan momentum (pada gerak linier), Bila sebuah benda bergerak memutar/rotasi, akan terjadi momentum sudut yang besarnya sesuai dengan rumus berikut:
L = J x ω.
L = Momentum sudut; J = Momen inertia;
ω = kecepatan sudut.

Jika pada suatu sistem terjadi momentum sudut, maka momentum sudut tersebut besarnya tetap sama. Berdasarkan kekekalan momentum sudut, maka:Bila mula-mula J kecil, kemudian menjadi besar, maka kecepatan sudut ω menjadi lebih besar atau Bila J kecil, maka ω-nya besar, kemudian berdasar kekelan. Bila J besar, maka ω kecil.

Gerakan ini dimana gerakan yang lebih dominan gerak putar, dalam tumpuan smash bola voli manfaatkan seluruh segmen tungkai untuk ditekuk pada persendiannya sehingga momen inertia menjadi lebih kecil. Momen inertia yang kecil menyebabkan kecepatan sudutnya besar. Sehingga menghasilkan tolakan yang kuat. Selain itu daya otot harus dikerahkan secara maksimal. Daya otot harus dikerahkan ketika seorang atlet bergerak atau mempercepat suatu benda dan memberinya momentum. Daya yang dikerahkan atlet selalu memerlukan waktu. Ketika atlet mengerahkan sejumlah daya tertentu pada suatu objek dengan waktu tertentu, maka atlet tersebut sudah menerapkan impulse pada objek tersebut. Di samping itu, atlet dapat menerapkan suatu impulse pada tubuhnya sendiri, atau pada atlet lain.

Memukul Bola

Jarak bola di depan atas kepala sejangkauan lengan pemukul, segera lecutkan lengan ke belakang kepala dan dengan cepat lecutkan ke depan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi terhadap bola.Pukul bola secepat dan setinggi mungkin, perkenaan bola dengan telapak tangan tepat di atas tengah bola bagian atas. Pergelangan tangan aktif menghentak ke depan dengan telapak tangan & jari menutup bola.
Setelah perkenaan dengan bola, lengan pemukul membuat gerakan lanjutan ke arah garis tengah badan (gerak retrofleksi), Gerakan lecutan lengan, telapak tangan, togok, tangan yang tidak memukul, dan kaki harus harmonis dan eksplosif untuk menjaga keseimbangan saat berada di udara. Pukulan yang benar akan menghasilkan jalannya bola yang keras dan cepat menurun ke tanah dengan putaran yang cepat ke arah depan (top spin). Pukulan menjadi penting untuk menunjukkan pukulan yang terkuat. Dengan kuatnya pukulan memberikan peluang untuk mendapatkan point.

Pergelangan tangan aktif menghentak ke depan dengan telapak tangan dan jari menutup bola yang merupakan gerak fleksi pergelangan tangan dengan melibatkan otot flexor carpi radialis dan otot flexor pollicis longus pada sendi pergelngan tangan yang bersifat ellipsoidea (sendi bujur telur). Setelah perkenaan dengan bola, lengan pemukul membuat gerakan lanjutan ke arah garis tengah badan (gerak retrofleksi) yang melibatkan otot deltoideus, otot pectoralis major,dan otot lactisimus dorsi, dengan diikuti gerak tubuh membungkuk (gerak fleksi togok) yang melibatkan otot abdominis dan otot pectineus. Gerakn lecutan lengan, telapak tangan, togok, tangan yang tidak memukul, dan kaki harus harmonis dan eksplosif untuk menjaga keseimbangan saat berada di udara. Pukulan yang benar akan menghasilkan jalannya bola yang keras dan cepat menurun ke tanah dengan putaran yang cepat ke arah depan (top spin).

Pukulan menjadi penting juga untuk menunjukkan pukulan yang terkuat. Dengan kuatnya pukulan memberikan peluang untuk mendapatkan poin. Saat memukul, otot yang terlibat langsung adalah kelompok bahu seperti deltoid, travezeus dan triceps serta otot lengan bagian bawah.

Mendarat

Mendarat dengan kedua kaki mengeper. Lutut lentur saat mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat dengan jari-jari kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong ke depan. Usahakan tempat mendarat kedua kaki hampir sama dengan tempat saat meloncat.

Perubahan luas permukaan tumpuan dengan memperkecil bidang tumpuan untuk pendaratan maka sikap atau posisi tubuh akan semakin labil. Sesuai dengan bunyi hukum kesetimbangan kedua “Stabilitas berbanding lurus dengan luas bidang tumpuannya. (Hidayat 199.” Untuk

melakukan gerakan pendaratan diperlukan posisi tubuh yang labil, pada saat awal mendarat dengan ujung kaki sebagai awal tumpuan sehingga badan akan lebih mudah digerakkan. Gerakan pendaratan ini selanjutnya menganut pengertian dari hukum kesetimbangan pertama yaitu “Badan selalu dalam keadaan setimbang selama proyeksi dari titik berat badan tersebut jatuh dalam bidang tumpuannya.

Hidayat (199.” Dalam gerakan pendaratan ini setelah bertumpu pada ujung kaki sebagai awal tumpuan kemudian berlanjut dengan seluruh telapak kaki untuk merubah posisi tubuh menjadi stabil serta menggunakan posisi tumpuan kaki selebar bahu dan membuat tubuh dalam keadaan setimbang.

Model Latihan Melakukan Smash

1. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli: Open Smash

a. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Awalan Dengan Garis Pembatas

Pada latihan ini ditekankan pada kebenaran melakukan langkah kaki saat melakukan awalan open smash dengan menggunakan garis pembatas langkah.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang 3 meter.
  2. Posisi awal badan agak condong ke depan dan posisi kaki kanan di depan (untuk pemain kidal kaki kiri berada di depan).
  3. Kemudian Melakukan awalan 4 kali langkah mendekati net.
  4. Pada saat melangkah harus tepat pada garis pembatas yang telah dibuat.
  5. Pada langkah ke 4 gerakan kedua tangan lurus berayun ke belakang untuk persiapan melakukan tolakan.
  6. Pada Langkah ke 4 posisi tungkai ditekuk 100 – 120 derajat.

b. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Awalan dengan Menangkap Bola

Latihan ini ditekankan untuk melatih pemain agar merespon bola yang diumpankan. Sehingga nantinya berguna dalam permainan pada saat pemain bereaksi terhadap arah umpan open smash dari setter secara tepat.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 1 langkah di belakang garis serang 3 meter.
  2. Trainner berdiri didekat net sambil memegang bola.
  3. Pemain berkonsentrasi melihat bola yang dilambungkan trainer (tinggi bola yang dilambungkan adalah setinggi bola untuk umpan open smash).
  4. Posisi awal pemain badan condong ke depan dan kaki kanan berada di depan (pemain kidal kaki kiri berada di depan).
  5. Melakukan awalan 4 kali langkah kearah bola yang dilempar sambil terus memperhatikan bola.
  6. Arah awalan yang dilakukan kearah tepat perkiraan bola jatuh.
  7. Pada langkah ke 4 pemain menangkap bola tanpa melakukan tolakan.

c. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Tumpuan dan Tolakan Tanpa Awalan dengan Menyentuh Bola yang Digantung.

Latihan ini menekankan pada kebenaran gerakan dan sudut kaki saat melakukan tolakan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 1 langkah di belakang net.
  2. Kaki kiri berada lebih depan dibandingkan kaki kanan (pemain kidal kaki kanan yang berada di depan),
  3. Kaki ditekuk dan kedua lengan diayunkan ke belakang
  4. Pemain melakukan tolakan sambil mengayunkan lengan ke depan.
  5. Pemain menyentuh bola yang digantung di atas net,
  6. Sudut tolakan pada tungkai adalah 100 derajat sampai 120 derajat.

d. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Tumpuan dan Tolakan dengan Awalan Kemudian Menangkap Bola yang Dilempar Trainer.

Latihan ini bertujuan bertujuan untuk timming dan respon pemain pada saat melakukan awalan. Sehingga nantinya kecepatan pemain pada saat melakukan awalan dan tolakan bisa sesuai dengan tinngi bola saat smash. Latihan ini merupakan penggabungan gerakan awalan dan tolakan. Kebenaran melakukan gerakan dan sudut saat melakukan tolakan sangat diperhatikan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 1 langkah di belakang garis serang 3 meter.
  2. Trainner berdiri didekat net sambil memegang bola.
  3. Pemain berkonsentrasi melihat bola yang dilambungkan trainer.
  4. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  5. Melakukan awalan 4 kali langkah kearah bola yang dilempar sambil terus memperhatikan bola.
  6. Arah awalan yang dilakukan kearah tepat perkiraan bola jatuh.
  7. Pada langkah ke 4 ditutup dengan posisi kaki kiri di depan (pemain kidal kaki yang kanan di depan).
  8. Gerakan kedua tungkai melakukan tolakan selanjutnya menangkap bola diudara.
  9. Sudut tolakan tungkai adalah 100-120 derajat.

e. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Pendaratan pada Garis Pembatas dengan Tolakan Tanpa Awalan.

Pada latihan ini ditekankan untuk kebenaran teknik dan ketepatan pendaratan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang net.
  2. Posisi awal pemain yaitu badan agak condong ke depan dan kaki kiri berada lebih depan dibandingkan kanan (Untuk pemain kidal posisi kaki sebaliknya)
  3. Pemain melakukan gerakan tolakan dan mendarat tepat pada garis yang telah ditentukan di bawah net.

f. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Pendaratan pada Garis Pembatas dengan Tolakan Menggunakan Awalan.

Latihan ini menekankan pada ketepatan dan koordinasi gerakan pendaratan agar gerakannya efektif dan efisien dan tidak mengakibatkan fouls.

Pelaksanan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter.
  2. Posisi awal yaitu badan agak condong depan dan kaki kanan berada lebih depan dibanding kaki kiri (Untuk Pemain kidal sebaliknya),
  3. Melakukan awalan, kemudian tolakan dan mendarat tepat pada garis pembatas.

g. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Memukul Bola Statis di Atas Net

Latihan ini berfungsi untuk melatih awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan bola di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter,
  2. Trainner memegang bola di atas net dengan tumpuan tangga atau balok.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Pandangan pemain tertuju pada bola yang dipegang trainer.
  5. Lakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dipegang trainer di atas net.
  6. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang.
  7. Posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang.
  8. Saat masih melayang di udara pada posisi tolakan tertinggi pukul bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. mendarat tanpa mengenai net dan tidak melawati garis tengah.

h. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash:  Memukul Bola yang Dilambungkan Trainer di atas Net.

Latihan ini berfungsi untuk melatih timming bola dan juga awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di lambungkan di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter.
  2. Trainner berdiri didekat net memegang bola.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Pandangan pemain tertuju pada bola yang dipegang trainer.
  5. Trainner melambungkan bola di atas net (Tinggi bola setinggi umpan untuk smash open),
  6. Setelah bola melambung maka secara cepat lakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola di atas net.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang. Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang.
  8. Pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

i. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Memukul Bola dari Umpan Trainner.

Latihan ini berfungsi untuk melatih timming bola dan juga awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di umpankan di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter sambil memegang bola.
  2. Trainner berdiri didekat net.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Pemain melambungkan bola kepada trainner.
  5. Pandangan pemain tertuju pada bola yang dilambungkan ke trainner.
  6. Trainner mengumpankan bola open.
  7. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan. tolakan dan pukulan terhadap bola yang umpankan Trainner di atas net.
  8. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang. Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang.
  9. Pada posisi lompatan tertinggi pukul bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  10. Mendarat tanpa menyentuh net dan tidak melewati garis tengah.

j. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Melakukan Rangkaian Gerakan Smash Kemudian Melempar Bola Tenis Melewati Net Kearah Yang Ditentukan.

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan open smash yang terdiri dari awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan melempar bola tenis melewati di atas net.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter.
  2. Tangan kanan memegang bola tenis (untuk pemain kidal sebaliknya).
  3. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dengan kaki kanan di depan (untuk pemain kidal sebaliknya).
  4. Lakukan awalan dengan empat kali langkah.
  5. Pada langkah keempat dilanjutkan ditutup dengan kaki kiri berada agak di depan untuk persiapan tolakan.
  6. Tekuk kedua lutut kemudian lakukan tolakan dengan sudut tolakan pada tungkai adalah 100-120 derajat.
  7. Pada saat posisi melayang diudara badan, kaki dan tangan kanan ditekuk ke belakang sedangkan tangan kiri lurus ke depan.
  8. Selanjutnya lempar bola kasti yang dipegang kearah lapangan lawan melewati atas net bersamaan dengan gerakan lecutan tangan dan kaki kearah depan.
  9. Mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan.

k. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Melakukan Open Smash dari Berbagai Macam Posisi Awalan.

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan open smash yang terdiri dari awalan, tolakan, pukulan serta pendaratan dan latihan open smash dari posisi 4 dan 2.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter pada posisi daerah 4, atau 2 sambil memegang bola.
  2. Setter berdiri didekat net.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Pemain melambungkan bola kepada setter, pada posisi ini pandangan pemain tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter.
  5. Setter mengumpankan bola open Smash sesuai dengan posisi serangan 4 atau 2.
  6. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang.
  8. Pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

l. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Melakukan Smash dari Umpan Setter Kearah yang Telah Ditentukan.

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan open smash dan juga ketepatan arah pukulan bola.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter sambil memegang bola dan melihat lapangan yang diberi tanda untuk daerah jatuhnya bola hasil dari smash.
  2. Setter berdiri didekat net.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Selanjutnya pemain melambungkan bola kepada setter, pada posisi ini pandangan pemain tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter.
  5. Setter mengumpankan bola open smash.
  6. Selanjutnya sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  7. Pukulan bola diarahkan pada daerah yang telah diberi tanda.
  8. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang. Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang.
  9. Pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan .
  10. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

m. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Melakukan Block Kemudian Melakukan Smash Bola Open Terhadap Bola yang Di Lambungkan Trainner.

Latihan ini bertujuan untuk kebenaran gerakan open smash dan juga simulasi saat pertandingan setelah pemain melakukan block kemudian harus melakukan Smash secara berurutan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri didekat net kemudian melakukan gerakan blocking,
  2. Selanjutnya pemain berlari mundur tepat 1 langkah di belakang garis serang 3 meter.
  3. Setter berdiri didekat net sambil memegang bola.
  4. Posisi awal pemain saat melakukan awalan smash yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  5. Setter melambungkan/mengumpankan bola open.
  6. Pandangan pemain tetap fokus terhadap bola, selanjutnya melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang,
  8. Pada lompatan tertinggi lakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Mendarat dengan kedua kaki tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

n. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Open Smash: Passing Bola Service Kemudian Melakukan Smash Open

Latihan ini bertujuan untuk kebenaran gerakan open smash dan juga simulasi saat pertandingan setelah pemain mempasing bola kemudian harus melakukan Smash secara berurutan.

Pelaksanaan:

Pemain berdiri ditengah lapangan siap menerima/memassing service.
Trainner menservice bola dari lapangan lawan kearah pemain.
Pemain memassing bola di arahkan kepada setter.
Setelah bola lepas dari tangan maka pemain langsung bergeser ke posisi 4 atau 2 siap untuk melakukan smash.
Setter yang berada didekat net langsung memberikan umpan.
Sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net .
Posisi awal sebelum melakukan awalan adalah badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
Pada posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang. Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditekuk ke belakang.
Saat posisi lompatan tertinggi lakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

2. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli: Semi Smash

a. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Awalan dengan Garis Pembatas.

Pada latihan ini ditekankan pada kebenaran melakukan langkah kaki saat melakukan awalan semi smash dengan menggunakan garis pembatas langkah yang bertujuan untuk dapat menghasilkan gerakan yang otomatis, sehingga pada nantinya pada permainan seorang pemain dapat melakukan gerakan semi smash dengan efektif dan efisien.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang 3 meter.
  2. Posisi awal badan agak condong ke depan dan posisi kaki kiri di depan (untuk pemain kidal kaki kanan berada di depan).
  3. Melakukan awalan 3 kali langkah mendekati net.
  4. Pada saat melangkah harus tepat pada garis pembatas yang telah dibuat.
  5. Langkah ke 3 gerakan kedua tangan lurus berayun ke belakang untuk persiapan melakukan tolakan.
  6. Pada saat melakukan tolakan, tungkai ditekuk 100-120 derajat.
  7. Mendarat tanpa menyentuh net dan tidak melewati garis lapangan.

b. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Awalan Kemudian Menangkap Bola yang Dilempar Trainner.

Latihan ini ditekankan untuk melatih pemain agar merespon bola yang diumpankan dengan gerakan awalan yang benar. Sehingga nantinya berguna dalam permainan pada saat pemain bereaksi terhdap arah umpan semi Smash dari setter secara tepat.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang 3 meter.
  2. Trainner berdiri didekat net sambil memegang bola.
  3. Pemain berkonsentrasi melihat bola yang dilambungkan trainer (tinggi bola setinggi umpan semi smash).
  4. Posisi awal badan condong ke depan dan kaki kiri berada di depan (pemain kidal kaki kanan berada di depan).
  5. Melakukan awalan 3 kali langkah kearah bola yang dilempar sambil terus memperhatikan bola.
  6. Arah awalan yang dilakukan kearah tepat perkiraan bola jatuh, Pada langkah ke 3 pemain menangkap bola.

c. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Tumpuan dan Tolakan Tanpa Awalan dengan Menyentuh Bola yang Digantung.

Latihan ini menekankan pada kebenaran gerakan dan sudut kaki saat melakukan tolakan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang net.
  2. Kaki sejajar sebelah kiri agak di depan (pemain kidal kaki kanan yang berada di depan).
  3. Pemain melakukan tolakan kemudian menyentuh bola yang digantung.
  4. Sudut tolakan pada tungkai adalah 100-120 derajat.

d. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Tumpuan dan Tolakan Dengan Awalan Kemudian Menangkap Bola yang Dilempar Trainer.

Latihan ini bertujuan bertujuan untuk Timming dan respon pemain pada saat melakukan awalan. Sehingga nantinya kecepatan pemain pada saat melakukan awalan dan tolakan bisa sesuai dengan tinngi bola saat smash. Latihan ini merupakan penggabungan gerakan awalan dan tolakan.Kebenaran melakukan gerakan dan sudut saat melakukan tolakan sangat diperhatikan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang 3 meter.
  2. Trainner berdiri didekat net sambil memegang bola.
  3. Pemain berkonsentrasi melihat bola yang dilambungkan trainer (tinggi bola yang dilambungkan adalah setinggi umpan bola semi smash).
  4. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
  5. Melakukan awalan 3 kali langkah kearah bola yang dilempar sambil terus memperhatikan bola.
  6. Arah awalan yang dilakukan kearah tepat perkiraan bola jatuh.
  7. Pada langkah ke 3 ditutup dengan posisi kaki kiri di depan (pemain kidal kaki yang kanan di depan) gerakan kedua tungkai melakukan tolakan selanjutnya menangkap bola di udara.
  8. Sudut tolakan tungkai pada lutut adalah 100-120 derajat.
  9. Pada saat posisi melayang di udara pemain menangkap bola semi smash yang dilambungkan trainer.

e. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Pendaratan Pada Garis Pembatas dengan Tolakan Tanpa Awalan.

Pada latihan ini ditekankan untuk kebenaran teknik dan ketepatan pendaratan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang net.
  2. Posisi awal pemain yaitu badan agak condong ke depan dan kaki kiri berada lebih depan dibandingkan kanan (Untuk pemain kidal posisi kaki sebaliknya).
  3. Selanjutnya pemain melakukan gerakan tolakan dan mendarat tepat pada garis yang telah ditentukan dibawah net.
  4. Sudut tolakan pada lutut adalah 100-120 derajat.

f. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Pendaratan pada Garis Pembatas dengan Tolakan Menggunakan Awalan.

Latihan ini menekankan pada ketepatan dan koordinasi gerakan pendaratan agar gerakannya efektif dan efisien dan tidak mengakibatkan fouls.

Pelaksanan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang tiga meter.
  2. Posisi awal yaitu badan agak condong depan dan kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (Untuk Pemain kidal sebaliknya).
  3. Melakukan awalan, kemudian tolakan dan mendarat tepat pada garis pembatas.
  4. Sudut pada lutut saat melakukan tolakan adalah 100-120 derajat.

g. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Memukul Bola Statis Di Atas Net.

Latihan ini berfungsi untuk melatih awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan bola di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis serang tiga meter.
  2. Trainner memegang bola setinggi bola quick di atas net dengan tumpuan tangga atau balok.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
  4. Selanjutnya pandangan pemain tertuju pada bola yang dipegang
    trainner.
  5. Kemudian melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dipegang trainer di atas net.
  6. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
  7. Selanjutnya melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  8. Mendarat tanpa mengenai net dan tidak melawati garis tengah lapangan bola voli.

h. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Memukul Bola yang Dilambungkan Trainer di atas Net.

Latihan ini berfungsi untuk melatih timming bola dan juga awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di lambungkan di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang tiga meter.
  2. Trainner berdiri didekat net memegang bola.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
  4. Selanjutnya pandangan pemain tertuju pada bola yang dipegang trainner.
  5. Trainner melambungkan bola di atas net (tinggi bola setinggi umpan bola semi smash).
  6. Kemudian melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan trainner di atas net.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
  8. Selanjutnya pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan
  9. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah

i. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Memukul Bola yang Diumpan Trainner.

Latihan ini berfungsi untuk melatih timming bola dan juga awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di umpankan di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang tiga meter sambil memegang bola, Setter berdiri didekat net
  2. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan)
  3. Selanjutnya pemain melambungkan bola kepada setter sambil pandangan pemain tetap tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter
  4. Setter mengumpankan bola semi,
  5. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  6. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.,
  7. Lakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  8. Mendarat tanpa menyentuh net dan tidak melewati garis tengah.

j. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Melakukan Rangkaian Gerakan Semi Smash Secara Berurutan Kemudian Melempar Bola Tenis Melewati Net.

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan semi smash yang terdiri dari awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di lambungkan di atas net.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang tiga meter.
  2. Tangan kanan memegang bola tenis (untuk pemain kidal sebaliknya).
  3. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Selanjutnya melakukan awalan 3 kali langkah kearah net.
  5. Pada langkah ke 3 ditutup dengan posisi kaki kiri di depan (pemain kidal kaki yang kanan di depan) untuk melakukan tolakan.
  6. Sudut tolakan tungkai adalah 100-120 derajat.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
  8. Dengan tangan kanan bola tenis dilempar kedaerah lapangan lawan yang telah diberi tanda dengan melewati net dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Selanjutnya mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

k. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Melakukan Smash dari Umpan Setter Kearah yang Telah Ditentukan.

Latihan ini bertujuan untuk melatih ketepatan arah pukulan dan ball felling saat melakukan smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang tiga meter sambil memegang bola.
  2. Setter berdiri didekat net.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
  4. Selanjutnya pemain melambungkan bola kepada setter
  5. pada posisi ini pandangan pemain tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter.
  6. Setter mengumpankan bola semi smash.
  7. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  8. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
  9. Selanjutnya pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  10. Pukulan bola diarahkan pada daerah yang telah diberi tanda.
  11. 1 Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

l.

Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: dari Berbagai Macam Posisi Awalan

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan semi smash yang terdiri dari awalan, tolakan, pukulan serta pendaratan dan latihan semi smash dari posisi 4, 3 dan 2.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri tepat pada garis serang tiga meter pada posisi daerah 4, 3 atau 2 sambil memegang bola.
    Setter berdiri didekat net.
    Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
    Pemain melambungkan bola kepada setter, dengan pandangan pemain tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter.
    kemudian setter mengumpankan bola semi smash sesuai dengan posisi serangan 4, 3 atau 2.
    Begitu bola diumpankan maka pemain lansung melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
    Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
    Saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
    Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

m. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Melakukan Block Selanjutnya Melaksanakan Semi Smash Terhadap Bola yang Di Umpankan Trainner.

Latihan ini bertujuan untuk kebenaran gerakan semi smash dan juga simulasi saat pertandingan setelah pemain melakukan block kemudian harus melakukan Smash secara berurutan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri didekat net kemudian melakukan gerakan blocking.
  2. Pemain berlari mundur tepat pada garis serang 3 meter.
  3. Setter berdiri didekat net sambil memegang bola.
  4. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
  5. Setter melambungkan/mengumpankan bola semi smash. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  6. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang. Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
  7. Selanjutnya pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  8. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

n. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Semi Smash: Passing Bola Service Kemudian Melakukan Semi Smash.

Latihan ini bertujuan untuk kebenaran gerakan open smash dan juga simulasi saat pertandingan setelah pemain mempasing bola kemudian harus melakukan smash secara berurutan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri ditengah lapangan siap menerima/memassing service.
  2. Trainner menservice bola dari lapangan lawan kearah pemain.
  3. Pemain memassing bola di arahkan kepada setter.
  4. Setter yang berada didekat net langsung memberikan umpan bola semi smash.
  5. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  6. Posisi awal sebelum melakukan awalan adalah badan condong ke depan dan kaki kiri di depan (kidal kaki kanan yang di depan).
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan ditarik lurus di atas belakang kepala dan sedikit ditekuk.
  8. Lakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah

3. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli: Quick Smash

a. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Awalan Dengan garis pembatas.

Pada latihan ini ditekankan pada kebenaran melakukan langkah kaki saat melakukan awalan quick smash dengan menggunakan garis pembatas langkah.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang 3 meter.
  2. Posisi awal badan agak condong ke depan dan posisi kaki kanan di depan (untuk pemain kidal kaki kiri berada di depan).
  3. Kemudian Melakukan awalan 2 kali langkah kearah net.
  4. Pada saat melangkah harus tepat pada garis pembatas yang telah dibuat.
  5. Langkah ke 2 ditutup dengan kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan.
  6. Gerakan kedua tangan lurus berayun lurus ke belakang untuk persiapan melakukan tolakan.
  7. Pada saat menolak posisi tungkai ditekuk 100 – 120 derajat.

b. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Awalan dengan menangkap bola.

Latihan ini ditekankan untuk melatih pemain agar merespon bola yang diumpankan dengan gerakan awalan yang benar. Sehingga nantinya berguna dalam permainan pada saat pemain bereaksi terhadap arah umpan quick smash dari setter secara tepat.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang 3 meter.
  2. Trainner berdiri didekat net sambil memegang bola.
  3. Posisi awal badan condong ke depan dan kaki kanan berada di depan (pemain kidal kaki kiri berada di depan).
  4. Lakukan awalan 2 kali langkah kearah net sambil terus berkonsentrasi terhadap bola yang akan dilambungkan trainer.
  5. Tinggi bola yang dilambungkan trainer adalah setinggi umpan bola quick smash.
  6. Pada langkah ke 2 pemain menangkap bola tepat pada daerah bola jatuh.

c. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Tumpuan dan Tolakan Tanpa Awalan dengan Menyentuh Bola yang digantung.

Latihan ini menekankan pada kebenaran gerakan dan sudut kaki saat melakukan tolakan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 1 langkah di belakang net.
  2. Kaki kiri berada lebih di depan (pemain kidal kaki kanan yang berada di depan).
  3. Pemain melakukan tolakan kemudian menyentuh bola yang digantung (tinggi bola adalah setinggi umpan bola quick Smash).
  4. Sudut tolakan pada tungkai adalah 100 derajat sampai 120 derajat.

d. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Tumpuan dan Tolakan Dengan awalan kemudian menangkap bola yang dilempar trainer.

Latihan ini bertujuan bertujuan untuk Timming dan respon pemain pada saat melakukan awalan. Sehingga nantinya kecepatan pemain pada saat melakukan awalan dan tolakan bisa sesuai dengan tinngi bola saat smash. Latihan ini merupakan penggabungan gerakan awalan dan tolakan.Kebenaran melakukan gerakan dan sudut saat melakukan tolakan sangat diperhatikan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang 3 meter.
  2. Trainner berdiri didekat net sambil memegang bola.
  3. Pandangan pemain berkonsentrasi pada bola yang dipegang trainner
  4. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  5. Lakukan awalan 2 kali langkah kearah bola yang dilambungkan (tinggi bola yang dilambungkan adalah setinggi umpan bola quick smash).
  6. Pada langkah ke 2 ditutup dengan posisi kaki kiri di depan (pemain kidal kaki yang kanan di depan).
  7. Selanjutnya lakukan gerakan tolakan kemudian tangkap bola diudara
  8. Trainner melambungkan bola bersamaan dengan pemain melakukan tolakan.
  9. Sudut tolakan tungkai pada lutut adalah 100-120 derajat.
  10. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

e. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Pendaratan Pada Garis Pembatas dengan Tolakan Tanpa Awalan.

Pada latihan ini ditekankan untuk kebenaran teknik dan ketepatan pendaratan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri satu langkah di belakang net.
  2. Posisi awal pemain yaitu badan agak condong ke depan dan kaki kiri berada lebih depan dibandingkan kanan (Untuk pemain kidal posisi kaki sebaliknya).
  3. Selanjutnya pemain melakukan gerakan tolakan dan mendarat tepat pada garis yang telah ditentukan dibawah net.
  4. Sudut tolakan pada lutut adalah 100-120 derajat.

f. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Pendaratan Pada Garis Pembatas dengan Tolakan Menggunakan Awalan.

Latihan ini menekankan pada ketepatan dan koordinasi gerakan pendaratan agar gerakannya efektif dan efisien dan tidak mengakibatkan fouls.

Pelaksanan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang tiga meter.
  2. Posisi awal yaitu badan agak condong depan dan kaki kanan berada lebih depan dibanding kaki kiri (Untuk pemain kidal sebaliknya).
  3. Lakukan awalan 2 kali langkah, kemudian tolakan dan mendarat tepat pada garis pembatas.

g. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Memukul bola statis di atas net.

Latihan ini berfungsi untuk melatih awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan bola di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang tiga meter.
  2. Trainner memegang bola di atas net dengan tumpuan tangga atau balok.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Pandangan pemain tertuju pada bola yang dipegang trainner.
  5. Lakukan awalan 2 kali langkah, tolakan dan pukulan terhadap bola yang dipegang trainner di atas net (tinggi bola adalah setinggi umpan bola quick smash).
  6. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  7. Pada pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  8. Mendarat tanpa mengenai net dan tidak melawati garis tengah.

h. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Memukul bola yang dilambungkan trainner di atas net.

Latihan ini berfungsi untuk melatih timming bola dan juga awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di lambungkan di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.
Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang tiga meter.
  2. Trainner berdiri didekat net memegang bola.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Pandangan tertuju pada bola yang dipegang trainner.
  5. Lakukan awalan dan tolakan.
  6. Secara bersamaan saat pemain pada posisi tolakan maka trainer mulai melambungkan bola.
  7. Tinggi bola setinggi umpan bola quick smash
  8. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  9. Lakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  10. Selanjutnya mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

i. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Memukul bola yang diumpan trainer

Latihan ini berfungsi untuk melatih timming bola dan juga awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan dengan bola di umpankan di atas net. Selain itu bertujuan untuk kebenaran gerakan dan posisi tubuh pada saat smash.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang tiga meter sambil memegang bola.
  2. Setter berdiri didekat net.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Selanjutnya pemain melambungkan bola kepada setter.
  5. Pada saat bola telah lepas dari tangan pemain maka pemain langsung melakukan awalan 2kali langkah dilanjutkan tolakan sambil pandangan pemain tetap tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter.
  6. Setter mengumpankan bola quick, begitu bola umpankan setter maka dengan cepat langsung dipukul oleh pemain melewati net.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  8. Selanjutnya pada saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Mendarat tanpa menyentuh net dan tidak melewati garis tengah.

j. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Melakukan Rangkaian Gerakan Quick Smash Secara Berurutan Sambil Melempar Bola Tenis Melewati Net Kearah Yang Ditentukan.

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan quick smash yang terdiri dari awalan, tolakan, dan pukulan serta pendaratan.Kemudian latihan ini bertujuan juga untuk melatih arah pukulan dengan melempar bola tenis melewati atas net.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50 cm di depan garis serang tiga meter.
  2. Tangan kanan memegang bola tenis (untuk pemain kidal sebaliknya)
  3. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Lakukan awalan 2 kali langkah kearah net.
  5. Pada langkah ke 2 ditutup dengan posisi kaki kiri di depan (pemain kidal kaki yang kanan di depan) untuk melakukan tolakan.
  6. Sudut tolakan pada lutut adalah 100- 120 derajat.
  7. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  8. Selanjutnya dengan tangan kanan bola tenis dilempar kedaerah lapangan lawan yang telah diberi tanda dengan melewati net dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  9. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

k. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Melakukan Quick Smash dari Umpan Trainer Kearah yang Telah Ditentukan.

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan open smash dan juga ketepatan arah pukulan bola.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri 50cm di depan garis serang tiga meter sambil memegang bola.
  2. Setter berdiri didekat net.
  3. Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  4. Lambungkan bola kepada setter.
  5. Pada saat bola telah lepas dari tangan pemain maka pemain langsung melakukan awalan 2kali langkah dilanjutkan tolakan sambil pandangan pemain tetap tertuju pada bola yang dilambungkan ke setter.
  6. Setter mengumpankan bola quick.
  7. Begitu bola diumpankan setter maka dengan cepat langsung dipukul oleh pemain melewati net.
  8. Arah pukulan bola tertuju pada daerah lapangan lawan yang telah diberi tanda.
  9. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  10. Lakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  11. 1 Mendarat tanpa menyentuh net dan tidak melewati garis tengah.

l. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Melakukan Block Kemudian Melakukan Smash Bola Quick Terhadap Bola yang Di Umpankan Setter.

Latihan ini bertujuan untuk kebenaran gerakan open Smash dan juga simulasi saat pertandingan setelah pemain melakukan block kemudian harus melakukan Smash secara berurutan.

Pelaksanaan:

  1. Pemain berdiri didekat net kemudian melakukan gerakan blocking.
  2. Selanjutnya berlari mundur 50 cm di depan garis serang 3 meter.
  3. Setter berdiri didekat net sambil memegang bola.
  4. Posisi awal pemain sebelum melakuan awalan quick smash yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  5. Kemudian sambil tetap fokus terhadap bola, pemain melakukan awalan dan tolakan.
  6. Bersamaan dengan tolakan pemain maka setter mengumpankan bola
    quick.
  7. Kemudian dengan cepat pemain melakukan pukulan terhadap bola yang dilambungkan setter di atas net.
  8. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang. Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  9. Pada saat pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  10. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah

m. Latihan Cara Melakukan Smash Bola Voli Quick Smash: Quick Smash dari Berbagai Macam Posisi Awalan (Awalan Posisi 4, 3, dan .

Latihan ini untuk melatih kebenaran gerakan quick smash yang terdiri dari awalan, tolakan, pukulan serta pendaratan dan latihan quick smash dari posisi 4, 3 dan 2.

Pelaksanaan:

  1. Pemain 50 cm di depan garis serang tiga meter pada posisi daerah 4, 3 atau 2 sambil memegang bola.
  2. Setter berdiri didekat net, Posisi awal pemain yaitu badan condong ke depan dan kaki kanan di depan (kidal kaki kiri yang di depan).
  3. Selanjutnya dibantu pemain lain melambungkan bola kepada setter
  4. konsentrasi pandangan pemain adalah kepada bola yang dilambung- kan pemain lain kepada setter.
  5. Bersamaan dengan lepasnya bola dari tangan pemain yang lain maka langsung melakukan awalan 2 kali langkah dan tolakan.
  6. Kemudian dalam waktu yang sama dengan tolakan yang dilakukan pemain maka setter mengumpankan bola quick smash sesuai dengan posisi serangan 4, 3 atau 2.
  7. Pemain langsung melakukan pukulan di atas net dengan cepat terhadap bola umpan quick dari setter.
  8. Pada saat posisi melayang di udara badan sedikit ditekuk ke belakang, Kaki ditekuk ke belakang dan posisi tangan kiri lurus ke depan atas sedangkan tangan kanan tegak lurus sejajar kepala.
  9. Saat melakukan pukulan terhadap bola dibarengi dengan lecutan kaki kearah depan.
  10. Mendarat tanpa menyentuh net dan melewati garis tengah.

Rangkuman Cara Melakukan Smash Bola Voli

Smash adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang bertujuan mematikan permainan lawan sehingga dapat menghasilkan point. Jenis smash antara lain: ( quick smash, ( open smash, dan (semi smash. Teknik quick smash digunakan untuk mengembangkan permainan cepat dalam melakukan variasi-variasi serangan ke daerah lawan. Open Smash dilakukan dengan melambungkan bola cukup tinggi.

yaitu lebih dari 3 meter diujung net garis samping dengan bola dalam keadaan tenang, dan semi smash merupakan teknik melakukan smash dengan ketinggian bola ± 1-2 meter di atas net. Pelaksanaan kegiatan smash meliputi kegiatan:  sikap persiapan, sikap menolak (tumpuan), sikap perkenaan bola, dan sikap pendaratan.

Sumber:
Prof. Dr. H. M.E. Winarno, M.Pd
Drs. Agus Tomi, M.Pd
Drs. Imam Sugiono
Dona Shandy, S.Pd, M.Or

Baca Juga:

Cara Melakukan Passing Atas & Bawah Dalam Permainan Bola Voli

Cara Melakukan Passing Atas & Bawah – Untuk dapat memainkan bola di udara dalam jangka waktu yang lama dalam permainan bola voli, maka pemain tersebut harus terampil melakukan passing, baik passing atas maupun passing bawah. Keterampilan melakukan passing dengan baik merupakan modal utama dalam bermain bola voli. Passing merupakan teknik dasar yang paling sering frekuensinya digunakan dalam permainan bola voli. Sehingga teknik passing ini benar-benar harus dikuasai oleh setiap pemain.

Passing berarti mengumpan atau mengoper bola kepada kawan satu regu. Menurut Suharno, HP (1985), passing adalah usaha atau upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang bertujuan adalah untuk mengoper bola yang dimainkannya kepada teman pada seregu untuk dimainkan di lapangan sendiri. Dunphy dan Wilde (2000) menyatakan terminologi passing adalah sentuhan pertama dari sebuah tim setelah bola melewati net yang berasal dari service atau serangan. Yunus (1992) berpendapat bahwa passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun serangan kepada lawan. Terdapat dua macam passing yaitu passing atas dan passing bawah. Bagian berikut ini akan dikemukakan teknik melakukan passing, baik passing bawah maupun passing atas.

Cara Melakukan Passing Bawah

Passing bawah akan dilakukan oleh seorang pemain apabila bola yang datang jatuh berada di depan atau samping badan setinggi perut ke bawah. Cara pelaksanaannya sebagai berikut:

Sikap Persiapan

Berdiri tegak dengan kaki kangkang selebar bahu, atau lebih lebar sedikit, posisi lutut sedikit ditekuk. Kedua lengan dirapatkan di depan badan, dengan kedua lengan dijulurkan lurus kebawah, siku jangan ditekuk (sudut antara lengan dengan badan ± 45º). Agar pada saat terjadi perkenaan bola tidak lepas,maka taruh salah satutangan di atas telapak tangan yang lain dengan kedua ibu jari berada sejajar, dan pegang dengan erat

Sikap Perkenaan

Perkenaan lengan dengan bola berada pada lengan bagian atas pergelangan tangan dan di bawah siku. Ambillah posisi sedemikian rupa sehingga badan berada dalam posisi menghadap pada bola. Begitu bola berada pada jarak yang tepat maka segera ayunkan kedua lengan yang telah diluruskan dari arah bawah ke atas depan. Pada saat itu antara tangan kanan dan tangan kiri sudah saling berpegangan. Aanata badan dengan kedua lengan membentuk sudut ± 45º agar bola memantul secara stabil. Dengan cara tersebut diharapkan bola yang memantul tidak berputar, sehingga mudah diterima oleh pemain lain. Usahakan bola memantul pada bagian lengan yang paling lebar diantara pergelangan tangan dan siku dengan sudut pantulan ± 90º (sudut datang= sudut pantul). Apabila sudut datangnya bola tidak ± 90º maka sudut pantul yang diperoleh juga tidak dapat mencapai ± 90º, sehingga bola akan memantul kearah lain. Dengan demikian bola tidak akan memantul kearah seperti yang diharapkan.

Sikap Akhir

Setelah bola dipassing, maka segera diikuti dengan mengambil sikap kembali agar dapat bergerak dengan cepatdan menyesuaikan diri dengan permainan. Lanjutan gerakan lengan paling tinggi maksimal sejajar (rata)

dengan bahu. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan berkaitan dengan keberadaan bola (datangnya bola) oleh pemain pada saat akan melakukan passing bawah:

1) Apabila bola datang setinggi dada atau bahu, maka segera mundur secukupnya sehingga bola diperkirakan akan jatuh di depan badan setinggi sekitar pingggul dan perut.
2) Apabila bola datang setinggi dada dan pinggul,maka pemain tidak perlu bergerak ke depan maupun ke belakang, yang penting pemain tersebut harus pandai membaca datangnya bola, sehingga dapat menyesuaikan posisi jarak jangkauan sebaik-baiknya.
3) Apabila bola datang setinggi lutut ke bawah, maka pemain tersebut harus cepat menyesuaikan diri dengan bergerak ke depan sehingga sebelum bola turun bola tetap dapat di passing dengan perkenaan bola pada tangan diantara pergelangan tangan dan siku.
Pengaturan langkah maju dan mundur, serta merendahkan dan meninggikan badan diperlukan dengan tujuan untuk menyesuaikan diri dengan datangnya bola, sehingga bola akan mengenai bagian lengan yang lebar dan memperoleh pantulan bola yang sempurna.

Beberapa kemungkinan kesalahan yang terjadi pada saat melakukan passing bawah adalah:
1) Siku ditekuk, sehingga perkenaan bola terlalu atas di atas kedua siku (lebih tinggi dari perkenaan yang normal). Bola akan memantul vertikal dan bahkan akan mementul ke belakang.
2) Sudut datang arah bola terhadap lengan tidak tegak lurus, sehingga pantulan bola tidak sempurna.
3) Gerakan ayunana lengan terlalu kuat, sehingga pantulan bola melebihi sasaran yang diinginkan.
4) Lengan tidak lurus dan tidak menegang kuat (kontraksikan otot-otot lengan), sehingga pantulan bola tidak sampai pada sasaran yang dikehendaki.
5) Perkiraan pemain terhadap datangnya bola tidak tepat, sehingga pelaksanaan passing bawah tidak sempurna.
6) Lengan pemukul diayun atau digerakkan lebih tinggi dari bahu (kecuali
passing bawah ke belakang).
7) Pada saat perkenaan kedua tangan tidak sejajar dan rapat serta goyah, hal ini berakibat pantulan bola kurang bagus.
8) Terlambat mengantisipasi datangnya bola, sehingga bola turun terlalu rendah perkenaannya.
9) Terlalu eksplosif gerakan keseluruhan, gerakan statis dan kaku pada saat melakukan passing bawah.
10) Pada saat melakukan pasing bawah pandanagan tidak kearah bola.

Cara Melakukan Passing Bawah Satu Tangan

Sikap Perkenaan

Ambillah posisi sikap siap normal dengan tumit diangkat sedikit, agar keadaan tubuh seimbang labil untuk menjamin dapat melakukan reaksi ke segala arah dengan cepat. Kedua tangan berada di depan dada, perhatian tertuju ke arah bola.

Sikap Pelaksanaan

Setelah mengamil awalan (start) secukupnya, sehingga bola berada pada jarak yang tepat dengan melakukan passing satu tangan. Jarak jangkauan yang dimaksud adaalah satu lengan ditambah dengan kepanjangan badan yang dijulurkan kearah bola. Tangan yang akan digunakan untuk melakukan passing dijulurkan dengan jari-jari kaki menggenggam ringan. Perkenaan bola pada permukaan lengan bawah antara pergelangan tangan dan sendi siku. Sedangkan pusat (poros) gerakan lengan pada sendi bahu, usahakan satu gerakan lengan dari sudut 30º menuju ke sudut 90º (gerakan dari baawah ke atas terhadap sumbu badan). Rendahkan badan dan julurkan lengan sejauh mungkin untuk mencapai bola yang akan dipukul (di passing).

Sikap Akhir

Setelah memukul bola, maka dapat diteruskan dengan mengguling- kan badan ke samping, guling ke depan atau ke belakang sesuai dengan arah pengambilan bola passing bawah satu tangan sebagai gerakan lanjutan. Setelah selesai melakukan passing, kemudian cepat bangun untuk siap bermaindan pandangan pemain selalu ke arah bola. Keberanian pemain, semangat dan perhitungan yang matang mempunyai andil besar terhadap keberhasilan pemain dalam melakukan passing bawah satu tangan.

Cara Melakukan Passing Atas

Passing atas adalah operan bola yang dilakukan dengan menggunakan ujung jari-jari pada saat bola datang setinggi bahu atau lebih. Passing dimaksudkan memberikan operan kepada kawan satu regu untuk menyusun serangan kedaerah lawan, sehingga bola yang dihasilkan harus mudah diterima kawan satu regu. Cara pelaksanaan passing atas tersebut adalah sebagai berikut:

Sikap Persiapan

Pemain mengambil sikap siap normal. Dalam permainan bola voli sikap normal yang dimaksud adalah pengambilan sikap tubuh sedemikian rupa, sehingga memudahkan pemain untuk bergerak dengan cepat ke segala arah yang diinginkan. Secara keseluruhan posisi tubuh tubuh harus selalu berada paada kondisi seimbang labil agar koordinasi tubuh tetap dapat dikuasai sehingga dengan mudah dapat bergerak ke segala arah yang dikehendaki dengan cepat. Sikap siap normal yang dimaksud adalah sebagai berikut: pemain berdiri bertumpu dengan kedua kaki selebar bahu, dengan salah satu kaki berada agak di depan. Bagi yang tidak kidal posisi kaki kiri berada agak di depan dibanding dengan kaki kanan.
Lutut ditekuk, badan agak condong sedikit ke depan dengan tangan siap berada di depan dada. Pada saat akan melakukan passing, maka segera mengambil posisi badan di bawah bola, dan tangan diangkat berada di depan atas dahi. Jari-jari tangan secara keseluruhan membentuk setengah bulatan (Gambar 3.5). Jarak anatara jari-jari yang satu dengan yang lain agak direnggangkan sedikit, dan kedua ibu jari (kanan dan kiri) membentuk sudut ± 90º.

Sikap Perkenaan

Pada saat passing atas, bola bersentuhan dengan ujung jari pada ruas pertama dan kedua ibu jari. Ketika jari bersentuhan dengan bola, maka jari-jari agak ditegangkan sedikit, dan bersamaan dengan itu diikuti dengan gerakan pergelangan tangan kearah depan atas dengan gerakan agak eksplosif (Gambar 3.6).

Sikap Akhir

Setelah bola berhasil di passing, maka lengan bergerak lurus sebagai suatu gerkan lanjutan, diikuti dengan badan dan langkah kaki ke depan agar koordinasi gerakan tetap terjaga dengan baik. Gerakan tangan, pergelangan, lengan dan kaki harus merupakan suatu gerakan yang utuh dan harmonis, sedangkan pandangan pemain harus tetap mengikuti arah bola.

Cara Melakukan Passing Atas Guling Belakang

Passing atas guling belakang digunakan apabila bola yang datang akan dipassing berada di depan tepat badan atau agak jauh dari badan, sedangkan ketinggiana bola berdaa di baawah bahu pemain, sehingga pemain tersebut sebelum melakukan passing atas harus mendekati bola dengan merendahkan tubuhnya. Cara pelaksanaan passing ats guling belakang tersebut adaalah sebagai berikut:

Sikap Persiapan

Pemain mengambil sikap siap normal, dengan keadaan seimbang labil, agar mudah bergerak dengan cepat. Kedua tangan siap di depan dada untuk persiapan melakukan gerakan passing atas guling belakang dengan sempurna.

Sikap Perkenaan

Ketika bola datang di depan badan dengan ketinggian bola lebih rendah dari bahu pemain, maka pemain harus bergerak dengan cepaat ke depan dan merendah, sehingga posisi bola berada di depan atas dahi pemain. Perkenaan bola dengan jari sama dengan perkenaan bola ketika melakukan passing atas dengan normal. Letak bola pada saat melakukan passing berada di depan atas dahi pemain, hanaya posisi pemain agak merendah dengan menyesuaikan ketinggian bola yang datang. Setelah tangan digerakkan ke atas untuk memantulkan bola dan pemain telah berhasil melakukan passing atas sambil merendah segera diikuti dengan gerakan lanjutan guling ke belakang.
Untuk menjaaga keseimbangan badan dan koordinasi gerakan passing, ayunkan kaki ke depan dengan kaki ditekuk untuk membantu badan siap kembali jongkok dan dengan cepat siap untuk bermain lagi. Upaya menekuksalah satu kaku bertujuan utntuk membentuk badan menjadi setengah lingkaran, sedangkan kaki yang lain dijejakkan ke depan atas dalam keadaan lurus utnuk menambah percepatan bangun jongkok dan siap utnuk bermain lagi.

Cara Melakukan Passing Atas Guling ke Samping

Teknik passing atas guling ke samping ini digunakan apabila bola yang datang dan akan dipassing berada di sebelah kanan atau kiri badan ketinggian bola lebih rendah dari bahu pemain, sehingga pemain tersebut sebelum melakukan passing atas harus mendekati bola dengan merendahkan tubuhnya. cara pelaksanaan passing atas guling ke samping tersebut adalah sebagai berikut:

Sikap Persiapan

Pemain mengambil sikap jongkok, dengan keadaan badan setimbang labil. kedua tangan siap di depan dada dengan pandangan dan konsentrasi selalu mengarah pada bola yang sedang dalam permainan. upaya tersebut dimaksudkan untuk persiapan melakukan gerakan passing atas guling ke samping dengan sempurna.

Sikap Perkenaan

Pelaksanaan passing atas guling ke samping ini sama dengan pelaksanaan passing atas normal. Yang penting untuk diperhatikan dalam teknik ini, pemain harus dapat bergerak ke samping dengan cepat dan berusaha agar posisi bola tetap berada di depan atas dahi pemain. Perkenaan bola dengan jari sama dengan perkenaan bola ketika melakukan passing atas dengan normal. Letak bola pada saat melakukan passing berada di depan atas dahi pemain, hanya posisi pemain agak merendah menyesuaikan dengan ketinggian bola yang datang. setelah jari- jari tangan dan lengan memvoli bola ke arah depan atas, segera diikuti dengan gerakan lanjutan guling ke samping dengan pandangan tetap ke arah bola. Dagu ditarik ke dada, geseran badan hanya pada bahu bagian belakang dan punggug. Untuk menjaga koordinasi, keseimbangan gerakan dan ketepatan mengerahkan bola, dapat ditunjang dengan melakukan gerakan setengah guling ke samping tersebut.

Sikap Akhir

Ketika bola telah terlepas dari jari-jari, maka lengan diluruskan ke depan atas dengan luwes, sebagai suatu gerakan lanjutan, pandanagn dan konsentrasi pemain harus tetap mengikut arah bola, kemudian segera bangun dengan cepat siap untuk bermain kembali. Keberanian dan semangat yang tinggi diperlukan oleh pemain untuk dapat melakukan passing atas guling belakang dan guling samping. Kedua teknik ini belum dapat dilatihkan sebelum anak latih menguasai secara baik teknik dasar passing atas normal.

Cara Melakukan Passing Atas Sambil Meloncat

Teknik passing atas dengan meloncat biasa digunakan apabila pemain melakukan mengadakan tipuan dan bermain cepat. Passing ini biasa dilakukan oleh smasher dan pengumpan yang berada di dekat net, dimana gerakan semula seperti akan melakaukan smash, tetepi ahirnya gerkan tersebut diubah menjadi passing atau umpan kepada kawan seregu. Cara pelaksanaan passing atas sambil meloncat tersebut adalah sebagai berikut:

Sikap Persiapan

Pemain mengambil sikap normal seimbang labil, dengan konsentrasi tetap ke arah bola.

Sikap Perkenaan

Ketika bola datang di dekat net, dengan ketinggian di atas net, maka pemain dengan cepat bergerak mengambil posisi di bawah bola. Dengan bertumpu pada kedua kaki, pemain tersebut meloncat ke atas mirip dengan gerakan smash menyongsong bola. Pada titik tertinggi loncatan, dimana tangan telah siap melaksanakan passing atas, bola berada di depan atas dahi pemain. Bola dipantulkan sempurna dengan kekuatan meluruskan lengan ke depan atas sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Perkenaannya sama dengan passing atas normal, hanya saja dilakukan dengan lompatan ke atas.

Sikap Akhir

Pandangan mata selalu ke arah bola, pada saat mendarat usahakan dengan kaki mengeper dan tetap berada pada saat melakukan tumpuan meloncat sebelum melakukan passing. Gerakan passing dengan meloncat ini menuntut loncatan ke arah vertikal (atas), keseimbangan dan koordinasi gerakan harus baik. Passing sambil melompat ini mengeluarkan tenaga yang lebih banyak dibanding dengan passing atas normal, sehingga sebaiknya teknik ini digunakan apabila dipandang betul-betul perlu misalnya bola tinggi di dekat net. Beberapa kemungkinan kesalahan yang terjadi pada saat melakukan passing atas adalah:
1. Pemain kurang cepat menempatkan diri di bawah bola dan malas menekuk lutut dalam sikap permulaan dan pelaksanaan.
2. Membuka jari-jari terlelu lebar dan lurus sehingga tidak membentuk cekungan setengah lingkaran jari-jari dan telapak tangan.
3. Kedua siku terlalu keluar ke samping atau terlalu masuk ke dalam, sehingga jari-jari dan telapak tangan tidak dapat membentuk posisi setengah lingkaran secara sempurna.
4. Perkenaan bola pada ujung jari-jari kurang luwes, mengakibatkan kuku robek atau bola bersentuhan dengan telapak tangan.
5. Tangan, jari-jari selalu lemah kekuatannya karena kurang latihan.
6. Gerakan yang dilakukaan kurang luwes.
7. Lengan sudah lurus ke atas sebelum perkenaan bola, sehingga tidak ada kekuatan utuk melakukan passing ke depan atas pada saat bola menyentuh jari-jari.
8. Gerkan jari, pols, lengan, badan, dan kaki kurang selaras dan tidak merupa-kan satu gerakan yang utuh.
9. Kurangnya konsentrasi ke arah bola pada saat melakukan pasisng atas, sehingga menyebabkan terjadinya geraka-gerakan yang salah.
10. Gerakan jari, pols tangan pada saat perkenaan bola terlalu ekspolsif (terlalu kuat) atau terlalu lemah, sehingga menghasilkan kualitas bola yang tidak baik.
11. Kurangnya keberanian dalam mengambil bola jauh dengan meluncur, guling ke samping, maupun guling ke belakang sehingga arah bola tidak sesuai dengan sasaran yang diinginkan.

Model Cara Melakukan Passing

a. Latihan Passing Bawah

1. Latihan Individu
a) Latihan gerakan passing bawah dengan melempar bola ke dinding Tujuan: melatih sikap dalam melakukan pergerakan passing bawah
Cara melakukan:
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan tembok adalah 3 meter.
3) Posisi kaki kanan pemain berada lebih depan dibanding kaki kiri (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Pemain melempar bola ke dinding seperti melakukan passing bawah.
5) Lakukan berulang-ulang.

b. Latihan gerakan passing bawah dengan bola statis

Tujuan: melatih sikap dalam melakukan pergerakan passing bawah dan perkenaan bola pada lengan.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.

2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas memegang bola dengan kedua lengan lurus menghadap ke bawah dan menghadap barisan pemain.
3) Pemain yang berada pada barisan terdepan memukul bola dan ditekan dengan menggunakan gerakan passing bawah dan ber- usaha melatih perkenaan bola tersebut dengan lengan tetap lurus.
4) Trainer bertugas memegangi bola mempertahankan bola tersebut jangan sampai lepas dari pegangan.
5) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
6) Setelah pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan pemain tersebut mundur ke belakang bergantian dengan pemain yang lain.

c. Latihan gerakan passing bawah dengan bola dilepas

Tujuan: melatih sikap dalam melakukan pergerakan passing bawah, perkenaan bola pada lengan dan kontrol bola.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas menjatuhkan bola menghadap barisan pemain.
3) Pemain yang berada pada barisan terdepan menyambut bola yang dijatuhkan dengan menggunakan gerakan passing bawah.
4) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
5) Setelah pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan pemain tersebut mundur ke belakang bergantian dengan pemain yang lain.

d. Latihan gerakan passing bawah dengan bola dilempar

Tujuan: melatih perkenaan bola pada lengan dan ketepatan passing bawah ke sasaran.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas melempar bola ke pemain.
3) Jarak antara pelempar dengan pemain yaitu 1,5 meter.
4) Pemain yang berada pada barisan terdepan menyambut bola yang dilempar dengan menggunakan gerakan passing bawah mengarah ke trainer.
5) Setelah melakukan pemain langsung mundur ke barisan belakang
6) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
7) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauhsesuai dengan kemampuan pemain.

e. Latihan gerakan passing bawah dengan variasi umpan

Tujuan: meningkatkan kemampuan dalam melakukan passing bawah dan ketepatan passing bawah ke sasaran.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas mengumpan bola ke pemain dengan cara memukul bola seperti melakukan service bawah.
3) Jarak antara pengumpan dengan pemain yaitu 3 meter.

4) Pukulan bola yang diumpan oleh trainer bervariasi. Pertama bola dipukul melambung tinggi, kemudian bola dipukul parabola dan terakhir bola dipukul mendatar.
5) Bola yang diumpan oleh trainer diusahakan tepat ditujukan pada posisi pemain.
6) Pemain yang berada pada barisan terdepan menyambut bola yang diumpan dengan menggunakan gerakan passing bawah mengarah ke trainer.
7) Setelah melakukan pemain langsung mundur ke barisan belakang
8) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan
9) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauh sesuai dengan kemampuan pemain.

f. Latihan gerakan passing bawah dengan variasi gerakan

Tujuan: melatih kecepatan reaksi pemain dalam melakukan passing
bawah.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas mengumpan bola ke pemain dengan cara memukul bola seperti melakukan service bawah.
3) Jarak antara pengumpan dengan pemain yaitu 3 meter.
4) Pukulan bola yang diumpan oleh trainer bervariasi. Pertama bola dipukul melambung tinggi, kemudian bola dipukul parabola dan terakhir bola dipukul mendatar.
5) Bola yang diumpan oleh trainer sengaja diberikan tidak tepat pada posisi pemain yaitu bola berada agak di depan pemain, di belakang pemain, dan di samping kanan dan kiri pemain.
6) Pemain yang berada pada barisan terdepan berusaha mengejar bola yang diumpan dan melakukan passing bawah mengarah ke trainer.
7) Setelah melakukan pemain langsung mundur ke barisan belakang
8) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
9) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauh sesuai dengan kemampuan pemain.

g. Latihan gerakan passing bawah dengan dinding

Tujuan: meningkatkan kemampuan dalam melakukan passing bawah dan kontrol bola.

Cara melakukan:
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding adalah 2 meter.
3) Pemain melempar bola ke dinding, setelah bola terpantul disambut dengan gerakan passing bawah.
4) Lakukan berulang-ulang.

h. Latihan gerakan passing bawah di dalam lingkaran

Tujuan: meningkatkan kemampuan dalam melakukan passing bawah dan kontrol bola.

Cara melakukan:
1) Pemain berdiri di dalam lingkaran dengan diameter lingkaran 2 meter.
2) Pemain melakukan passing bawah dengan ketinggian bola rata- rata 1 meter.
3) Pemain tidak boleh keluar dari lingkaran dalam melakukan passing bawah.
4) Lakukan berulang-ulang.

i. Latihan gerakan passing bawah dengan bola di smash

1) Latihan gerakan passing bawah dengan bola di smash bentuk 1 Tujuan: meningkatkan keberanian pemain dalam menerima bola-
bola yang datangnya keras.

Cara melakukan:
a) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.
b) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas melakukan smash bola ke arah pemain.
c) Jarak antara trainer dengan pemain yaitu 4 meter.
d) Pemain yang berada pada barisan terdepan berusaha menyam-but smash bola dengan melakukan passing bawah ke arah trainer.
e) Setelah melakukan pemain langsung mundur ke barisan belakang.
f) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

2) Latihan gerakan passing bawah dengan bola di smash bentuk 2

Tujuan: meningkatkan keberanian pemain dalam menerima bola-bola yang datangnya keras.
Cara melakukan:
a) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang.
b) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas melakukan smash bola ke arah tengah, samping kiri dan samping kanan pemain.
c) Jarak antara trainer dengan pemain yaitu 4 meter.
d) Pemain yang berada pada barisan terdepan berusaha menyambut smash bola dengan melakukan passing bawah ke arah trainer.
e) Setiap satu rangkaian drill passing bawah selasai diberikan
trainer pemain langsung mundur ke barisan belakang.
f) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

3) Latihan gerakan passing bawah dengan bola di smash bentuk 3 Tujuan: meningkatkan keberanian pemain dalam menerima bola-
bola yang datangnya keras.

Cara melakukan:
a) Pemain berdiri membelakangi tembok dengan posisi tubuh siap melakukan passing bawah.
b) Jarak antara dinding dengan pemain sekitar 0,5 meter.
c) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas melakukan smash bola ke arah pemain.
d) Jarak antara trainer dengan pemain yaitu 4 meter.
e) Pemain berusaha menyambut smash bola dengan melakukan passing bawah ke arah trainer.
f) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

4) Latihan gerakan passing bawah dengan bola di smash bentuk 4 Tujuan: meningkatkan keberanian pemain dalam menerima bola-
bola yang datangnya keras.

Cara melakukan:
a) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang membuat barisan ke belakang.
b) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas memberikan umpan ke pemain.
c) Jarak antara trainer dengan pemain yaitu 4 meter.
d) Pertama trainer melambungkan bola ke arah pemain, kemudian pemain menyambut dengan passing bawah. Bola hasil passing bawah diusahakan melambung tinggi. Setelah bola melam- bung kemudian trainer memukul bola tersebut ke arah pemain, dan disambut dengan passing bawah.
e) Setiap satukali rangkaian drill passing bawah oleh trainer, pemain langsung mundur ke barisan belakang.
f) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

2. Latihan Berpasangan

a) Latihan gerakan passing bawah berpasangan dengan teman Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing bawah Cara melakukan:
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 3 meter.
2) Pemain melakukan passing bawah dengan pasangannya.
3) Lakukan berulang-ulang.
4) Selanjutnya jarak passing pemain dapat ditambah lebih jauh, sesuai dengan kemampuan pemain.

3. Latihan Beregu

a) Latihan gerakan passing bawah formasi berbanjar bentuk.

1 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan passing bawah

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok setiap kelompok terdiri dari 3 pemain yang berbanjar ke belakang.

2) Masing-masing kelompok saling berhadapan dengan kelompok lain.
3) Pemain terdepan melakukan passing bawah ke pemain di depannya
4) Setelah melakukan pemain mundurke belakang kelompoknya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

b) Latihan gerakan passing bawah formasi berbanjar bentuk 2 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing bawah.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
2) Masing-masing kelompok saling berhadapan dengan kelompok lain.
3) Pemain terdepan melakukan passing bawah ke pemain di depannya.
4) Setelah melakukan pemain lari ke belakang kelompok lawannya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

c) Latihan gerakan passing bawah formasi segitiga bentuk 1.
Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing bawah.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 3 kelompok membentuk formasi segitiga.

2) Setiap kelompok terdiri dari 4 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain terdepan melakukan passing bawah ke pemain terdepan pada kelompok lain yang yang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan pemain mundur ke belakang kelompoknya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang

d) Latihan gerakan passing bawah formasi segitiga bentuk 2 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing bawah.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 3 kelompok membentuk formasi segitiga.
2) Setiap kelompok terdiri dari 4 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain terdepan melakukan passing bawah ke pemain terdepan pada kelompok lainyang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan pemain lari ke belakang kelompok lain yang berada disisi kanannya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

e) Latihan gerakan passing bawah formasi persegi bentuk

1 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan passing bawah.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 4 kelompok membentuk formasi persegi
2) Setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain terdepan melakukan passing bawah ke pemain terdepan pada kelompok lain yang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan pemain mundur ke belakang kelompoknya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

f) Latihan gerakan passing bawah formasi persegi bentuk 2 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan passing bawah
Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 4 kelompok membentuk formasi persegi.
2) Setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain depan melakukan passing bawah ke pemain terdepan pada kelompok lainyang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan pemain lari ke belakang kelompok lain yang berada disisi kanannya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

b. Latihan Passing Atas
1. Latihan Individu
a. Latihan gerakan passing bawah dengan mendorong bola ke dinding Tujuan: melatih sikap dalam melakukan pergerakan passing atas Cara melakukan:

1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan tembok adalah 3 meter.
3) Posisi kaki kanan pemain berada lebih depan dibanding kaki kiri (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Pemain mendorong bola ke dinding seperti melakukan passing atas.
5) Lakukan berulang-ulang.

b. Latihan gerakan passing atas dengan bola statis. Tujuan: melatih perkenaan bola pada jari-jari tangan. Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang berbanjar ke belakang dengan pemain terdepan duduk di lantai.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas memegang bola dengan kedua lengan lurus menghadap ke bawah dan menghadap barisan pemain.
3) Pemain yang berada pada barisan terdepan mendorong bola dan ditekan dengan menggunakan gerakan passing atas dan berusaha melatih perkenaan jari-jari tangan terhadap bola.
4) Trainer bertugas memegangi bola mempertahankan bola tersebut jangan sampai lepas dari pegangan.
5) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
6) Setelah pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan pemain tersebut. mundur ke belakang bergantian dengan pemain yang lain

c. Latihan gerakan passing atas dengan bola dilepas

Tujuan: melatih perkenaan bola pada jari-jari tangan dan kontrol bola. Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang membuat barisan ke belakang dengan pemain terdepan duduk di lantai
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas menjatuhkan bola menghadap barisan pemain.
3) Pemain yang berada pada barisan terdepan mendorong bola yang dijatuhkan dengan menggunakan gerakan passing atas.
4) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
5) Setelah pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan pemain tersebut mundur ke belakang bergantian dengan pemain yang lain.

d. Latihan gerakan passing atas dengan bola dilempar

Tujuan: melatih perkenaan bola pada jari-jari tangan dan ketepatan
passing atas ke sasaran.

Cara melakukan:

1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang membuat barisan ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas melemparbola ke pemain
3) Jarak antara pelempar dengan pemain yaitu 1,5 meter.
4) Pemain yang berada pada barisan terdepan menyambut bola yang dilempar dengan menggunakan gerakan passing atas mengarah ke trainer
5) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
6) Setelah pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan pemain tersebut mundur ke belakang bergantian dengan pemain yang lain
7) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauh sesuai dengan kemampuan pemain

e. Latihan gerakan passing bawah dengan variasi umpan

Tujuan: meningkatkan kemampuan dalam melakukan passing atas dan ketepatan passing atas ke sasaran.

Cara melakukan:

1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang membuat barisan ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas mengumpan bola ke pemain dengan cara memukul bola seperti melakukan service bawah.
3) Jarak antara pengumpan dengan pemain yaitu 3 meter.
4) Pukulan bola yang diumpan oleh trainer bervariasi. Pertama bola dipukul melambung tinggi, kemudian bola dipukul parabola dan terakhir bola dipukul mendatar.
5) Bola yang diumpan oleh trainer diusahakan tepat ditujukan pada posisi pemain.
6) Pemain yang berada pada barisan terdepan menyambut bola yang diumpan dengan menggunakan gerakan passing atas mengarah ke trainer.
7) Setelah melakukan pemain langsung mundur ke barisan belakang.
8) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
9) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauh sesuai dengan kemampuan pemain.

f. Latihan gerakan passing bawah dengan variasi gerakan.

Tujuan: melatih kecepatan reaksi pemain dalam melakukan passing atas.

Cara melakukan:

1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang membuat barisan ke belakang.
2) Trainer berada di depan barisan pemain bertugas mengumpan bola ke pemain dengan cara memukul bola seperti melakukan service bawah.
3) Jarak antara pengumpan dengan pemain yaitu 3 meter.
4) Pukulan bola yang diumpan oleh trainer bervariasi. Pertama bola dipukul melambung tinggi, kemudian bola dipukul parabola dan terakhir bola dipukul mendatar.
5) Bola yang diumpan oleh trainer sengaja diberikan tidak tepat pada posisi pemain yaitu bola berada agak di depan pemain, di belakang pemain, dan disamping kanan dan kiri pemain.
6) Pemain yang berada pada barisan terdepan berusaha mengejar bola yang diumpan dan melakukan passing atas mengarah ke pelempar.
7) Setiap sekali melakukan gerakan passing atas pemain langsung mundur ke barisan belakang.
8) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.
9) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauhsesuai dengan kemampuan pemain.

g. Latihan gerakan passing atas dengan dinding.

Tujuan: meningkatkan kemampuan dalam melakukan passing atas dan kontrol bola.

Cara melakukan:
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding adalah 2 meter.
3) Pemain mendorong bola ke dinding, setelah bola terpantul disambut dengan gerakan passing atas.
4) Lakukan berulang-ulang.

2. Latihan Berpasangan

a. Latihan gerakan passing atas berpasangan dengan teman Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 3 meter.
2) Pemain melakukan passing atas dengan pasangannya.
3) Lakukan berulang-ulang.
4) Selanjutnya jarak dapat ditambah lebih jauh sesuai dengan kemampuan pemain.

3. Latihan Beregu

a. Latihan gerakan passing atas formasi berbanjar bentuk 1 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
2) Masing-masing kelompok saling berhadapan dengan kelompok lain.
3) Pemain terdepan melakukan passing atas ke pemain di depannya.
4) Setelah melakukan passing bawah pemain mundur ke belakang kelompoknya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

b. Latihan gerakan passing atas formasi berbanjar bentuk 2 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 2 kelompok setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
2) Masing-masing kelompok saling berhadapan dengan kelompok lain.
3) Pemain terdepan melakukan passing atas ke pemain di depannya.
4) Setelah melakukan pemain lari ke belakang kelompok lawannya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

c. Latihan gerakan passing atas formasi segitiga bentuk 1 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 3 kelompok membentuk formasi segitiga
2) Setiap kelompok terdiri dari 4 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain depan melakukan passing atas ke pemain terdepan pada kelompok lain yang yang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan passing atas pemain mundur ke belakang kelompoknya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

d. Latihan gerakan passing atas formasi segitiga bentuk 2 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 3 kelompok membentuk formasi segitiga
2) Setiap kelompok terdiri dari 4 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain depan melakukan passing atas ke pemain terdepan pada kelompok lain yang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan passing atas pemain lari ke belakang kelompok lain yang berada disisi kanannya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

e. Latihan gerakan passing atas formasi persegi bentuk 1 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 4 kelompok membentuk formasi persegi
2) Setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain depan melakukan passing atas ke pemain terdepan pada kelompok lain yang yang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan passing atas pemain mundur ke belakang kelompoknya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

f. Latihan gerakan passing atas formasi persegi bentuk 2 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing atas.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi 4 kelompok membentuk formasi persegi
2) Setiap kelompok terdiri dari 3 pemain berbaris berbanjar ke belakang.
3) Pemain depan melakukan passing atas ke pemain terdepan pada kelompok lainyang berada disisi kanannya.
4) Setelah melakukan passing atas pemain lari ke belakang kelompok lain yang berada disisi kanannya, arah lari sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Begitu juga selanjutnya.
5) Lakukan berulang-ulang.

C. LATIHAN KOMBINASI PASSING BAWAH DAN PASSING ATAS

1. Latihan Individu
a. Latihan gerakan kombinasi passing ke target.

Tujuan: melatih kecepatan reaksi pemain dan meningkatkan ketepatan passing pemain ke arah sasaran.

Cara melakukan:
1) Pemain berdiri berbanjar di belakang garis lapangan.
2) Trainer berada pada daerah service lapangan lawan dan bertugas melakukan service.
3) Setelah trainer melakukan service, pemain yang terdepan berusaha mengejar bola kemudian melakukan passing yang diarahkan pada posisi 3.
4) Pemain boleh masuk lapangan ketika sudah terjadi impact bola dari trainer.
5) Pemain bisa memilih jenis passing yang tepat sesuai dengan arah datangnya bola.
6) Setiap pemain melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

2. Latihan Berpasangan
a. Latihan gerakan kombinasi passing berpasangan dengan teman Tujuan: melatih kecepatan reaksi pemain dan meningkatkan
ketepatan passing pemain ke arah sasaran.

Cara melakukan:
1) Pemain berdiri membentuk 2 banjar di belakang garis lapangan.
2) Trainer berada pada daerah service lapangan lawan bertugas melakukan service.
3) Setelah trainer melakukan service, ke dua pemain yang terdepan berusaha mengejar bola kemudian melakukan passing dengan tiga kali sentuhan dan berusaha menyeberangkan ke lapangan lawan melewati net.

7) Ke dua pemain boleh masuk lapangan ketika sudah terjadi impact
bola dari trainer.
4) Pemain bisa memilih jenis passing yang tepat sesuai dengan arah datangnya bola.
5) Ke dua pasangan berusaha bekerjasama untuk menempatkan bola di area garis serang lapangan lawan.
6) Setiap pasangan melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

3. Latihan Beregu
a. Latihan gerakan kombinasi passing 3 orang
Tujuan: melatih kecepatan reaksi pemain dan meningkatkan ketepatan passing pemain ke arah sasaran.

Cara melakukan:
1) Pemain berdiri membentuk 3 banjar di belakang garis lapangan.
2) Trainer berada pada daerah service lapangan lawan bertugas melakukan service.
3) Setelah trainer melakukan service, ke tiga pemain yang terdepan berusaha mengejar bola kemudian melakukan passing dengan tiga kali sentuhan diseberangkan ke lapangan lawan melewati net.
8) Ke tiga pemain boleh masuk lapangan ketika sudah terjadi impact
bola dari trainer.
4) Pemain bisa memilih jenis passing yang tepat sesuai dengan arah datangnya bola.
5) Ke tiga pasangan berusaha bekerjasama untuk menempatkan bola di area garis serang lapangan sebelah.
6) Setiap regu melakukan sebanyak 10 kali ulangan.

b. Latihan gerakan kombinasi passing dengan game passing 3 lawan 3

Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing.

Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi empat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 pemain. Dua kelompok ditempatkan pada masing-masing lapangan.
2) Trainer berada pada daerah service disalah satu sisi lapangan bertugas melakukan service.
3) Setelah trainer melakukan service, ketiga pemain bekerjasama mengejar bola kemudian melakukan passing dengan tiga kali sentuhan kemudian diseberangkan ke lapangan sebelah melewati net.
4) Teknik yang digunakan dalam permainan ini semuanya hanya diperbolehkan melakukan teknik passing.
5) Setelah bola melewati net ke tiga pemain yang berada di lapangan sebelah berusaha bekerjasama mengejar bola kemudian melakukan passing dengan tiga kali sentuhan kemudian diseberangkan ke lapangan sebelah melewati net. Begitu juga selanjutnya.
6) Latihan dilakukan sampai 10 kali bola mati selanjutnya bergantian dengan kelompok yang lain.

c. Latihan gerakan kombinasi passing dengan game passing 6 lawan 6 Tujuan: meningkatkan kemampuan pemain dalam melakukan
passing.
Cara melakukan:
1) Pemain dibagi menjadi dua kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6 pemain yang ditempatkan pada masing-masing lapangan.

2) Trainer berada pada daerah service disalah satu sisi lapangan bertugas melakukan service.
3) Setelah trainer melakukan service, ke enam pemain bekerjasama mengejar bola kemudian melakukan passing dengan tiga kali sentuhan kemudian diseberangkan ke lapangan sebelah melewati net.
4) Teknik yang digunakan dalam permainan ini semuanya hanya diperbolehkan melakukan teknik passing.
5) Setelah bola melewati net ke enam pemain yang berada di lapangan sebelah berusaha bekerjasama mengejar bola kemudian melakukan passing dengan tiga kali sentuhan kemudian menyeberangkan ke lapangan sebelah melewati net. Begitu juga selanjutnya.
6) Setiap 3 kali service dilakukan rotasi posisi pemain.
7) Latihan dilakukan sampai 20 kali bola mati selanjutnya dilakukan perpindahan tempat.

RANGKUMAN
Passing adalah memainkan bola kepada teman satu regu dengan teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun serangan kepada regu lawan. Terdapat dua macam passing: yaitu passing atas dan passing bawah.
Passing bawah adalah upaya seorang pemain bola voli memainkan bola kepada teman satu regu menggunakan teknik tertentu, dengan perkenaan pada kedua lengan. Sedangkan passing atas adalah upaya seorang pemain bola voli memainkan bola kepada teman satu regu menggunakan teknik tertentu, dengan perkenaan pada jari-jari tangan.

Sumber:
Prof. Dr. H. M.E. Winarno, M.Pd
Drs. Agus Tomi, M.Pd
Drs. Imam Sugiono
Dona Shandy, S.Pd, M.Or

Baca Juga:

Cara Melakukan Servis Dalam Bola Voli

Cara Melakukan Servis Dalam Bola Voli – servis merupakan sajian awal untuk memulai suatu pertandingan Bola Voli, sekaligus sebagai serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Sebagai suatu serangan maka, usahakan servis harus masuk ke lapangan lawan, harus diarahkan ke tempat yang kosong atau pemain yang memiliki kemampuan passing yang kurang baik. Untuk memperoleh angka dari servis, maka harus dilakukan dengan kecepatan yang tinggi dan diarahkan ke lapangan yang kosong. Upaya ini juga dapat dilakukan dengan mengatur gerakan putaran dan floating bola pada saat servis, sehingga sulit diterima oleh receiver.

servis adalah salah satu teknik dasar yang digunakan untuk memulai suatu set atau pertandingan, pada awalnya digunakan untuk melayani lawan untuk melakukan penyerangan tetapi seiring dengan berkembangnya olahraga Bola Voli, servis digunakan untuk menyerang lawan, servis yang baik dapat mengacaukan pertahanan lawan dan menyulitkan lawan untuk melakukan serangan. servis merupakan teknik dasar yang penting dalam permainan Bola Voli, kemampuan servis yang baik dapat digunakan untuk memperoleh point dan mengacaukan posisi bertahan lawan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Beutelstahl (2005) bahwa servis dapat bertujuan untuk langsung meraih angka kemenangan dan menghalang-halangi formasi penyerangan lawan.

Pemain Bola Voli harus menguasai teknik dasar servis dengan baik sehingga dalam melakukan servis tingkat keberhasilannya tinggi. Menurut Viera dan Fergusson (1996) “bahwa suatu pertandingan, sangat penting bagi pemain untuk melakukan servis dengan konsisten, yaitu paling tidak 90% dari servis pemain dapat melewati net ke daerah lawan”. Keefektifan dan keberhasilan servis memberikan keuntungan bagi tim dan sebaliknya kegagalan servis merugikan tim dalam pertandingan, hal ini dikarenakan peraturan permainan Bola Voli berkembang ke arah kompetisi yang lebih ketat dan lebih menarik, khususnya sistem penilaian sekarang menggunakan sistem rally point, setiap kesalahan atau kegagalan melakukan servis dapat langsung memberikan nilai kepada tim lawan.

Cara Melakukan Servise Dalam Bola Voli Yang Baik dan Benar

Menurut Suharno (1992) apabila dilihat dari segi pelaksanaan memukul bola servis dibagi menjadi 2 macam yaitu: (a) servis tangan bawah, (b) servis tangan atas, servis tangan atas ada tiga yaitu: tennis servis, floating dan cekis. servis apabila dilihat dari segi pelaksanaan dapat digolongkan servis tangan bawah dan servis tangan atas.

1.Cara Melakukan Servis Bawah

servis tangan bawah adalah usaha untuk memulai pertandingan dan mengarahkan bola ke arah lapangan lawan yang dilakukan oleh pemain yang berada didaerah servis, pemain memukul bola dengan satu tangan dibawah pinggang atau kira-kira setinggi pinggang. Teknik dasar servis bawah sering digunakan oleh pemain pemula dan pemain wanita. Menurut Robison (1997) “untuk pemain baru, servis tangan bawah merupakan cara yang paling mudah”.
Secara garis besar pelaksanaan servis bawah sama dengan servis atas, perbedaanya pada saat perkenaan bola pada tangan. servis bawah perkenaanya dibawah bahu sedangkan servis atas perkenaannya diatas bahu.
Langkah-langkah melakukan servis bawah sebagai berikut:

a. Sikap permulaan
1) Pemain berdiri di belakang garis belakang dengan posisi kaki kiri berada agak di depan kaki kanan (bagi yang kidal maka kaki kanan yang berada agak di depan)
2) Letakan bola ditelapak tangan kiri (Untuk yang kidal maka sebaliknya)
3) Lambungkan bola ke atas setinggi 50 cm sampai dengan 1 meter, bersamaan dengan itu tarik tangan kanan (tangan kiri bagi yang kidal) ke belakang untuk melakukan awalan.
1) Setelah bola yang dilambungkan turun dari titik tertinggi dan mencapai sejajar dengan pinggang, maka pada saat itu tangan dan lengan kanan diayunkan dari belakang ke depan untuk memukul bola.

Sikap permulaan termasuk gerakan postural sesuai dengan pendapat Drowatzky (1981) “pergerakan postural, untuk mengatur posisi badan berkenaan dengan gravitasi”. Sikap permulaan pada saat memegang bola termasuk keterampilan gerak kasar dan halus karena saat memegang bola melibatkan otot besar pada lengan dan melibatkan otot- otot kecil pada tangan dan jari.

Secara garis besar rangkaian gerak servis bawah termasuk gerak diskrit berdasarkan klasifikasi gerak titik dan awal gerakan, karena rangkaian geraknya mempunyai permulaan dan akhiran yang jelas. Gerakan servis bawah apabila diklasifikasikan berdasarkan kompleksitas gerakan termasuk keterampilan gerak komplek karena rangkaian geraknya menggabungkan beberapa elemen gerak seperti melempar dan memukul bola yang dikoordinasikan menjadi satu rangkaian gerakan servis bawah.
b. Sikap Perkenaan:
1) Perkenaan bola pada saat servis dapat dilakukan dengan bagian lengan dan tangan manapun.

2) Untuk pemula harus tetap memperhatikan luas penampang tangan dan lengan yang bersentuhan dengan bola.
3) Makin luas penampang permukaan tangan yang tersentuh dengan bola maka kemungkinan bola hasil servis masuk ke lapangan lawan makin tinggi.
4) Perkenaan tangan dengan bola pada saat melakukan servis dapat dilakukan dengan telapak tangan dan genggaman tangan bagian atas.
5) Pada saat terjadi sentuhan bola dengan tangan, maka tangan sedikit ditegangkan untuk memperoleh pantulan yang baik.

Kedua perkenaan pada lengan yang digunakan memukul bola, kemudian berat badan dipindahkan ke sebelah depan, bola dipukul dengan telapak tangan terbuka, pergelangan sekaku mungkin.
c. Sikap akhir
1) Setelah memukul bola, maka diikuti dengan langkah kaki kanan (kaki kiri bagi yang kidal) ke depan dan terus masuk ke lapangan permainan.

2) Setelah pemain melakukan servis maka harus segeran masuk ke lapangan permainan untuk siap memaikan bola apabila pemain regu lawan mengarahkan bola kepada pemain yang melakukan servis.

Pada saat tangan kiri melambungkan bola dibutuhkan kekuatan otot- otot lengan yang cukup kuat terutama deltoid sebagai pangkal lengan yang juga didukung oleh pektoralis mayor dan lattisimus dorsi. Ketika tangan kanan memukul bola kekuatan akan bertumpu pada otot-otot bahu, dada, triceps dan wrist.

2. Cara Melakukan Servis Atas

servis atas adalah teknik dasar servis yang dilakukan dengan perkenaan bola di atas kepala. servis atas memiliki tingkat kesulitan yan cukup tinggi, tujuan utama servis atas adalah mempercepat laju bola menukik dari atas ke bawah. Menurut Viera dan Fergusson (1996) “servis atas paling efektif, karena sulit menangkisnya, jalannya bola berbeda tergantung bagian mana dari bola yang kena pukul.
Sikap persiapan:
1) Pemain berdiri di belakang garis backline dengan posisi kaki kiri (kaki kanan bagi yang kidal) berada di agak depan dibandingkan kaki kanan (kaki kiri bagi yang kidal)
2) Kedua kaki sedikit ditekuk.
3) Tangan kiri dan kanan sama-sama memegang bola, tangan kiri menyangga bola dan tangan kanan memegang bola bagian atas sehingga sehingga bola berada di depan atas kepala server. (posisi sebaliknya untuk yang kidal)
4) Lambungkan bola ke atas dengan tangan kiri (tangan kanan untuk yang kidal) kurang lebih setinggi satu meter, bersamaan dengan itu tangan

kanan (tangan kiri bagi yang kidal) ditarik ke belakang dan di atas kepala untuk melakukan awalan dengan telapak tangan menghadap ke depan.

Sikap perkenaan:
1) Setelah tangan kanan (tangan kiri bagi yang kidal) berada di atas belakang kepala dan bola berada dalam jangkauan, maka bola segera dipukul.
2) Perkenaan tangan dengan bola pada saat melakukan servis dapat dilakukan dengan telapak tangan dan genggaman tangan yang menghadap ke depan.
3) Pada saat terjadi sentuhan bola dengan tangan, maka tangan sedikit ditegangkan untuk memperoleh pantulan yang baik atau sempurna.

Sikap akhir:
1) Setelah memukul bola, maka diikuti dengan langkah kaki kanan (kaki kiri bagi yang kidal) ke depan dan terus masuk ke lapangan permainan.
2) Setelah pemain melakukan servis maka harus segeran masuk ke lapangan permainan untuk siap memaikan bola apabila pemain regu lawan mengarahkan bola kepada pemain yang melakukan servis.
Teknik dasar servis atas dalam permainan Bola Voli terdiri dari beberapa macam, menurut Yunus, (1992) terdiri dari: (1) tenis servis, (2) floating, dan (3) cekis. servis atas dalam Bola Voli juga dapat diklasifikasikan berdasarkan hasil putaran bola. Putaran bola yang dihasilkan dipengaruhi adanya gerakan pukulan dan posisi pukulan pada bola. Berdasarkan arah putaran bola yang dihasilkan servis atas dibedakan menjadi 5 yaitu: (1) top spin, arah putaran bola ke depan, (2) back spin, arah putaran bola ke belakang, (3) in side spin, arah putaran bola ke arah samping dalam, (4) out side spin, arah putaran bola ke arah samping luar, dan (5) float, bola mengapung (tanpa putaran).
a. servis putaran depan
Teknik servis putaran depanmenghasilkan arah putaran bola ke depan, dalam teknik ini hal yang harus diperhatikan oleh pemain saat melakukannya pukulan pada bola, perkenaan tangan 1/3 atas bagian bola dan jari-jari tangan mengikuti lingkaran bola dan diputar ke arah depan.
Langkah-langkah melakukan teknik servis putaran depan, penjelasannya sebagai berikut:
1) Sikap permulaan
Pemain berdiri di daerah servis dengan menghadap net, pemain yang melakukan servis harus memperhatikan sikap permulaan. Pertama harus diperhatikan adalah posisi kaki pemain sedikit terhuyung dengan kaki.

Sisi yang tidak memukul berada di depan, lutut sedikit ditekuk, dan berat badan tertumpu pada di kaki belakang. Kedua bahu pemain menghadap net atau sedikit agak terbuka ke garis tepi, bola dipegang dengan tangan yang tidak memukul dengan memegang bagian bawah bola, tangan yang memukul memegang bagian atas bola, ke dua lengan lurus ke depan dengan tinggi bola kira-kira setinggi bahu dan berada depan dada. Terakhir posisi badan menghadap ke lapangan dengan melihat sasaran, selanjutnya fokus ke bola.
2) Gerak pelaksanaan
Pemain melambungkan bola kira-kira 30 sampai 50 cm dengan tangan yang memegang bola. Lemparan harus sejajar dengan bahu dan agak mengarah ke jaring. Ketika bola dilemparkan, pemain menggerakkan tangan yang memukul ke belakang dan naik ke atas sehingga siku terangkat tinggi dan tangan dekat berada pada telinga, bahu berputar kembali ke arah sisi tangan yang memukul (siku ke arah belakang). Ketika bola mencapai titik tertinggi, sambil melihat kearah bola, pemain mengayunkan yang memukul secepat mungkin, diikuti liukan pinggul dan bahu (putaran), di ikuti siku yang tinggi, selanjutnya pergelangan tangan dan tangan, Lestari, (2007).
Saat perkenaan telapak tangan dengan bola, posisi telapak tangan terbuka membentuk lengkung bola dan berada 1/3 di belakang atas bola. Perkenaan bola seperti ini memungkinkan bola berputar ke depan selama menjalani lintasan dan melewati net.
3) Gerak lanjut
Setelah bola berhasil dipukul pemain memindahkan berat badan ke depan untuk menjaga keseimbangan, selanjutnya melangkah masuk ke dalam lapangan permainan dan mengambil sikap pertahanan. Setiap pemain harus melakukan tiga tahapan tersebut dengan koordinasi yang baik dan gerakan permulaan, pelaksanaan dan lanjutan harus ritmis agar teknik servis yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.

b. servis putaran belakang
Teknik servis putaran belakangmenghasilkan arah putaran bola ke belakang, dalam teknik ini hal yang harus diperhatikan oleh pemain saat melakukannya pukulan pada bola, perkenaan tangan 1/3 bawah bagian bola dan jari-jari tangan mengikuti lingkaran bola dan diputar ke arah belakang. Untuk memperoleh putaran bola yang cepat, gunakan bantuan lecutan tangan dengan tenaga yang besar.

Langkah-langkah Melakukan Teknik servis Putaran Belakang penjelasannya sama dengan teknik servis putaran depan, perbedaannya terletak pada perkenaan bola dengan tangan.
c. servis putaran dalam
Teknik servis putaran dalammenghasilkan arah putaran bola dari luar ke dalam, dalam teknik ini hal yang harus diperhatikan oleh pemain saat melakukann pukulan pada bola, perkenaan tangan 1/3 bagian luar kanan bola dan jari-jari tangan mengikuti lingkaran bola dan diputar ke arah dalam. Untuk memperoleh putaran bola yang cepat, gunakan bantuan lecutan tangan dengan tenaga yang besar. Langkah-langkah pelaksanaan teknik servis putaran dalam, penjelasan nya sama dengan teknik servis putaran depan, perbedaannya terletak pada perkenaan bola dengan tangan.
d. servis putaran luar
Teknik servis putaran luarmenghasilkan arah putaran bola samping luar, dalam teknik ini hal yang harus diperhatikan oleh pemain saat melakukannya pukulan pada bola, perkenaan tangan 1/3 kiri luar bagian bola dan jari-jari tangan mengikuti lingkaran bola dan diputar samping luar. Untuk memperoleh putaran bola yang cepat, gunakan bantuan lecutan tangan dengan tenaga yang besar.

Langkah-langkah pelaksanaan teknik servis putaran luar, penjelasannya sama dengan teknik servis putaran depan, perbedaannya terletak pada perkenaan bola dengan tangan.
e. servis mengapung
Teknik servis mengapung menghasilkan bola mengapung (tanpa putaran), dalam teknik ini hal yang harus diperhatikan oleh pemain saat melakukannya pukulan pada bola, perkenaan tangan pada tengah bola dan jari-jari tangan rapat dan lurus. Untuk memperoleh putaran bola yang cepat, gunakan bantuan lecutan tangan dengan tenaga yang besar.

Langkah-langkah pelaksanaan teknik servis mengapung, penjelasannya sama dengan teknik servis putaran depan, perbedaannya terletak pada perkenaan bola dengan tangan.
servis atas putaran depan, servis putaran belakang, servis putaran dalam, servis putaran luar dan servis mengapung mempunyai kesamaan pada sikap permulaan dan lanjutan, terdapat perbedaan pada saat pelaksanaan.
Sikap permulaan terdiri dari posisi tangan, tangan kiri lurus ke depan memegang bola dan tangan kanan posisi mau memukul di belakang atas kepala dengan telapak tangan tangan membuka dan jari-jari rapat, tangan kiri lurus memegang bola diharapakan menghasilkan lemparan bola yang melambung ke atas baik sehingga memudahkan untuk memukul bola, tangan kanan membuka dan jari-jari rapat agar tumbukan tangan dengan bola bisa tinggi. Posisi kaki, kaki kiri berada lebih depan dari kaki kanan, kaki kanan sebagai penumpu berat badan, posisi ini untuk menjaga keseimbangan. Posisi badan, menghadap net dengan kedua lutut agak ditekuk, kedua kaki ditekuk agar berat badan titik berat badan lebih rendah agar keseimbangan lebih besar.
Pelaksanaan hampir sama gerakanya, perbedaanya pada perkenaan tangan pada saat memukul bola, tangan kiri melambungkan bola kira-kira
50 cm, tangan kanan diayunkan untuk memukul bola yang sudah dijangkauan tangan. servis putaran depan perkenaan 1/3 bagian atas bola, servis putaran belakang perkenaan 1/3 bagian bawah bola, servis putaran dalam perkenaan 1/3 bagian samping kanan bola, servis putaran

luar perkenaan 1/3 bagian samping kiri bola dan servis mengapung perkenaan pas bagian tengah belakang bola. Pada saat tangan mau memukul diiayunkan ke belakang agar menghasilkan pukulan yang keras dan pada saat memukul bola tepat di depan dan pada jangkauan tangan yang memukul. Gerak lanjutan, setelah bola berhasil dipukul pemain memindahkan berat badan ke depan untuk menjaga keseimbangan.
Secara garis besar servis atas putaran depan, servis putaran belakang, servis putaran dalam, servis putaran luar dan servis mengapung rangkaian gerakannya bisa mencerminkan respon gerak yang dikemukakan Drowatzky (1981) menyimpulkan tanggapan/respon gerak dapat ditempatkan ke dalam tiga kategori: (a) pergerakan postural, untuk mengatur posisi badan berkenaan dengan gravitasi; (b) lokomotor atau gerak perpindahan memungkinkan seseorang untuk memindah/meng- gerakkan tubuh/badan atau bagian-bagiannya melalui ruang dan, (c) manipulasi, memungkinkan seseorang untuk belajar dan mengendalikan objek. Pola kontak (manipulasi dari objek yang diam) telah dibedakan dari penerimaan dan dorongan (manipulasi dari objek yang bergerak). Apabila diklasifikasikan berdasarkan kecermatan gerak termasuk keterampilan gerak kasar dan keterampilan gerak halus, klasifikasi gerak berdasarkan kompleksitas gerakan termasuk keterampilan gerak komplek.
Pada Pelaksanaan, tangan kiri melambungkan bola kira-kira 50 cm. Tangan kanan diayunkan untuk memukul bola yang sudah berada dijangkauan tangan. Perkenaan tangan servis putaran depan 1/3 bagian atas bola dan jari-jari mengikuti lingkaran bola, perkenaan tangan servis putaran belakang 1/3 bagian bawah bola dan jari-jari mengikuti, perkenaan tangan servis putaran dalam 1/3 bagian samping kanan bola dan jari-jari mengikuti, perkenaan tangan servis putaran luar 1/3 bagian samping kiri bola dan jari-jari mengikuti dan perkenaan tangan servis putaran belakang

tengah bagian belakang bola dan jari-jari rapat. Pada saat tangan kiri melambungkan bola dibutuhkan kekuatan otot-otot lengan yang cukup kuat terutama deltoid sebagai pangkal lengan yang juga didukung oleh pektoralis mayor dan lattisimus dorsi. Ketika tangan kanan memukul bola kekuatan akan bertumpu pada otot-otot bahu, dada, triceps dan wrist. Lanjutan, setelah bola berhasil dipukul pemain memindahkan berat badan ke depan untuk menjaga keseimbangan, selanjutnya melangkah masuk ke dalam lapangan permainan dan mengambil sikap pertahanan.
Berdasarkan analisis gerak dan otot-otot yang dominan diperlukan untuk melakukan servis bawah dan servis atas diperlukan latihan fisik khusus agar atlet dapat melakukan servis yang baik dan efektif, sehingga servis bisa digunakan sebagai serangan pertama untuk mendapat point. Fisik khusus yang diperlukan adalah fleksibelitas anggota gerak bagian atas dan bagian kaki, kekuatan otot lengan dan tangan, diperlukan power otot tungkai untuk melakukan lompatan pada jenis servis lompat.
c. servis lompat
Teknik servis lompat sering digunakan dalam pertandingan Bola Voli karena hasil pukulannya keras dan cepat, sangat efektif digunakan sebagai serangan pertama. Menurut Lestari, (2007) servis lompat adalah jenis servis yang paling lanjut dari ke empat jenis servis yang ada. Ketika sedang melakukan servis ini, pemain harus melompat ke udara (hampir sama dengan suatu serangan ke arah jaring) untuk menyentuh bola yang dilemparkan. Teknik servis lompat dapat dibagi menjadi 4 tahapan yaitu sebagai berikut:
1) Awalan
Pemain sebelum melakukan awalan harus memperhatikan sikap permulaan, sikap permulaan untuk servis lompat sama dengan servis

atas (sikap permulaan: posisi kaki, posisi tangan dan posisi badan). Awalan untuk melakukan servis lompat pemain pada umumnya menggunakan pendekatan 3 atau empat langkah yang sama dengan pendekatan smash yang kuat terhadap garis ujung ketika bola dilemparkan untuk membantu mempersiapkan lompatan. Bola dilempar dan mengarah ke jaring sehingga pemain harus mengejar lemparan (menjaga bola tetap bergerak keluar dari tubuh dengan baik di depan tubuh) dengan pendekatan tiga atau empat langkah. Pada langkah ketiga akan melibatkan kaki sisi yang tidak memukul atau kaki yang tidak memukul untuk gerakan empat langkah.
2) Tolakan
Pemain melakukan tolakan ketika bola mencapai mencapai titik tertinggi dan kiranya bola dapat dipukul, setelah itu pemain melompat ke udara.
3) Perkenaan
Pada puncak lompatan dengan mata tetap melihat bola, pemain menggerakkan lengan yang memukul ke belakang dengan siku tinggi dan tangan mendekati telinga. Selanjutnya pemain mengayunkan lengan ke depan secepat mungkin, melempar bahu, siku, pergelangan tangan, dan telapak tangan ke bola. Pemain menyentuh bola dengan pangkal telapak tangan yang terbuka, menggunakan suatu hentakan pergelangan tangan untuk memberikan gerak memutar ke depan. Setelah perkenaan, lengan yang memukul bergerak mengikuti bola ke arah sasaran (telapak tangan menghadap sasaran) dan terus ke atas net.
4) Pendaratan
Setelah melompat, pemain dapat mendarat di dalam lapangan/diluar lapangan dengan catatan lompatan dilakukan di belakang garis ujung dan perkenaan dilakukan sebelum mendarat.

servis lompat terdiri dari empat rangkaian gerakan yaitu: awalan, tolakan, perkenaan dan pendaratan, secara garis besar sama dengan servis putaran depan tetapi ada tambahan gerakan lompat pada servis lompat. Lompatan memerlukan dan melibatkan otot-otot tungkai, gluteus atau trunk. Jadi dalam servis dibutuhkan hampir seluruh otot-otot bagian tubuh. Prosedur pelaksaan servis atas dapat dilihat pada Gambar 2.9.

3. Strategi Pelaksanaan servis
Gerakan servis harus ritmis, mulai dari persiapan, pukulan dan gerakan lanjutan yang dilakukan dengan baik dengan tidak terpotong- potong dan kaku. Durrwachter (1990) mengemukakan bahwa “pemain harus memiliki koordinasi gerak yang tepat antara mengayun dan melambungkan bola, serta memukul dan gerakan maju ke depan”. Kesalahan melambungkan dan mencermati bola dan ayunan tangan akan menyebabkan kegagalan dalam melakukan servis tangan bawah. Agar servis yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal maka gerakan servis harus dilakukan dengan baik dan ritmis. Kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam melakukan servis menurut Beutelstahl, (2005) adalah sebagai berikut:
a) Pergerakan yang tidak ritmis, hal ini terjadi apabila pemain ragu-ragu.
b) Stance yang salah, istilah stance dimaksudkan sikap pemain pada waktu hendak memukul bola, baik sikap tubuh, kaki ataupun lengan.
c) Lengan kurang terayun, sehingga daya kekuatannyapun berkurang.
d) Lemparan bola kurang baik, sehingga bola kurang terkontrol.
e) Kurang memperhatikan bola.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemain dapat menyebabkan kegagalan dalam melakukan servis, misalnya tidak sampai menyeberang ke lapangan lawan atau bola keluar lapangan. Hal ini harus diminalkan dengan cara pemain melakukan latihan teknik servis secara baik dan pelatih mempunyai catatan tentang proses pemain melakukan servis pada saat latihan dan pada saat maen, hal ini sebagai bahan evaluasi pemain oleh pelatih.
Kecermatan melakukan servis ikut menentukan terhadap jalannya pertandingan. Saat melakukan servis harus benar-benar siap dan cermat, sehingga konsentrasi pada saat melakukan servis harus diperhatikan. Menurut Beutelshahl, (2005) Pendekatan taktik secara individual dalam servis sendiri terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut:
a) Pemain berjalan dengan tenang menuju area tempat melakukan
servis.
b) Pemain berkonsentrasi dulu sebelum melakukan servis.

c) Pemain memperhatikan posisi lawan: pemain manakah yang akan diberi bola servis.
Konsentrasi pemain sebelum melakukan servis dan kontrol arah bola sangat penting, agar servis dapat digunakan sebagai taktik individual menyerang lawan. Agar servis dapat digunakan sebagai serangan pertama dan dapat mengacaukan pertahanan lawan, maka menurut Suharno (1986) server harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a) Arahkan servis ke penerima yang lemah penguasaan teknik pasing.
b) servis ke tempat yang kosong.
c) Pergunakan teknik servis float, kemudian ganti teknik servis cekis
yang keras.
d) Arahkan servis ke pemain yang bergerak
e) Arahkan ke sasaran sudut datang bola yang sukar, agar penerima sulit untuk memberikan bola ke pengumpan.
f) Perhitungkan arah angin, sinar matahari dan timing pukulan setelah ada tanda peluit dari wasit.
Berkaitan strategi pelaksanaan pelaksanaan servis dalam Bola Voli, Beutelstahl, (2005) mengemukakan “sedapat mungkin server harus melancarkan servis kepada pemain lawan yang paling lemah. Selain itu pemain harus cermat mencari tempat-tempat di pihak lawan yang kurang terja terjaga dengan baik: (a) di daerah net, (b) di daerah sisi, (c) di daerah belakang.
Kecepatan, ketepatan dan keakuratan penempatan bola pada pelaksanaan servis merupakan hal yang pokok untuk memperoleh hasil yang optimal. Arah bola hasil servis yang diarahkan ke pemain yang lemah penguasaan pasingdan diarahkan ke daerah yang sulit dijangkau

pemain lawan, hal ini akan menyulitkan lawan untuk bertahan dan melakukan serangan.
Mengingat pentingnya teknik dasar servis dalam Bola Voli, maka penguasaan teknik servis harus dikuasai setiap pemain Bola Voli, penguasaan teknik dan strategi pelaksanan servis individual dapat digunakan sebagai serangan pertama terhadap lawan. servis keras dan arah bola sulit dijangkau pemain lawan akan mngacaukan pertahanan lawan, sehingga lawan sulit untuk melakukan serangan.

B. MODEL LATIHAN
A. Model Latihan servis Bawah Tujuan:
Meningkatkan keterampilan servis bawah dan melatih perkenaan tangan dengan bola, Meningkatkan keterampilan servis bawah dan membiasakan pemain melakukan servis bawah melewati net.
a. Melempar bola ke dinding
1) Pemain menghadap dinding dan kira-kira 4 meter dari dinding
2) Lakukan lemparan bola seperti melakukan servis bawah
3) Arahkan lemparan bola ke dinding
4) Lakukan berulang-ulang
b. Latihan perkenaan bola dipantulkan ke dinding
1) Pemain menghadap dinding kira-kira 4 meter dari dinding
2) Lakukan servis bawah dengan menghadap dinding
3) Arahkan servis ke dinding
4) Lakukan berulang-ulang
c. Latihan servis bawah berpasangan
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 9 meter

2) Lakukan servis bawah ke arah pasangan masing-masing
3) Lakukan servis secara bergantian
4) Lakukan berulang-ulang
d. Latihan servis bawah berpasangan melewati net dengan jarak bervariasi
1) Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
2) Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis dari bawah pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke lapangan lawan melewati net dan diarahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima.Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servisdan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
3) Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
4) servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net.
e. Latihan servis bawah ke arah target yang ditentukan
1) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servisdi lapangan lawan.
2) servis dari bawah pada area servis

3) Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.
4) Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang
5) servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.
f. Latihan servis bawah ke arah target yang ditandai bendera
1) servis bola dari bawah di daerah servis
2) Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera
3) Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali
4) Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.

B. Model Latihan servis Atas
1. servis putaran depan
Meningkatkan keterampilan servis putaran depan dan melatih perkenaan tangan dengan bola. Meningkatkan keterampilan servis putaran depan dan membiasakan pemain melakukan servis putaran depanmelewati net.
a. Latihan perkenaan bola dipantulkan ke dinding
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding kira-kira 4 meter.
3) Posisi kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Kemudian tangan kiri lurus kedepan memegang bola kearah atas (untuk pemain kidal sebaliknya).
5) Perkenaan tangan 1/3 bagian atas bola dan arahkan servis ke dinding.

6) Hasil putaran pukulan bola adalah memutar kearah depan.
7) Lakukan gerakan ini sebanyak 10kali.
b. Latihan servis putaran depan berpasangan
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 9 meter.
2) Lakukan servis putaran depan ke arah pasangan masing-masing.
3) Lakukan servis putaran depansecara bergantian.
4) Lakukan berulang-ulang.
c. Latihan servis putaran depan berpasangan melewati net dengan jarak bervariasi.
1) Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
2) Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis putaran depan pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke lapangan lawan melewati net dan di arahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima. Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servis dan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis 1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
3) Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
4) servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net.
d. Latihan servis putaran depan ke arah sasaran yang ditentukan

1) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
2) Lakukan servis dengan teknik servis putaran depan pada daerah
servis.
3) Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.
4) Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang.
5) servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.
e. Latihan servis putaran depan ke arah sasaran yang ditandai dengan bendera
1) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis putaran depan, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
2) servis bola dari atas di daerah servis.
3) Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera.
4) Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali.
5) Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.

2. servis putaran belakang
a. Latihan Individu Tujuan:
Meningkatkan keterampilan servis putaran belakang dan melatih perkenaan tangan dengan bola, Meningkatkan keterampilan servis

putaran belakang dan membiasakan pemain melakukan servis putaran belakang melewati net.
a. Latihan perkenaan bola dipantulkan ke dinding
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding kira-kira 4 meter.
3) Posisi kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Kemudian tangan kiri lurus kedepan memegang bola kearah atas (untuk pemain kidal sebaliknya).
5) Pukulah bola dengan tangan kanan pada 1/3 bagian bawah belakang bola.
6) Hasil pukulan bola memutar ke arah belakang.
7) Lakukan gerakan ini sebanyak 10kali.
b. Latihan servis putaran belakangberpasangan
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 9 meter.
2) Lakukan servis putaran belakangke arah pasangan masing- masing.
3) Lakukan servis putaran belakangsecara bergantian.
4) Lakukan berulang-ulang.
c. Latihan servis putaran belakang berpasangan melewati net dengan jarak bervariasi.
1) Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
2) Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis putaran belakang pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke

lapangan lawan melewati net dan di arahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima. Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servis dan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis 1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
3) Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
4) servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net.
d. Latihan servis putaran belakang ke arah sasaran yang ditentukan.
1) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
2) Lakukan servis dengan teknik servis putaran belakang pada daerah servis.
3) Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.
4) Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang.
5) servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.
e. Latihan servis putaran belakang ke arah sasaran yang ditandai dengan bendera
a) servis bola dari atas dengan teknik servis putaran belakang di daerah servis.
b) Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera.

c) Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali.
d) Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.
3. servis putaran dalam
Meningkatkan keterampilan servis putaran dalam dan melatih perkenaan tangan dengan bola.
a. Latihan perkenaan bola dipantulkan ke dinding
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding adalah 4 langkah.
3) Posisi kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Kemudian tangan kiri lurus kedepan memegang bola kearah atas (untuk pemain kidal sebaliknya).
5) Gerakan pukulah seperti melakukan teknik servis putaran dalam dan arah pukulan bola ke dinding.
6) Hasil putaran pukulan bola adalah memutar kearah dalam.
7) Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.
b. Latihan servis putaran dalam berpasangan
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 9 meter.
2) Lakukan servis putaran dalamke arah pasangan masing-masing.
3) Lakukan servis putaran dalamsecara bergantian.
4) Lakukan berulang-ulang
c. Latihan servis putaran dalamberpasangan melewati net dengan jarak bervariasi.

1) Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
2) Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis putaran depan pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke lapangan lawan melewati net dan di arahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima. Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servis dan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis 1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
3) Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
4) servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net.
d. Latihan servis putaran dalamke arah sasaran yang ditentukan.
a) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
b) Lakukan servis dengan teknik servis putaran dalam pada daerah servis.
c) Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.
d) Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang.
e) servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.

e. Latihan servis putaran dalam ke arah sasaran yang ditandai dengan bendera.
a) Lakukan servis dengan teknik servis putaran dalamdi daerah
servis.
b) Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera.
c) Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali.
d) Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.
4. servis putaran luar Tujuan:
Meningkatkan keterampilan servis putaran luar dan melatih perkenaan tangan dengan bola.
a. Latihan perkenaan bola dipantulkan ke dinding
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding kira-kira 4 meter.
3) Posisi kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Kemudian tangan kiri lurus kedepan memegang bola kearah atas (untuk pemain kidal sebaliknya).
5) Pukulah bola dengan tangan kanan pada 1/3 bagian kiri luar bola.
6) Hasil pukulan bola memutar kea rah luar.
7) Lakukan gerakan ini sebanyak 10kali.
b. Latihan servis putaran luar berpasangan
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 9 meter.
2) Lakukan servis putaran luarke arah pasangan masing-masing.
3) Lakukan servis putaran luar secara bergantian.

4) Lakukan berulang-ulang.
c. Latihan servis putaran luar berpasangan melewati net dengan jarak bervariasi.
1) Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
2) Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis putaran depan pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke lapangan lawan melewati net dan di arahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima. Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servis dan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis 1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
3) Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
4) servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net.
d. Latihan servis putaran luar ke arah sasaran yang ditentukan.
1) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
2) Lakukan servis dengan teknik servis putaran luar pada daerah
servis.
3) Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.

4) Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang.
5) servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.
e. Latihan servis putaran luar ke arah sasaran yang ditandai dengan bendera
a) servis bola dari atas dengan teknik servis putaran luardi daerah servis.
b) Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera.
c) Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali.
d) Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.

5. servis mengapung Tujuan:
Meningkatkan keterampilan servis mengapung dan melatih perkenaan tangan dengan bola.
a. Latihan perkenaan bola dipantulkan ke dinding
1) Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
2) Jarak pemain dengan dinding kira-kira 4 meter.
3) Posisi kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (untuk pemain kidal sebaliknya).
4) Kemudian tangan kiri lurus kedepan memegang bola kearah atas (untuk pemain kidal sebaliknya).
5) Pukulah bola dengan tangan kanan tepat ditengah-tengah bola kearah dinding.
6) Hasil pukulan bola mengapung.
7) Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.

b. Latihan servis mengapung berpasangan
1) Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 9 meter.
2) Lakukan servis mengapung ke arah pasangan masing-masing.
3) Lakukan servis mengapung secara bergantian.
4) Lakukan berulang-ulang.
c. Latihan servis mengapung berpasangan melewati net dengan jarak bervariasi.
1) Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
2) Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis putaran depan pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke lapangan lawan melewati net dan di arahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima. Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servis dan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis 1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
3) Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
4) servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net..
d. Latihan servis mengapung ke arah sasaran yang ditentukan.

1) Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
2) Lakukan servis dengan teknik servis mengapung pada daerah
servis.
3) Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.
4) Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang.
5) servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.
e. Latihan servis mengapung ke arah sasaran yang ditandai dengan bendera
a) servis bola dari atas dengan teknik servis mengapung di daerah servis.
b) Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera.
c) Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali.
d) Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.
C. Model Latihan servis lompat Tujuan:
Membantu pemain melakukan latihan awalan, tolakan, perkenaan, pendaratan dan sinkronisasi gerakan servis lompat drive yang baik dan benar.
1. Latihan awalan
Latihan awalan dengan menggunakan garis pembatas langkah, latihan ini ditekankan pada kebenaran melakukan langkah kaki saat

melakukan awalan servis lompat. Langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut:
a. Pemain berdiri di daerah servis
b. Posisi awal badan agak condong kedepan dan posisi kaki kanan di depan (untuk pemain kidal kaki kiri berada di depan).
c. Kemudian melakukan awalan 2 langkah.
d. Pada saat melangkah harus tepat pada garis pembatas yang telah dibuat.
e. Pada saat langkah gerakan tangan lurus berayun ke belakang untuk persiapan melakukan tolakan.
f. Pada saat langkah posisi tungkai ditekuk 100 – 120 derajat.
2. Latihan tolakan
Latihan tumpuan dan tolakan dengan bola dilempar sendiri, latihan ini bertujuan untuk kebenaran gerakan sudut pada saat melakukan tolakan dan melatih respon pemain dengan stimulus bola dilempar sendiri. Langkah-langkah pelaksanaanya sebagai berikut:
a. Pemain berdiri 2 langkah di garis belakang.
b. Kaki kiri berada lebih depan dibandingkan kaki kanan (pemain kidal kaki kanan yang berada di depan).
c. Bola dilempar dengan kedua tangan melambung ke arah depan kepala.
d. Kaki ditekuk dan kedua lengan diayunkan ke belakang.
e. Pemain melakukan tolakan sambil mengayunkan lengan kedepan.
f. Pemain menangkap bola hasil lemparan
g. Sudut tolakan pada tungkai adalah 100 derajat sampai 120 derajat.
3. Latihan perkenaan
Pada gerakan lanjutan servis lompat yang paling penting adalah pada saat perkenaan karena keberhasilan dalam memukul dan

melepaskan bola ke arah lapangan lawan dapat mengacaukan pertahanan lawan.
a. Pemain berdiri di depan dinding sambil memegang bola.
b. Jarak pemain dengan dinding kira-kira 4 meter.
c. Posisi kaki kiri berada lebih depan dibanding kaki kanan (untuk pemain kidal sebaliknya).
d. Kemudian tangan kiri lurus kedepan memegang bola kearah atas (untuk pemain kidal sebaliknya).
e. Pukulah bola dengan tangan kanan tepat di atas tengah-tengah bola dan arahkan servis ke dinding.
f. Hasil putaran pukulan bola adalah memutar kearah depan.
g. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.
4. Latihan pendaratan
Pada latihan ini ditekankan untuk kebenaran teknik dan ketepatan pendaratan. Cara melakukan latihan ini adalah:
a. Pemain berdiri satu langkah di belakang garis belakang di daerah
servis
b. Posisi awal pemain yaitu badan agak condong kedepan dan kaki kiri berada lebih depan dibandingkan kanan (untuk pemain kidal posisi kaki sebaliknya)
c. Pemain melakukan gerakan tolakan di belakang garis belakang di daerah servis.
d. Pemain melakukan pendaratan pada di daerah lapangan
e. Pemain langsung menuju posisi untuk bertahan
5. Latihan singkronisasi gerakan
Setiap tahapan gerakan jump servis harus dilakukan secara baik dan benar, tetapi singkronisasi dari setiap tahapan sangat penting agar dapat melakukan jump servis dengan baik.

a. Pemain berdiri 3 langkah dari garis belakang daerah servis.
b. Kedua tangan memegang bola
c. Posisi awal yaitu badan condong ke depan dengan kaki kanan di depan (untuk pemain kidal sebaliknya).
d. Bola dilempar dengan kedua tangan dengan arah bola melambung ke atas depan kepala.
e. Pandangan fokus pada bola kemudian lakukan awalan dengan 1 langkah.
f. Pada langkah terakhir dilanjutkan ditutup dengan kaki kiri berada agak di depan untuk persiapan tolakan.
g. Tekuk kedua lutut kemudian lakukan tolakan dengan sudut tolakan pada tungkai adalah 100-120 derajat.
h. Pada saat posisi melayang diudara badan, kaki dan tangan kanan ditekuk ke belakang sedangkan tangan kiri lurus kedepan.
i. Pukul bola waktu melambung di atas depan kepala dan arahkan bola ke arah lapangan lawan melewati atas net bersamaan gerakan lecutan tangan dan kaki kea rah depan.
j. Mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan.
k. Pemain kembali ke posisi bertahan.
6. Latihan servis lompat berpasangan
a. Pemain berpasangan dan saling berhadapan dengan jarak 12 meter.
b. Pemain berada berada 2 langkah di samping garis samping.
c. Pemain tidak boleh melakukan tolakan menginjak garis, depan garis samping, usahakan tolakan di belakang garis samping
d. Lakukan servis lompat ke arah pasangan masing-masing.
e. Lakukan servis lompat secara bergantian.
f. Lakukan berulang-ulang.

7. Latihan servis lompat berpasangan melewati net dengan jarak bervariasi.
a. Pemain dibagi 2 kelompok, kelompok A terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net dan kelompok B terdiri 3 orang berdiri berbanjar 3 meter dari net di lapangan satunya. Kedua kelompok saling berhadapan dan berpasangan.
b. Pemain pertama dari kelompok A melakukan servis lompat pada jarak 3 meter dari net, diseberangkan ke lapangan lawan melewati net dan di arahkan ke pemain paling depan dari kelompok B, pemain dari kelompok B menerima. Setelah itu pemain dari kelompok B yang melakukan servis dan pemain kelompok A yang menangkap bola, setiap pemain melakukan servis 1 kali dan menerima1 kali. Lakukan secara bergantian dengan teman yang ada dibarisan belakangnya.
c. Tingkatkan jarak servis menjadi 4 meter dari net dan ditingkatkan lagi menjadi 5 meter dari net, 6 meter, 7 meter dst.
d. servis dinyatakan berhasil apabila bola dilambung dan dapat dipukul secara tepat, dan dapat diseberangkan ke area lapangan lawan melewati net.
8. Latihan servis lompat ke arah sasaran yang ditentukan.
a. Pemain berpasangan 2 orang atau lebih tiap kelompok, misalnya kelompok A melakukan servis bawah, kelompok B yang menerima servis di lapangan lawan.
b. Lakukan servis dengan teknik servis lompat pada daerah
servis.
c. Arahkan bola servis ke pemain yang berada di area lapangan seberang, siap menerima di posisi 1.
d. Lakukan secara bergantian dan berulang-ulang.

e. servis dinyatakan berhasil apabila bola dapat dipukul dengan sempurna, melewati net dan tepat ke sasaran.
9. Latihan servis lompat ke arah sasaran yang ditandai dengan bendera.
a. servis bola dari atas dengan teknik servis lompat di daerah
servis.
b. Arahkan bola servis ke area yang ditandai dengan bendera.
c. Tangkap bola hasil servis oleh teman latihan, kemudian lakukan
servis kembali.
d. Lakukan servis secara berulang-ulang dan bergantian sampai dirasakan cukup.

RANGKUMAN
servis merupakan serangan pertama yang digunakan dalam permainan Bola Voli. servis yang baik adalah servis yang menyulitkan pertahanan lawan untuk melakukan serangan.
Ditinjau dari pelaksanaan memukul bola servis dibagi menjadi 2 macam yaitu: (a) servis tangan bawah, dan (b) servis tangan atas. Berdasarkan gerakan atau putaran bola hasil servis dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu: (1) top spin, arah putaran bola ke depan, (2) back spin, arah putaran bola ke belakang, (3) in side spin, arah putaran bola ke arah samping dalam, (4) out side spin, arah putaran bola ke arah samping luar, dan (5) float, bola mengapung (tanpa putaran).artikel tentang Cara Melakukan Servis Dalam Bola Voli semoga bermanfaat

Baca Juga:

Sejarah Perkembangan Bola Voli di Indonesia dan Dunia

Sejarah Perkembangan Bola Voli Di Indonesia – Permainan Bola Voli di Romawi sudah lama dikenal sejak abad pertengahan, dari Italia kemudian permainan ini di bawa ke Jerman tahun 1893 dengan nama Faustball. Lapangan faustball memiliki ukuran 50 X 20 meter, dan sebagai pemisah lapangan dipergunakan tali yang tingginya 2 meter dari lantai.

Pada waktu itu bola yang digunakan memiliki keliling 70 cm. dengan jumlah pemain untuk masing-masing regu 5 orang. Cara memainkan faustball dilakukan dengan memantul-mantulkan bola ke udara melewati atas tali (net), tidak ada batasan sentuhan dalam memainkan bola. Bola boleh menyentuh lantai sebanyak dua kali sentuhan.
Meskipun pada zaman Romawi permainan Bola Voli (faustball) sudah lama ada, namun cabang olahraga modern dianggap mulai lahir pada tahun 1895, yang didirikan oleh William C. Morgan, seorang guru pendidikan jasmani dari Young Men Christian Association (YMCA) di kota Hollyoke, negara bagian Massachusettes, Amerika Serikat. Pada awalnya cabang olahraga ini diberi nama Minonette yang kemudian diubah namanya menjadi Bola Voli oleh Dr. Alfred T.Halstead dari Springfield, Massachusettes, Amerika Serikat karena pada prinsipnya permainan ini dilakukan dengan cara mem-voli bola melintasi net.

Peraturan permainan bola voli muncul pertama kali tahun 1896 dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Peraturan ditentukan 9 innings

2. Setiap inning terdiri dari:

  • Apabila masing-masing tempat ada satu orang pemain, maka setiap regu memiliki hak satu kali service.
  • Akan tetapi apabila masing-masing tempat ada dua orang pemain, maka masing-masing regu memiliki hak tiga kali service.

3. Lapangan permainan memiliki ukuran panjang 16 meter dan lebar 8 meter.

4. Net/jaring berukuran: Panjang 8 meter dan lebar 70 cm.

5. Bola terbuat dari karet yang dilapisi dengan kulit atau kanvas. Keliling bola berukuran 25-27 Inchi (63,5-68,5 cm). Berat bola 11-12 ounches (255-340 gram).

6. Server dan service: Server harus berdiri dengan salah satu kaki di atas garis belakang. Bola harus dipukul dengan tangan (seperti pada service tenis). Bola yang diservice sebelum melewati net, tetapi mengenai kawan seregu, kemudian bola tersebut masuk ke lapangan lawan, maka bola dianggap masuk syah. Akan tetapi apabila bola jatuh diluar lapangan permainan, maka server tidak diberi kesempatan untuk melakukan service yang kedua kalinya.

7. Memperoleh skor: service yang tidak dapat dikembalikan, dan bola dalam permainan yang tidak dapat dikembalikan, maka regu yang melakukan service mendapat nilai. Hanya regu yang melakukan service yang memperoleh nilai.

8. Bola yang menyentuh garis (jatuh di atas garis) dianggap sebagai bola keluar.

9. Setiap pemain boleh menyentuh dan memainkan bola. Bola yang menyentuh diluar lapangan permainan, kemudian jatuh dan masuk di dalam lapangan permainan adalah syah.

    • Selaras bertambahnya waktu, maka penyempurnaan peraturan permainan terus dilakukan secara kontinyu, dan variasi perkembangan peraturan permainan dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut:
    • Tahun 1900: Sistem point mulai berlaku, yaitu 21 point untuk setiap set (satu set).
    • Tahun 1911: Suatu komisi yang terdiri dari ahli-ahli YMCA ditugaskan untuk meninjau kembali peraturan permainan yang sudah ada. Komisi ini berhasil melakukan beberapa perubahan peraturan permainan, satu diantaranya adalah mulai diterapkannya sistem rotasi.
    • Tahun 1917: Sistem 15 point diterima
    • Tahun 1918: Jumlah pemain yang berada di lapangan ditentukan enam orang untuk setiap regu. Ukuran tinggi net 2,40 meter.
    • Tahun 1921: Mulai ditentukan lapangan sudah dilengkapi dengan garis tengah.
    • Tahun 1922: Setiap regu diperbolehkan memainkan bola masing-masing 3 X di dalam petaknya sendiri. Telah diselenggarakan kejuaraan antar regu (perkumpulan) YMCA yang pertama kalinya di Brooklyn, New York. Federasi Athletik Amateur meminta agar regu-regu yang berada di luar lingkungan YMCA juga diperbolehkan ikut serta dalam kejuaraan tersebut.
    • Tahun 1923: Ukuran lapangan permainan ditentukan seperti yang ada sekarang, yang berukuran panjang 18 meter dan lebar 9 meter.
    • Tahun 1928: Lahirnya induk organisasi Bola Voli Amerika Serikat (The United States Volleyball). Pada tahun yang sama diselenggarakan kejuaraan nasional Bola Voli pertama untuk Amerika Serikat.

Pada awalnya permainan Bola Voli dilakukan orang untuk mengisi kegiatan rekreasi para usahawan yang populer di daerah pariwisata di lapangan terbuka pada musim panas di seluruh Amerika. Tahun 1900 Canada merupakan negara diluar Amerika pertama yang menerima olahraga ini. Gerakan internasional YMCA merupakan sarana yang efektif dalam pengembangan popularitas cabang olahraga Bola Voli ke seluruh dunia. Permainan ini pertama kali diterima di Kuba tahun 1905, Puerto Riko 1909, Philipina 1910, Uruguay 1912, Cina dan Jepang tahun 1913. Permainan Bola Voli mulai dikenalkan ke Eropa oleh tentara Amerika pada saat perang dunia I, dan menyebar ke negara Perancis, Cekoslowakia, Polandia dan Uni Sovyet.

Pada waktu itu peraturan permainan yang digunakan setiap negara atau wilayah di seluruh dunia berbeda-beda. Ketika berlangsung Olimpiade tahun 1936 dilakukan pembentukan federasi Bola Voli Internasional, tetapi usaha tersebut gagal.

Di Asia sesuai dengan kondisi penduduknya yang memiliki postur tubuh pendek, maka peraturan permainan sistem timur jauh berkembang selaras dengan keadaan tersebut. Umpamanya tim ini tidak terdiri 6 pemain, melainkan 9 pemain, tinggi net dari ukuran standar dikurangi 6 inchi. Peraturan permainan Bola Voli sistem timur jauh (Asia) ini sampai sekarang masih tetap dipergunakan di Jepang, walaupun sistem permainan jenis ini telah kehilangan popularitasnya dibanding dengan permainan yang dimainkan oleh 6 orang. Variasi lain dalam permainan Bola Voli juga terdapat di Kalifornia Selatan, Copacabana di Rio de Jainero dan daerah Mediterania di Perancis. Bola Voli Ganda (dua dalam satu regu) yang dimainkan di lapangan terbuka, bukan hanya sebagai rekreasi melainkan memiliki nilai kompetitif yang tinggi.

Bola Voli berkembang dengan pesat setelah berakhirnya perang dunia II. Kegagalan membentuk federasi Bola Voli Internasional tahun 1936 tidak melunturkan niat para perintis Bola Voli dunia dan akhirnya cita-cita mendirikan induk organisasi Bola Voli dunia terwujud pada tahun 1946, dengan berdirinya International Volleyball Federation (IVBF) yang diprakarsai oleh; Perancis, Uni Sovyet, Polandia, Yugoslavia dan Cekoslawakia.

Sejarah Perkembangan Bola Voli Di Indonesia

Cabang olahraga Bola Voli dikenal di Indonesia mulai tahun 1928. Jadi sejak penjajahan Belanda permainan ini sudah dikenal. Penyebaran permainan Bola Voli ke Indonesia dibawa oleh guru-guru Belanda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan, pada waktu itu HBS dan AMS, dan pada waktu itu permainan Bola Voli belum mendapat tempat di masyarakat. Datangnya tentara Jepang ke Indonesia, memberikan andil yang besar dalam perkembangan Bola Voli di Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, banyak bekas anggota Angkatan Perang Belanda yang bergabung kedalam kesatuan tentara Republik Indonesia, bermain Bola Voli dan memiliki andil besar dalam mengembangkan permainan Bola Voli. Sehingga Tentara Nasional Indonesia ikut berjasa dalam memasyarakatkan Bola Voli di Indonesia.

Sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) kedua yang diselenggarakan tahun 1951 di Jakarta, cabang olahraga Bola Voli masuk sebagai cabang olahraga yang selalu dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional.

Pada tahun 1955 terbentuk induk organisasi Bola Voli nasional dengan nama PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Dengan adanya induk organisasi tersebut diharapkan permainan Bola Voli di Indonesia berkembang lebih pesat dan teratur. Pembentukan induk organisasi Bola Voli Indonesia ini dipelopori oleh IPVOS (Ikatan Perhimpunan Volleyball Surabaya) dan PERVID (Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta).

Tahun 1954 IPVOS menyelenggarakan rapat mengurus, di dalam rapat tersebut dibicarakan juga kemungkinan didirikannya Induk Organisasi Bola Voli Nasional. Untuk mewujudkan prakarsa tersebut, maka IPVOS mengutus wakilnya ke Jakarta dengan tugas untuk menghubungi pimpinan KOI (Komite Olahraga Indonesia) guna membicarakan pembentukan Induk Organisasi Bola Voli Nasional. Atas jasa baik dari ketua Komisi Teknik KOI yang pada waktu itu dijabat Dr. Azis Saleh, maka diadakan pertemuan antara utusan IPVOS dengan pimpinan PERVID. Pertemuan dilangsungkan di stadion IKADA Jakarta (sekarang lapangan Monas). Dalam pertemuan tersebut diputuskan hal-hal sebagai berikut:
1. IPVOS dan PERVID mempelopori pembentukan induk organisasi Bola Voli di Indonesia.
2. Menunjuk Bapak Wim J. Latumetten sebagai formatur untuk menyusun pengurus pertama dari induk organisasi Bola Voli Nasional Indonesia.
Akhirnya pada tanggal 22 Januari 1955, formatur mengundang beberapa tokoh cabang olahraga Bola Voli, untuk mengadakan rapat penyusunan pengurus Induk Organisasi Bola Voli yang bertempat di stadion IKADA Jakarta. Kecuali membicarakan pengurus, forum rapat juga membicarakan nama Induk Organisasi tersebut. Dan terbentuklan Induk Organisasi Bola Voli Nasional Indonesia dengan nama: Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia yang disingkat PBVSI. Sedangkan susunan pengurus pusat yang pertama adalah sebagai berikut:
1. Ketua : Wim J. Latumetten
2. Wakil Ketua : Erwin Baharudin
3. Sekretaris/Bendahara : Suwarno
4. Komisi Pertandingan : S. Adiwidjaya
5. Komisi Teknik Pemilih : Da Graza
6. Anggota : (1) Soemadi
(2) R. Heins
(3) Coenrad
(4) W. Yocom
7. Komisi Daerah: W. Koe Koey Liong (berkedudukan di Surabaya).

Tanggal 28-30 Mei 1955 pengurus PBVSI yang baru, menyelenggarakan kongres dan kejuaraan Bola Voli Nasional pertama di Jakarta. Pada waktu itu yang boleh menjadi anggota PBVSI adalah Persatuan Bola Voli tingkat kabupaten. Pada setiap kongres, masing-masing anggota berhak mengirimkan satu regu putera dan puteri. Penyelenggaraan kongres waktunya bersamaan dengan penyelenggaraan kejuaraan Nasional. Kondisi ini dapat berlangsung sampai dengan tahun 1967. Pada tahun 1969 kongres PBVSI dan penyelenggaraan kejuaraan nasional waktunya bersamaan dengan Pekan Olahraga nasional. Kesepakatan ini telah diperoleh pada saat berlangsungnya kongres Bola Voli dan Kejuaraan Nasional yang diselenggarakan di kota Malang tahun 1967. Alasan untuk mengubah peraturan kejuaraan ini adalah mengingat banyaknya anggota PBVSI yang ikut serta didalam kejuaraan tersebut, sehingga dirasakan menyulitkan pelaksanaan kejuaraan. Sejak PON VII tahun 1969, kejuaraan Bola Voli Nasional hanya diikuti oleh wakil-wakil propinsi saja.

Kongres PBVSI pertama yang diselenggarakan pada tanggal 28-30 Mei 1955 di Jakarta diikuti oleh 20 persatuan kota atau bond (sekarang cabang) yang menggabungkan diri kedalam PBVSI. Sebelum dilaksanakan kongres, pada bulan Maret 1955, PBVSI telah disyahkan oleh KOI sebagai induk organisasi Bola Voli tertinggi di Indonesia. Pada tahun yang sama PBVSI telah menerima pengesahan sementara dari IVBF di Paris. Tahun 1958, bertepatan dengan diselenggarakanya Asian Games ketiga di Tokyo, PBVSI mengirimkan utusannya. Wakil Indonesia yang kirim pada kesempatan tersebut adalah Wim J. Latumetten sebagai Ketua PBVSI dan bapak Suwarno sebagai Bendahara PBVSI. Mereka mengikuti rapat- rapat AVF (Asian Volleyball Federation) dan mengadakan pembicaraan- pembicaraan dengan wakil-wakil negara peserta Asian Games ketiga.

Hasil yang dieperoleh dari missi PBVSI antara lain adalah: Japan Volleyball Federation bersedia mengirimkan regu Bola Volinya ke Indonesia pada tahun 1959 sebagai Goodwill Mission sambil memperkenalkan sistem enam orang pemain atau sistem internasional, dan sistem timur jauh atau sistem sembilan orang pemain. Pada bulan Oktober 1959, sesuai dengan keputusan IVBF di Budapest, diputuskan bahwa Indonesia (PBVSI) secara resmi diterima menjadi anggota, dan terdaftar sebagai anggota nomor 62. Pada waktu itu sudah ada 64 negara sebagai anggota IVBF.

Setelah seperempat abad berdirinya PBVSI, permainan Bola Voli benar- benar dapat merebut hati masyarakat Indonesia. Data statistik memperlihatkan bahwa permainan Bola Voli menempati urutan kedua setelah cabang olahraga sepakbola. PBVSI juga telah merintis kejuaraan-kejuaraan antar perkumpulan, kejuaraan nasional yunior, POPSI, sedangkan kejuaraan antar cabang tetap dilaksanakan di Daerah (regional).

Kejuaraan-kejuaraan Bola Voli tingkat Internasional secara resmi sudah pernah dilaksanakan di Indonesia. Yakni Asian Games ke IV di Jakarta, GANEFO dan SEA Games. PBVSI pun telah melaksanakan kursus wasit tingkat Internasional zone Asia sebanyak dua kali, dan kursus pelatih Internasional yang bekerja sama dengan Japan Foundation dan Olympic Solidarity. Penggemar Bola Voli di tanah air makin lama makin banyak, terbukti pada penyelenggaraan pertandingan PON IX pada tahun 1977 di Jakarta. Pertandingan Bola Voli yang diselenggarakan di gelanggang remaja Bulungan, pada babak semi final tidak dapat menampung penonton yang begitu banyak. Pertandingan terpaksa dihentikan karena kapasitas Gelanggang Remaja Bulungan tidak mampu lagi menampung penonton. Pertandingan kemudian dipindahkan ke ISTORA senayan. Pada pertandingan semi final dan final rata-rata jumlah penonton mencapai ±12.000 orang.

Pada Kejuaraan Nasional antar perkumpulan yang dilaksanakan tahun 1978, juga terjadi ledakan penonton, dan juga pada pertandingan Semi Final SEA Games yang pada waktu itu diselenggarakan di Gelanggang Jakarta Barat. Di bawah ini disajikan jumlah perkumpulan, pelatih dan jumlah wasit dari 26 propinsi untuk cabang olahraga Bola Voli. (Sumber Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga tahun 1976).

Secara kronologis perkembangan Bola Voli di Indonesia disajikan pada bagian berikut ini:

Tahun 1928: Permainan Bola Voli mulai diperkenalkan oleh guru-guru sekolah lanjutan dari Belanda.
Tahun 1951: Bola Voli mulai dipertandingkan dalam pesta olahraga PON kedua yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 21-28 Oktober tahun 1951.
Tahun 1953: PON ketiga di Medan tanggal 20-27 September 1953, Bola Voli merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan.
Tahun 1955:
1. Bulan Maret 1955 PBVSI secara resmi disyahkan sebagai Induk Organisasi Bola Voli Nasional yang tertinggi di Indonesia oleh KOI.
2. Tanggal 22 Januari 1955, PBVSI didirikan di Jakarta. Tanggal ini pula diselenggarakan kongres dan kejuaraan Bola Voli tingkat Nasional yang pertama.
Tahun 1957: PON IV di langsungkan di Ujungpandang/Makasar mulai tanggal 20- 27 September 1957. Pada tanggal 26-28 Desember 1957 diselenggarakan konferensi di Jakarta. Pada waktu itu juga diselenggarakan kejuaraan Nasional Bola Voli yang kedua.
Tahun 1958: Seleksi terakhir dan Pusat Latihan Nasional yang diadakan di Bandung sebagai persiapan mengikuti Asian Games ketiga di Tokyo. Pelatnas diadakan dari tanggal 23-30 Maret dibawah asuhan pelatih Fred Rumengan yang dibantu oleh Wilson. Pada kesempatan tersebut PBVSI untuk pertama kalinya mengirimkan wakilnya keluar negeri, yakni: Wim J. Latumetten dan Soewarno ke Asian Games ketiga di Tokyo, Jepang. Pada Asian Games ketiga ini diadakan penyelenggaraan pertandingan sistem timur jauh yang pertama kalinya. Tanggal 24-26 Oktober 1958 di Yogyakarta diselenggarakan Kongres ke II dan Kejuaraan Nasional Bola Voli ke III. Dalam kejuaraan tersebut untuk pertama kalinya dipertandingkan regu puteri.
Tahun 1959: Dilangsungkan kongres ketiga dan kejuaraan Nasional Bola Voli yang ke IV, kegiatan tersebut diselenggarakan di Bandung pada tangggal 18-20 Desember 1959. PBVSI untuk pertama kalinya menerima regu dari luar negeri, yaitu regu wanita Nichibo (perusahaan tekstil) yang telah melakukan pertandingan persahabatan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Tahun 1960: Diselenggarakan kongres ke IV dan kejuaraan Nasional ke V, tanggal 18-21 Desember 1960 di Surabaya. Dalam rangka persiapan kejuaraan tersebut, maka diadakan penataran wasit lokal dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan interpretasi peraturan permainan. Pada kesempatan tersebut juga didiskusikan penggunaan isyarat tangan yang seragam yang akan diterapkan dalam kejuaraan Nasional ke V. Pengurus
PBVSI Rachmad Soepono sempat menghadiri penataran wasit tersebut.
Tahun 1961:
1. Kedatangan regu putera dari Uzbekistan dan Uni Sovyet.
2. Penyelenggaraan kursus wasit Bola Voli Nasional yang pertama di Lembang Bandung mulai tanggal 1 September sampai dengan tanggal 8 Oktober 1961.
3. Diselenggarakan PON ke V di Bandung mulai tangGal 23 September sampai dengan 8 Oktober 1961. Sistem timur jauh atau sistem sembilan orang pemain untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi di Indonesia.
4. Corps Wasit Bola Voli Indonesia (CWVI) didi-rikan di Lembang Bandung.
5. Perlawatan regu Nasional Bola Voli putera ke Pakistan, Birma, Thailand dan Singapura dalam rangka persiapan Asian Games ke IV.
6. PBVSI mengirim utusan ke Budapest sebagai Board Conference yang diselenggarakan di Tokyo oleh Asian Volleyball Federation. Utusan PBVSI tersebut adalah Mr. Rachmad Soepono dan Hans Sanger.
7. Dalam rangka pembentukan tim Nasional, maka PBVSI mendatangkan seorang pelatih dari Rusia, yaitu sdr. Vladimir Zhuklin.
Tahun 1962: PBVSI mengirim sdr. Soewarno sebagai utusan ke Asian Volleyball Conference yang diselenggarakan di Tokyo. PBVSI juga mengirim wasit Nasional untuk mengikuti kursus wasit Internasional yang diselenggarakan di Tokyo. Wasit-wasit yang dikirim tersebut antara lain: Drs. Theng Kwat Hong dari Bandung, Herman Huke dari Jakarta, dan Sdr. Hans Sanger dari Surabaya. Penyegaran melalui kursus ini dilakukan sebagai persiapan

dalam memimpin pertandingan di Asian Games IV. Refreshing ditujukan kepada wasit-wasit yang akan memimpin pertandingan untuk sistem internasional, maupun para wasit yang akan memimpin pertandingan sistem timur jauh atau sembilan pemain.

Pada tahun 1962 tim Nasional Indonesia sistem internasional putera dan puteri mengadakan perlawatan ke Jepang, Pakistan, Uzbekistan, Zarbazan dan Rusia. Sedangkan untuk tim Nasional sistem timur jauh melawat ke Hongkong. Dalam rangka Asian Games ke IV, PBVSI menyelenggarakan pula The Second Congress Of The Asian Volleyball Federation. Menjamu regu putera dari Republik Rakyat China.
Tahun 1963:
1. Kedatangan regu Bola Voli putera dan puteri Korea Selatan.
2. Tim Nasional Indonesia melakukan perlawatan ke Republik Rakyat China dan ke Republik Demokrasi Korea.
3. Refreshing Course wasit, dalam rangka persi- apan penyelenggaraan GANEFO.

Tahun 1964: Menyelenggarakan pendidikan untuk calon asisten pelatih Bola Voli selama sembilan bulan yang diselenggarakan di Jakarta. Pendidikan ini merupakan usaha bersama antara PBVSI dengan departemen Olahraga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tahun 1964-1965.

Tahun 1965: Pelayanan Dasa Warsa Konferensi Asia Afrika yang pertama di Jakarta. Indonesia mengundang beberapa regu Bola Voli luar negeri, dan mengirim Sdr. Tjuk Sugiarto ke Republik Demokrasi Jerman untuk mengikuti kursus pelatih Bola Voli selama sembilan bulan di Leipzig. PON ke VI yang harusnya diselenggarakan di Jakarta tahun 1965 gagal diselenggarakan, disebabkan pecahnya peristiwa pemberontakan G30S PKI, dan sebagai gantinya, maka diselenggarakan Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) di Medan, Bandung, Surabaya dan Ujungpandang.

Tahun 1966: Regu Bola Voli Nasional Putera ikut serta dalam Pekan Olahraga Nasional Pakistan dan berhasil keluar sebagai juara pertama. Regu Bola Voli

Putera dikirim mengikuti Asian Games ke V di Bangkok, Thailand. Ikatan Coach Bola Voli Indonesia (ICOVI) didirikan tanggal 17 Oktober 1966.

Tahun 1967: Kejuaraan Nasional Bola Voli ke VI di Malang Jawa Timur (antar cabang atau bond yang tera- khir). Mengirim Erwin Baharuddin untuk mengikuti kongres Asian Volleyball Federation di Bangkok, Thailand. Mengirim Drs. Soeharno HP. mengikuti kursus pelatih Bola Voli selama 9 bulan di Leipzig, Republik Demokrasi Jerman.
Tahun 1968:
1. Mengirimkan Drs. Willy Erwin ke Mexico, untuk mengikuti kongres IVBF bersamaan dengan diselenggarakannya Olympiade ke XIX.
2. Mengirim Jouce Pattiradjawane ke Seoul, Korea Selatan untuk mengikuti kursus wasit Internasional.
3. Mengirim Drs. Soeharno HP. dan Hans Sanger ke Surabaya sebagai penyaji materi dalam Couching Clinic Bola Voli yang diselenggarakan oleh IPVOS bekerja sama dengan STO Surabaya.
Tahun 1969:
1. Menerima kunjungan Regu Bola Voli Putera dari Bank Nasional Kambodja.
2. Kejuaraan Bola Voli Nasional ke VII bersamaan dengan penyelenggaraan PON VII di Surabaya, tanggal 26 Agustus sampai dengan 6 September 1969.
3. Mengirim Drs. Sutardiono dan Siroen Supardi ke Kuala Lumpur untuk mengikuti Kursus Wasit Internasional.
4. Menyelenggarakan kursus wasit Nasional Bola Voli di Jakarta.

Tahun 1970: Menerima kunjungan regu putera dan puteri dari Korea Selatan (Regu Bola Voli dari perusahaan penerbangan Korea Selatan). Regu Indonesia mengikuti Asian Games ke VI di Bangkok, Thailand. Mengirim Erwin Baharuddin untuk menghadiri kongres AVP di Bangkok, yang bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games ke VI. Juga mengirim Hans Sanger untuk menjadi anggota Reference Board Asian Games VI. Pada kesempatan tersebut PBVSI juga mengirim Sdr. Herman Huka dan Jouce Pattiradjawane untuk mengikuti ujian, guna memperoleh Badge

Internasional. Regu putera dan puteri Jawa Timur mewakili PBVSI ke Pesta Sukan yang diselenggarakan di Singapura.

Tahun 1971: PBVSI mengirim tiga orang pelatih ke Tokyo untuk mengikuti kursus pelatih Internasional. Tiga orang pelatih yang dikirim tersebut adalah: Sdr. Supit, Jopie Hubanussa, dan Sdr. Leo Maspaitella.

Tahun 1972:
1. Kejuaraan Nasional Junior yang pertama diselenggarakan di Jakarta.
2. Kursus Pelatih Nasional di Jakarta yang dilaksanakan tanggal 11-17 Juli. Dalam kursus tersebut hadir pula pelatih Jepang yang bernama Kyohito Takeya.

Tahun 1973: Kejuaraan Tri Negara di Jakarta yang diselenggarakan pada bulan Pebruari 1973, dengan peserta Khmer, Taiwan, dan Indonesia. PON ke VIII di Jakarta tanggal 4-15 Agustus 1973. Regu Bola Voli Nasional Putera dan Puteri mengikuti Invitasi Bola Voli Asia di Manila, yang diselenggarakan pada awal Nopember 1973. Regu putera Matsuhita Jepang datang ke Indonesia tanggal 28-30 September 1973.

Tahun 1974: Kejuaraan Nasional pertama antar perkumpulan, pada tanggal 22-28 Juni 1974, yang diikuti oleh 12 regu putera dan 8 regu puteri. PBVSI bekerja sama dengan proyek Pembinaan Prestasi Olahraga yang merupakan Bantuan kepada KONI menyelanggarakan penataran pelatih Bola Voli Nasional, pada tanggal 12 Agustus sampai dengan 16 September 1974. Kursus ini juga mendatangkan seorang pelatih Kyohito Takeya dari Jepang yang turut membantu dalam pelaksanaan kursus.

Tahun 1975:
1. Kejuaraan Bola Voli putera 8 besar yang diselenggarakan pada tanggal 20-29 Januari 1975 di Semarang.
2. Kejuaraan Nasional Puteri antar perkumpulan di Surabaya tanggal 13-18 April 1975
3. Kejuaraan Nasional Putera antar perkumpulan di Palembang tanggal 27 April sampai dengan 2 Mei 1975.

4. Kejuaraan Bola Voli Junior II di Bandung, tanggal 27-31 Juli 1975.
5. Kejuaraan Bola Voli Asia pertama di Melbourne Australia tanggal 16-30 Agustus 1975. PBVSI mengirimkan regu putera pada kejuaraan tersebut. Sedangkan regu puteri yang sudah dipersiapkan melalui Pelatnas gagal diberangkatkan.
6. Musyawarah besar istimewa PBVSI, diselenggarakan di Jakarta tanggal 25 Oktober 1975.
Tahun 1976: Invitasi Bola Voli pelajar SLTA se Jawa yang diikuti Jatim, Jabar, DKI Jaya dan peserta tamu Singapura. Invitasi ini dilaksanakan tanggal 12-16 Desember 1976. Menyelenggarakan diskusi teknik Bola Voli di bangunan (Gedung). Kualifikasi PON IX diselenggarakan pada bulan Juni dan Juli 1976 di Rayon-2.
Tahun 1977:
1. Pengesahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PBVSI yang baru.
2. Penyelenggaraan kursus wasit Internasional Zone Asia di Jakarta, Indonesia. Juga diadakan Refreshing Course bagi calon-calon wasit PON ke IX.
3. Diselenggarakan PON IX di Jakarta, tanggal 23 Juli sampai dengan 3 Agustus 1977.
4. Musyawarah PBVSI antar daerah di Jakarta, tanggal 1 Agustus 1977.
5. Regu putera dan puteri Indonesia mengikuti SEAP Games IX di Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 19-26 Nopember 1977.
6. PP.PBVSI mengirimkan wakil-wakilnya ke Gene-ral Meeting of AVP dan Worl Cup di Jepang tanggal 8-29 Nopember 1977. Wakil-wakil yang dikirim tersebut adalah: Drs. Willy Erawan, Drs. Soekiyo, Suharsono BE., Jopie Hehanusa, dan
M. Litamahuputty BA.
Tahun 1978: Kejuaraan Nasional Bola Voli Junior ke III dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah tanggal 22-25 Januari 1978. PBVSI mengirim pelatih nasional Drs. M.M Rambing, dari Pimpinan Daerah (Pimda) PBVSI Sulawesi Utara untuk mengikuti kursus pelatih Internasional yang diselenggarakan di Hongkong tanggal 25 Maret sampai dengan 7 April 1978. Kejuaraan Bola Voli empat besar PON IX di Jakarta. Kursus wasit dan pelatih Nasional di Denpasar Bali tanggal 5-12 Juni 1978. Kursus wasit dan pelatih Nasional di Palembang tanggal 24-30 Juni 1978. Kejuaraan Bola Voli pelajar seluruh Indonesia dalam rangka Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (POPSI) di Jakarta, tanggal 10-23 Juli 1978. PBVSI mengirimkan timnya pada invitasi Bola Voli Internasional di Hongkong yang diselenggarakan tanggal 3-6 Juni, dan peserta yang mengikuti invitasi tersebut adalah: Canada, RRC, Hongkong dan Indonesia. Melalui KOI PP.PBVSI mengirim seorang pelatih nasional Drs. Supartono dari DI Yogyakarta untuk mengikuti penataran pelatih Bola Voli di Leipzig, Jerman dari tanggal 5 Juni sampai 28 Juli 1978. Kunjungan regu Bola Voli dari Perancis Racing Club de France ke Denpasar Bali tanggal 9-12 Agustus 1978. Kejuaraan Nasional antar perkumpulan ke III di Jakarta tanggal 24-30 Nopember 1978. Diskusi teknik Bola Voli, sebagai pembicara Drs. Supartono yang baru saja kembali dari Jerman.

Tahun 1979:
1. Kejuaraan Bola Voli Nasional Junior ke IV di Jakarta, tanggal 14-18 Maret 1979.
2. Penyelenggaraan kursus pelatih Internasional zone Asean di Jakarta bekerja sama dengan Japan Foundation, yang diselenggarakan tanggal 9-15 April 1979.
3. Kedatangan seorang pelatih dari Jepang atas bantuan Proyek Pembinaan Prestasi Olahraga yang diberikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tuan Mitsumori yang akan membantu menangani regu Nasional putera dan puteri dalam mengahadapi SEA Games ke X yang diseelenggarakan di Jakarta.
4. Regu Nasional putera dan puteri mengadakan perlawatan ke Jepang, Hongkong dan Taiwan.
5. Kejuaraan Bola Voli dalam rangka SEA Games di Jakarta tanggal 21-30 September 1979.
6. AVA (Asean Volleyball Association) didirikan secara resmi di Jakarta.

7. Penyelenggaraan kursus wasit Internasional ke II yang diselenggarakan di Jakarta. Juga diselenggarakan Refreshing Course para wasit yang akan bertugas di SEA Games X.
8. Bapak Drs. M. Solli mengikuti symposium mini Bola Voli Internasional di Roma, Italia dari tanggal 17-22 April 1979.
9. PBVSI mengirimkan regu puteri ke kejuaraan Bola Voli Asia Puteri ke II di Hongkong, yang diselenggarakan pada tanggal 5-13 Desember 1979.
10. PBVSI mengirimkan sdr. Younce Pattiradjawane, pada International Referee oleh AVC. Ke kejuaraan Bola Voli Asia Putera ke II di Bahrain pada tanggal 16- 23 Desember 1979.
Tahun 1980: Musyawarah Besar PBVSI diselenggarakan di Jakarta tanggal 19-21 Januari 1980. Diadakan pertandingan Bola Voli dalam rangka peringatan 25 tahun berdirinya PBVSI, dan regu putera dan puteri Australia hadir pada pertandingan tersebut. Kunjungan regu Bola Voli putera Jepang ke Jakarta tanggal 23-30 Maret 1980. Kejuaraan Bola Voli Nasional Junior ke V di Jakarta tanggal 5-10 juli 1980. Kejuaraan Bola Voli Junior dan sidang AVA (Asean Volleyball Association) pertama di Jakarta tanggal 5-7 Juli 1980. Pusat latihan nasional junior dalam rangka persiapan mengikuti kejuaraan Bola Voli Junior Asia di Seoul, Korea Selatan bulan Oktober 1980.

Rangkuman.
Cabang olahraga Bola Voli mulai lahir pada tahun 1895, yang dikembangkan William C. Morgan, seorang guru pendidikan jasmani dari Young Men Christian Association (YMCA) di kota Hollyoke, Massachusettes, Amerika Serikat. Pada awalnya cabang olahraga ini diberi nama Minonette, kemudian diubah namanya menjadi Bola Voli oleh Dr. Alfred T. Halstead dari Springfield, Massachusettes, Amerika Serikat.
Di Amerika Tengah dan Latin permainan Bola Voli mulai berkembang di Cuba dan Uruguay. Permainan ini dinegara Cuba dikenal pada tahun 1905. Dari negara ini olahraga Bola Voli disebar luaskan ke Mexico pada tahun 1917.

Sedangkan di Uruguay permainan Bola Voli pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Hopkins seorang dari lingkungan YMCA (YMCA Montevideo). Tahun 1946 didirikan The South American Volleyball Confederation.
Di Eropa permainan Bola Voli modern mulai dikembangkan di Inggris pada tahun 1914. Dari Inggris permainan ini berkembang ke seluruh daratan Eropa. Negara-negara Eropa yang sudah mengenal permainan Bola Voli diantaranya adalah: Belanda tahun 1925, Belgia tahun 1930, Bulgaria, Chekoslowakia, Hongaria, Inggris, Italia tahun 1918, Norwegia tahun 1936, Perancis tahun 1917, Portugal tahun 1930, Rusia, dan Yugoslavia tahun 1924.
Negara di kawasan Asia yang pertama kali masuk sebagai anggota IVBF adalah Libanon pada tahun 1947. Permainan Bola Voli sudah mulai dikenal di India pada tahun 1900. Permainan ini pertama kali diperkenalkan oleh De Gray seorang ahli pendidikan jasmani dari YMCA. Gaily dan Robertson, keduanya juga berasal dari kalangan YMCA. Tahun 1910 Elwood E. Brown mengembangkan permainan Bola Voli menerima usaha yang telah dilakukan oleh tokoh sebelumnya.
Cabang olahraga ini dikenal di Indonesia mulai tahun 1928. Penyebaran permainan Bola Voli ke Indonesia dibawa oleh guru-guru Belanda yang mengajar di sekolah-sekolah lanjutan, pada waktu itu permainan Bola Voli belum mendapat tempat di masyarakat. Datangnya tentara Jepang ke Indonesia memberikan andil besar dalam perkembangan Bola Voli di Indonesia.
Sejak PON kedua yang diselenggarakan tahun 1951 di Jakarta, cabang olahraga Bola Voli masuk sebagai cabang olahraga yang selalu dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional.
Pada tahun 1955 terbentuk induk organisasi Bola Voli nasional. Pembentukan induk organisasi Bola Voli Indonesia ini dipelopori oleh IPVOS (Ikatan Perhimpunan Volleyball Surabaya) dan PERVID (Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta).
Pada bulan Oktober tahun 1959, sesuai dengan keputusan IVBF di Budapest diputuskan bahwa Indonesia (PBVSI) secara resmi diterima menjadi

anggotanya, dan terdaftar sebagai anggota nomor 62. Pada waktu itu sudah ada 64 negara sebagai anggota IVBF.
Organisasi Bola Voli Internasional didirikan pada tanggal 18 April 1947, pada saat diselenggarakan kongres pertama di Paris, Perancis. Pada kongres tersebut hadir wakil-wakil dari 15 Negara peserta. Dengan demikian secara resmi International Volleyball Federation (IVBF) berdiri, dan 15 negara peserta kongres mendaftarkan diri sebagai anggota IVBF.
Dalam kongres IOC ke 55, yang diselenggarakan pada bulan Mei 1959 di Munich, Jerman, diputuskan bahwa Olympiade ke XVIII akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang. Kongres IOC tahun 1961 di Athena, memutuskan permainan Bola Voli masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olympiade ke XVIII.

Organisasi Bola Voli Internasional

International Volleyball Federation (IVBF) merupakan induk organisasi Administratif Bola Voli dunia, dengan anggota lebih dari 150 federasi nasional. IVBF bertanggung jawab terhadap terselenggaranya kejuaraan Bola Voli internasional, penyempurnaan peraturan permainan, instruksi, penetapan wasit dan pelatih serta memajukan Bola Voli di lingkup dunia. IVBF memberikan tuntunan, bimbingan, pengembangan dan pengarahan tentang per-Bola Voli-an di seluruh dunia. Badan penanggung jawab utama dalam IVBF adalah kongres, yang mengadakan pertemuan setiap dua tahun sekali, pada saat berlangsungnya kejuaraan dunia dan Olimpiade. Semua federasi nasional yang telah menjadi anggota IVBF memiliki hak suara dalam kongres.
Kongres memilih presiden, wakil presiden, dan anggota komisi teknis yang meliputi:
1. Komisi Organisasi Olahraga
2. Komisi Perwasitan
3. Komisi Peraturan Permainan dan Hukum
4. Komisi Pelatih (Coach), dan
5. Komisi Medis (Kesehatan)

Berdirinya IVBF

Setelah perang dunia pertama, perkembangan Bola Voli mengalami kemajuan yang cukup pesat. Masing-masing negara Eropa mendirikan induk organisasi Bola Voli. Setelah berdirinya induk-induk organisasi di beberapa negara Eropa, maka muncullah pemikiran untuk mendirikan induk organisasi Bola Voli Internasional. Dan langkah pertama diadakan pertemuan yang diwakili

oleh 22 Negara, yang pada waktu itu hadir pada Olimpiade Berlin tahun 1936. Pertemuan tersebut diprakarsai oleh Polandia.

Pada pertemuan tersebut dibicarakan perlunya membentuk wadah induk organisasi Internasional untuk cabang olahraga Bola Voli. Pertemuan tersebut terbatas pada rencana untuk mendirikan induk organisasi Bola Voli, karena kondisi politik pada saat itu tidak memungkinkan, maka pembentukan induk organisasi Bola Voli Internasional terpaksa ditangguhkan. Meskipun demikian International Technical Committee of Volleyball dapat didirikan pada saat itu. Pelaksanaan International Technical Committee of Volleyball digabungkan bersama dengan Federasi Bola Tangan Internasional (International Handball Federation).

Menindak lanjuti pertemuan di Berlin tahun 1936, maka pada tanggal 26 Agustus 1946 dilakukan pertemuan, sebagai persiapan berdirinya International Volleyball Federation, dengan membentuk Organization Committee, segera setelah perang dunia II berakhir. Negara-negara yang menjadi anggota Organization Committee antara lain: Chekoslowakia, Perancis, Polandia, Yugoslavia dan Uni Sovyet, dan sebagai ketua Organization Committee adalah Rumuald Wirsgillo dari Polandia. Hasil kerja Organization Committee akhirnya membuahkan hasil, dan pada tanggal 18 April 1947 dapat diselenggarakan kongres pertama di Paris, Perancis. Kongres tersebut dihadiri wakil-wakil dari 15 Negara peserta. Dengan demikian secara resmi International Volleyball Federation berdiri pada tanggal 18 April 1947, dan 15 negara peserta kongres mendaftarkan diri sebagai anggota IVBF. 15 negara tersebut adalah:
1. Amerika Serikat.
2. Belgia.
3. Brazilia.
4. Chekoslowakia.
5. Hongaria.
6. Italia.
7. Yugoslavia.

8. Libanon.
9. Mesir.
10. Belanda.
11. Perancis.
12. Polandia.
13. Portugal.
14. Rumania, dan
15. Uruguay.
Kantor pusat (sekretariat) IVBF ditentukan di Paris, Perancis. Sedangkan president IVBF pertama terpilih Paul Libaud dari Perancis.

Bola voli diterima di Olympic Games

Kongres International Olympic Committee yang ke 53 dilaksanakan di Bulgaria. Pada kesempatan tersebut didemonstrasikan permainan Bola Voli dihadapan para anggota IOC. Sebagai penyelenggara pada demonstrasi Bola Voli tersebut adalah induk organisasi Bola Voli Bulgaria, yang pengawasan nya secara langsung dipimpin oleh Mr. Paul Libaud (president IVBF pada waktu itu). Demonstrasi yang gemilang tersebut dilakukan oleh pemain-pemain terbaik dunia yang berhasil memikat perhatian anggota IOC, sehingga permainan Bola Voli dicatat dan dimasukkan sebagai cabang olahraga yang akan diper- tandingkan dalam Olympiade. Selanjutnya didalam kongres IOC ke 55 yang diselenggarakan pada bulan Mei 1959 di Munich, Jerman, diputuskan bahwa Olympiade ke XVIII akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang tahun 1964. Dalam kongres IOC tahun 1961 di Athena, diputuskan permainan Bola Voli dimasukkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olympiade ke XVIII di Tokyo, Jepang.

Kongres IOC di Moskow tahun 1962, memutuskan regu Bola Voli puteri mulai dipertandingkan dalam acara Olympiade Tokyo, Jepang sebagai peserta khusus. Sebagai kelanjutan dari Olympiade Tokyo, yang hanya mempertandingkan regu putera saja, pada kongres IOC di Spanyol diputuskan, permainan Bola Voli regu puteri secara resmi juga akan dipertandingkan.
Sejak itu permainan Bola Voli telah mendapat tempat yang selalu dipertandingan dalam pesta olahraga Olympiade.

Sejarah Perkembangan Bola Voli Di Dunia

CUBA

Permainan Bola Voli untuk pertama kalinya dikenal pada tahun 1905 di negara Cuba. Dari negara ini cabang olahraga Bola Voli menyebar ke Mexico pada tahun 1917. Upaya mengembangkan permainan Bola Voli dari Cuba ke Mexico dilakukan oleh mahasiswa dari YMCA College, Springfield, merekalah yang berjasa besar dalam mengembangkan Bola Voli di Mexico.

Pada tahun 1929 diselenggarakan kejuaraan nasional Bola Voli untuk pertama kali di Mexico City. Pada tahun 1930 dilaksanakan kejuaraan Bola Voli untuk Amerika Tengah (Central American Championship) yang dilaksanakan di Havana, Cuba. Pada tahun 1933 berdiri induk organisasi Bola Voli untuk Cuba dengan nama The All Mexican Volleyball Association.

Pada awalnya perkembangan Bola Voli di Cuba kurang menggembirakan, kondisi tersebut terlihat pada saat berlangsungnya Ganefo (Games Of The New Emerging Forces) tahun 1963. Pemain-pemain Cuba pada waktu itu secara teknik maupun taktik kemampuannya berada di bawah pemain Nasional Indonesia. Salah seorang Official Cuba menyatakan datang ke Jakarta untuk belajar bermain Bola Voli. Sepuluh tahun kemudian (1973) tim putera dan puteri Cuba sudah masuk 10 besar dunia. Pada Olimpiade Montreal, Canada tim putera Cuba membuat kejutan besar, dengan mengalahkan tim Jepang sebagai juara Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman Barat, dan akhirnya tim Jepang hanya menduduki urutan III pada Olimpiade Montreal. Sampai saat ini (1996) tim Cuba termasuk sebagai tim elit dalam jajaran per-Bola Voli-an dunia.

URUGUAY

Permainan Bola Voli pertama kali diperkenalkan di Uruguay oleh Prof. Hopkins seorang dari lingkungan YMCA (YMCA Montevideo). Pada tahun 1946 didirikan The South American Volleyball Confederation. Kejuaraan Bola Voli pertama dari konfedarsi ini diselenggarakan pada tahun 1951 di Rio de Jaenero, Brazil.

Dalam perkembangannya permainan Bola Voli mulai dimasukkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pan American Games tahun 1955 di Mexico City. Pada kejuaraan tersebut regu putera Amerika Serikat keluar sebagai juara, dan regu puteri Mexico keluar sebagai juara.

Pada tahun 1966 Konfederasi Bola Voli Amerika Tengah (The Central American Volleyball Confederation) didirikan. Sebagai tindak lanjutnya pada tahun 1967, konfederasi ini dapat menyelenggarakan The First Central American Championships, yang diselenggarakan di Mexico City.

Pada tahun 1968 induk organisasi Bola Voli Amerika Serikat dan Canada bergabung menjadi satu dengan nama; Nort and Central American and Caribean Volleyball Confederation. Kejuaraan pertama yang diselenggarakan oleh induk organisasi ini baru dapat dilaksanakan pada tahun 1969. di Mexico City.

Sejarah Perkembangan Bola Voli Di Eropa

Di Eropa permainan Bola Voli modern mulai dikembangkan di Inggris pada tahun 1914. Dari Inggris permainan ini berkembang ke seluruh daratan Eropa. Tahun 1914-1918 berlangsung perang dunia I. Anggota angkatan perang Amerika Serikat banyak yang ditugaskan ke negara-negara di Eropa, sehingga anggota angkatan perang tersebut dan ahli pendidikan jasmani dari YMCA dapat mengembangkan permainan Bola Voli di negara-negara tersebut, dan merekalah orang yang paling berjasa dalam mengembangkan permainan Bola Voli di Eropa.

Pada mulanya permainan Bola Voli ini di Eropa Barat dan Timur hanya dimainkan oleh anggota angkatan bersenjata, dan orang yang berkecimpung di YMCA. Namun lambat laun permainan Import dari Amerika ini akhirnya banyak diminati oleh masyarakat umum. Peraturan permainan yang digunakan pun masih belum memiliki kesamaan, tergantung pada pemakainya.
Perang dunia ke II menghambat perkembangan Bola Voli ini, karena dalam suasana perang orang tidak memiliki kesempatan untuk bermain atau berlatih Bola Voli. Setelah perang dunia II selesai, permainan ini mulai berkembang dengan pesat. Pada tahun 1948, diselenggarakan kejuaraan Bola Voli Eropa yang pertama di kota Roma Italia. Kejuaraan tersebut hanya diikuti oleh regu putera saja. Tahun 1949 diselenggarakan kejuaraan Bola Voli dunia pertama di kota Praha, Chekoslowakia, dimana sudah dipertandingkan regu putera dan puteri.

BELANDA

Tahun 1925 permainan Bola Voli sudah dikenal di negeri Belanda, yang dibawa oleh Romo S. Buis setelah Dia kembali dari Amerika Serikat. Romo S. Buis kemudian mengembangkan permainan ini dikalangan mahasiswa di kota Uden. Permainan ini selanjutnya berkembang ke kota-kota lain. Peraturan permainan yang digunakan di antaranya adalah; lapangan permainan berukuran 20 X 10 meter. Istilah-istilah seperti: rotasi, block, service, passing, set-up, smash dan sebagainya masih asing.

Tahun 1928 seorang dari Inggris yang bernama Lew Lake, mendemontrasikan permainan ini di depan khalayak ramai. Pada tahun 1934, AMVJ (YMCA-nya Belanda) menyelenggarakan pertandingan-pertandingan pada peringatan Natal, dan pada tahun itu permainan Bola Voli untuk pertama kalinya dimasukkan dalam acara pertandingan. Pada tahun yang sama, mulai dikenalkan peraturan-peraturan dalam bentuk buku cetak. Tentara Canada yang turut membantu membebaskan Belanda dari cengkeraman tentara Jerman Nazi waktu itu memberikan andil besar dalam memasalkan permainan Bola Voli ini. Tahun 1947 Nederlandes Volleyball Bond (NEVOBO) didirikan, dan tahun 1947 sudah dapat diselenggarakan pertandingan internasional.

BELGIA

Menurut catatan yang ada permainan ini sudah dikenal di Belgia sejak tahun 1930, pada waktu itu sudah ada perkumpulan Bola Voli dengan nama: Union Sportive Interbangues dan perkumpulan Bola Voli yang ada dari kalangan penerbangan Angkatan Perang Belgia. Sejak tehun 1932 kompetisi sudah mulai diputar. Induk organisasi Bola Voli Belgia dengan nama FBVB dibentuk tahun 1944 di kota Brussel (induk organisasi ini sudah dirintis sejak tahun 1934).

Tahun 1946 telah dilangsungkan pertandingan persahabatan dengan regu Amerika dan Belanda. Untuk meningkatkan mutu permainan di Belgia, pada tahun 1946 telah didatangkan seorang pelatih dari Polandia. Majalah Bond yang bernama La Ravus de Volleyball juga telah terbit. Pada tahun 1947 diselenggarakan kejuaraan Bola Voli nasional Belgia pertama. Sejak tahun 1948 permainan Bola Voli dimasukkan sebagai olahraga wajib dikalangan Angkatan Perang Belgia.

Pada umumnya permainan Bola Voli dimainkan oleh enam orang. Namun di negara ini juga dikenal permainan Bola Voli yang masing-masing regu dimainkan oleh dua lawan dua dengan nama Doubles, dan tiga melawan tiga dengan nama Triples.

BULGARIA

Permainan Bola Voli dibawa ke Bulgaria oleh mahasiswa yang menempuh studinya di luar negeri, kemudian para mahasiswa tersebut membawa permainan ini ke negara asalnya Bulgaria. Selain itu permainan Bola Voli juga oleh tentara yang pernah ditawan pada perang dunia pertama. Sesudah tahun 1950, kompetisi Bola Voli untuk regu putera dan puteri sudah mulai dilaksanakan. Permainan ini banyak dilakukan dilingkungan sekolah.

Pengembangan permainan Bola Voli di Bulgaria ditangani oleh Pemerintah, yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Olahraga. Pada tahun itu juga telah dapat diedarkan majalah Bola Voli.

CHEKOSLOWAKIA

Sesudah sepakbola, permainan Bola Voli menduduki tempat kedua di Negeri ini. Olahraga ini dimainkan pada setiap sekolah, angkatan bersenjata dan oleh perusahaan-perusahaan. Permainan ini di Chekoslowakia diperkenalkan pertama kali oleh YMCA, dan pada tahun 1924 didirikan induk organisasi Bola Voli Chekoslowakia.

Tahun 1951 tercatat ± 500.000 pemain Bola Voli, 2/3 dari pemain tersebut terdiri dari pemain laki-laki. Pada tahun itu sudah diselenggarakan kompetisi tahunan untuk regu putera dan puteri.

Pada kejuaraan Eropa yang diselenggarakan di Roma Italia tahun 1948, Chekoslowakia keluar sebagai juara pertama. Penampilan pemain nasional Chekoslowakia pada kejuaraan Eropa tersebut secara teknik dan taktik berada di atas regu-regu peserta dari Negara lain, terbukti pada setiap pertandingan yang dimainkan, dimenangkan dengan straight sets, (dengan skor di bawah 10). Pada kejuaraan dunia pertama yang diselenggarakan di kota Praha, Chekoslowakia. Regu putera dan puteri Chekoslowakia keluar sebagai runner-up dalam kejuaraan tersebut.

HONGARIA

Induk organisasi permainan Bola Voli Hongaria didirikan pada tahun 1946. Di negara ini permainan Bola Voli berkembang dengan pesat, sehingga dalam jangka waktu satu tahun permainan Bola Voli sudah menduduki urutan kelima yang diminati masyarakat dari 24 cabang olahraga. Tampaknya permainan ini cocok dengan karakter orang Hongaria. Pada kejuaraan dunia Bola Voli di kota Praha, Chekoslowakia, regu Hongaria menduduki peringkat ke VII sesudah regu Polandia dan Perancis; meskipun demikian sebenarnya dilihat dari kemampuan teknik regu Hongaria memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding dengan kedua regu yang berada di atasnya.

INGGRIS

Amateur Volleyball Association Of Great Britain and Northera Ireland (AVA) didirikan pada tahun 1955. Tokoh-tokoh yang patut disebut sebagai pendiri AVA adalah: Dos Anthony seorang ahli pendidikan jasmani dan seorang olahragawan berkaliber Internasional. Tokoh yang lain adalah Charles Pegg seorang tokoh YMCA Inggris dan seorang lagi bernama R. St. G. Harper dari Universitas Manchester.

Di negara Inggris, yang paling banyak berjasa dalam mengembangkan dan mempopulerkan permainan Bola Voli adalah warga negara Inggris keturunan Polandia, yang setelah perang dunia II berakhir menetap di Inggris. Mereka inilah yang sudah lama mengenal olahraga ini dari negara asalnya. Mereka memainkan Bola Voli sebagai olahraga rekreasi dilingkungan masyarakat Polandia yang telah pindah ke Inggris. Masyarakat Polandia ini, membentuk regu putera maupun puteri dan mereka mengajak regu-regu tuan rumah (Inggrir) melakukan pertandingan persahabatan. Atas dukungan mereka, maka pada tahun 1962 dapat diselenggarakan kejuaraan AVA.

ITALIA

Orang-orang Italia mengenal permainan Bola Voli dari anggota angkatan bersenjata Amerika Serikat pada tahun 1918. Pada mulanya permainan ini

dimainkan oleh anggota angkatan bersenjata. Akan tetapi seperti negara-negara lain di Eropa, akhirnya permainan ini di masyarakat Italia cepat berkembang dan merebut hati masyarakat.

Permainan Bola Voli di Italia banyak dimainkan di sekolah-sekolah, karena iklim di Italia memungkinkan untuk bermain Bola Voli di lapangan-lapangan terbuka, akhirnya permainan Bola Voli cepat memasyarakat. Induk organisasi Bola Voli di negara ini didirikan pada tahun 1945.

NORWEGIA

Di negara Norwegia permainan Bola Voli pertama kali dimainkan tahun 1936 oleh kalangan kaum buruh wanita. Sejalan dengan perkembangan zaman, akhirnya permainan ini banyak dimainkan di sekolah-sekolah dan perkumpulan olahraga lainnya. Program yang dicanangkan induk organisasi Bola Voli di Norwegia adalah menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan terbuka untuk regu putera maupun puteri.

PERANCIS

Permainan Bola Voli mulai dikenal di Perancis tahun 1917-1918 dengan perantara tentara Amerika Serikat. Boleh dikatakan sampai tahun 1930 kemajuannya sangat lambat sekali. Akan tetapi setelah permainan Bola Voli banyak dimainkan di pantai-pantai Coted’azur, Baule dan tempat-tempat lainnya pada musim panas, maka permainan Bola Voli mulai menarik perhatian masyarakat dan banyak dimainkan. Permainan ini berkembang dengan pesat disekitar Coted’azur berkat penga- wasan orang-orang dari Rusia. Pada mulanya permainan Bola Voli di Perancis dianggap suatu permainan yang khusus dan hanya dimainkan oleh orang-orang di pesisir pantai yang sudah banyak penggemarnya.

Peraturan yang digunakan belum seragam, akan tetapi dengan datangnya mahasiswa-mahasiswa Iran dan Cekhoslowakia yang berlibur ke Perancis, sedikit banyak mempengaruhi perkembangan peraturan permainan Bola Voli di Perancis, yang makin teratur.

Tahun 1936 induk organisasi Bola Voli Perancis didirikan dengan nama FFVB. Pada waktu itu juga telah terbit majalah dengan judul Volleyball. Dibanding dengan negara-negara Eropa lainya, dan Perancis paling banyak menerbitkan buku-buku tentang permainan Bola Voli.

PORTUGAL

YMCA pada tahun 1930 memperkenalkan permainan Bola Voli ke Portugal, kemudian menyebar luaskan ke sekolah-sekolah. Majalah Os Sports menjadi sporsor penyelenggaraan kejuaraan Bola Voli pertama di Portugal tahun 1938. Kejuaran resmi mulai diputar tahun 1939.

Dalam kejuaraan Eropa pertama yang digelar di Roma Italia, Portugal menduduki peringkat ke empat. Portugal memiliki andil besar dalam merintis IVBF (International Volleyball Federation), yakni induk organisasi Bola Voli dunia. Malahan salah seorang tokoh Bola Voli dari Portugal pernah menjabat sebagai Vice President IVBF. Portugal sudah menyelenggarakan kejuaraan Bola Voli kelompok umur, yakni bagi para pemain yang berumur 14-17 tahun. Kejuaraan khusus diadakan bagi mereka yang berumur 17-19 tahun, pada kejuaraan tersebut ikut serta ± 30.000 pemain. Setiap tahun diselenggarakan kejuaraan kelompok angkatan bersenjata. Menurut catatan yang ada di Portugal, setiap Resimen harus membentuk regu Bola Voli, kemudian regu-regu tersebut dikelompokkan lagi menjadi regu-regu khusus; bagi Perwira, Bintara, dan regu Tamtama. Untuk kaum buruh dan mahasiswa diselenggarakan kejuaraan khusus (antar mahasiswa).

RUSIA

Seperti negara-negara Eropa lainnya, permainan Bola Voli sudah dikenal sejak perang dunia pertama. Peraturan permainan yang digunakan di negara satelit ini pada awalnya belum memiliki kesamaan.

Bola Voli mulai dikelola secara teratur sejak tahun 1924. Pada tahun 1926 peraturan permainan Bola Voli yang digunakan sudah mulai seragam (memiliki banyak kesamaan). Sejak tahun tersebut telah diadakan pertandingan antar regu (perkumpulan) seperti pertandingan antara regu Bola Voli Moskow melawan Charkow.

Pada tahun 1929 mulai dirintis pertandingan Bola Voli antar kota, pabrik, perkumpulan dan wakil-wakil Republik. Sampai dengan saat ini hampir seluruh rakyat Rusia bermain Bola Voli. Menurut data yang ada hampir 600.000 orang penggemar setiap tahun bermain Bola Voli.

Setelah berakhirnya perang dunia ke II, setiap desa, kota, pabrik, sekolah- sekolah, dan perguruan tinggi memiliki regu Bola Voli sendiri-sendiri. Di Rusia permainan Bola Voli ini pada musim panas dimainkan di lapangan terbuka, dan pada musim dingin dimainkan di lapangan tertutup (indoors).

Sejak berdirinya IVBF (International Volleyball Federation) tahun 1949, Rusia telah menjadi anggotanya, dan pada kejuaraan dunia pertama di Roma Italia regu putera Rusia keluar sebagai juara pertama.

YUGOSLAVIA

Orang yang memperkenalkan permainan Bola Voli di negeri ini adalah para Missi Amerika dan Palang Merah tahun 1924. Pada tahun itu diselenggarakan kursus dengan peserta guru-guru pendidikan jasmani dan anggota pengurus perkumpulan senam. Antara tahun 1928-1929 permainan ini mengalami perkembangan yang pesat di Yugoslavia, karena pada waktu hampir semua perkumpulan senam memainkan permainan Bola Voli dan menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan. Upaya mengembangkan permainan Bola Voli di Yugoslavia juga dilakukan dengan melakukan pertandingan persahabatan dengan negara- negara tetangga.

Tahun 1949 kejuaraan nasional Bola Voli di Yugoslavia sudah digelar. Setelah perang dunia kedua selesai, permainan ini berkembang dengan pesat, bahkan dapat dikategorikan permainan Bola Voli sebagai permainan rakyat.

Sejarah Perkembangan Bola Voli Di Asia

Di kawasan Asia negara yang pertama masuk sebagai anggota IVBF adalah Libanon pada tahun 1947. Permainan Bola Voli sudah mulai dikenal di India pada tahun 1900. Permainan ini pertama kali diperkenalkan oleh De Gray seorang ahli pendidikan jasmani dari YMCA. Gaily dan Robertson, keduanya juga berasal dari kalangan YMCA. Tahun 1910 Elwood E. Brown mengembangkan permainan Bola Voli meneruskan usaha yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh sebelumnya.

Permainan Bola Voli yang diperkenalkan berbeda dengan permainan Bola Voli yang ada di negara-negara di kawasan Eropa yang menggunakan sistem enam pemain. Permainan Bola Voli Asia atau di timur jauh (Jepang, Korea, China dan Philipina) pada waktu itu hanya mengenal sistem sembilan pemain. Permainan Bola Voli dengan sistem ini dikenal dengan istilah: The Far Eastern Volleyball Sistem atau sering juga dikenal dengan nama Nine Sistem. Di Indonesia sekitar tahun 1962 mengenalnya dengan sebutan sistem timur jauh atau disebut juga sistem sembilan orang pemain.

Bola Voli sistem sembilan orang pemain ini mulai populer pada saat dilangsungkan Olimpiade Timur Jauh atau Far Eastern Olympic Games (FEOG) yang diselenggarakan tahun 1913 di Manila Philipina. Pada FEOG ke dua tahun 1915 yang dilaksanakan di Shanghai China, regu China keluar sebagai juara pertama, dan FEOG ke tiga dilaksanakan di Jepang tahun 1917.

Sebelum Asian Games pertama mengambil alih Olimpiade timur Jauh pada tahun 1950, maka Far Eastern Olympic Games telah diselenggarakan sebanyak lima kali. Pada tahun 1951, Jepang dan Philipina secara resmi telah menjadi anggota IVBF. Kedua negara inilah yang menjadi pelopor negara- negara Asia Timur menjadi anggota IVBF. Meskipun pada waktu itu sistem Timur Jauh yang paling digemari.

Perlawatan regu putera Universitas Waseda Jepang tahun 1953 ke Amerika Serikat. Pada waktu itu regu Jepang juga ikut serta dalam kejuaraan Bola Voli Nasional Amerika Serikat di Omaha, negara bagian Nebraska. Perlawatan regu tersebut banyak mempengaruhi diterimanya permainan Bola Voli dengan menggunakan sistem enam pemain di Jepang.

Pada peringatan setahun berdirinya Asian Volleyball Federation pada tahun 1955, Jepang memberanikan diri untuk menyelenggarakan kejuaraan Bola Voli yang diikuti oleh beberapa negara Asia. Kejuaraan ini diselenggarakan di Tokyo. India keluar sebagai juara untuk sistem enam pemain, sedangkan Jepang sebagai penyelenggara pertandingan, keluar sebagai juara untuk sistem sembilan pemain.

Asian Games ke III yang diselenggarakan pada tahun 1958 di Tokyo. Permainan Bola Voli sistem sembilan pemain dan sistem enam pemain dipertandingkan. Sistem enam pemain atau sistem internasional untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Games, dan regu Jepang sebagai tuan rumah berhasil meraih gelar sebagai juara. Pada Asian Games tersebut, negara- negara yang termasuk semenanjung Asia, membicarakan kemungkinan dilaksanakannya pesta olahraga semenanjung Asia dengan nama SEAP Games (South East Asia Peninsular Games). Yang boleh mengikuti pesta olahraga tersebut hanya negara-negara yang berada di kawasan semenanjung Asia. Pada pertemuan tersebut diputuskan pula bahwa SEAP Games pertama akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada tahun 1959.

SEAP Games diselenggarakan 2 tahun sekali, dan cabang olahraga Bola Voli termasuk salah satu cabang olahraga yang turut dipertandingkan. Pada SEAP Games ke IX yang diselenggarakan di Kualalumpur, Malaysia tahun 1977, Dewan Federasi SEAP Games dalam rapatnya tanggal 5 Pebruari 1977 menyetujui untuk mengubah SEAP Games menjadi SEA Games (South East Asia Games) yaitu pesta olahraga negara-negara Asia tenggara. Perubahan nama tersebut diusulkan Indonesia yang didukung oleh Philipina, yang kini juga sudah diterima sebagai anggota. Dengan diterimanya Indonesia dan Philipina sebagai anggota baru, maka negara yang menjadi anggota SEA Games menjadi sembilan negara yang meliputi: Birma, Kambodja, Laos, Malaysia, Muangthai, Singapura, Vietnam, Indonesia dan Philipina.

Tahun 1961, Persatuan Bola Voli Nasional Pakistan memprakarsai suatu turnamen Bola Voli Internasional yang disebut Morgan Cup. Tujuan diselenggarakan turnamen ini adalah untuk menghormati William C. Morgan sebagai pencipta permainan Bola Voli modern. Peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut antara lain: Jepang, Indonesia dan tuan rumah Pakistan.

Perkembangan Bola Voli di Asia secara kronologis disajikan sebagai berikut:

• Tahun 1900: Permainan Bola Voli sudah mulai berkembang di India
• Tahun 1906: Permainan Bola Voli di daratan China diperkenalkan pertama kali oleh Gaily dan Robertson.
• Tahun 1910: Philipina mulai mengenal permainan Bola Voli yang dibawa oleh Elwood E. Brown.
• Tahun 1913: Permainan Bola Voli sudah dipertandingkan dalam Far Eastern Olympic Games yang diselenggarakan di Manila, Philipina. Pada tahun yang sama Jepang mulai mengenal permainan Bola Voli dari seorang yang bernama F.H. Brown seorang direktur pendidikan jasmani dari YMCA.
• Tahun 1927: Sistem timur jauh atau sistem sembilan orang pemain, secara resmi diterima di dalam Far Eastern Olympic Games ke VIII yang diselenggarakan di Shanghai, China.
• Tahun 1947: Libanon sebagai negara Asia pertama yang masuk sebagai anggota IVBF.
• Tahun 1951: Jepang dan Philipina secara resmi menjadi anggota IVBF setelah Libanon.
• Tahun 1952: India dan Libanon sebagai wakil negara-negara Asia mengikuti kejuaraan Bola Voli dunia putera kedua yang diselenggarakan di Moskow. India juga mengirimkan regu puterinya untuk mengikuti kejuaraan dunia Bola Voli puteri pertama yang diselenggarakan di Moskow.

◦ Tahun 1953: Perlawatan regu putera Universitas Waseda Jepang ke Amerika Serikat. Perlawatan ini sangat mempengaruhi diterimanya permainan Bola Voli sistem enam pemain di Negara Sakura, Jepang.
◦ Tahun 1954: Berdirinya Asian Volleyball Federation (AVF) yaitu Federasi Bola Voli Asia di Manila. Orang yang berjasa dalam membentuk induk organisasi Bola Voli Asia ini adalah Tuan Masaichi Nishikawa, yang pada waktu itu menjabat sebagai President dari Japan Volleyball Association.
◦ Tahun 1955: Dalam rangka memperingati setahun berdirinya AVF (Asian Volleyball Federation), di Tokyo diselenggarakan kejuaraan Bola Voli dengan peserta beberapa negara Asia. Dalam kejuaraan tersebut, Jepang keluar sebagai juara untuk sistem sembilan orang pemain atau sistem timur jauh, sedangkan regu India merebut juara pada sistem enam pemain atau sistem internasional.
◦ Tahun 1958: Asian Games ke III diselenggarakan di Tokyo Jepang, dan cabang olahraga Bola Voli masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan untuk pertama kalinya. Pada pesta olahraga tersebut, kedua sistem (enam dan sembilan orang pemain) dipertandingkan.
◦ Tahun 1959: SEAP Games yang pertama (South East Asia Games) diselenggarakan di Bangkok, Thailand, dan Bola Voli termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.
◦ Tahun 1962: Untuk pertama kalinya diselenggarakan kursus wasit Bola Voli Internasional di Asia. Kursus ini diselenggarakan di Tokyo, Jepang.
◦ Tahun 1963: GANEFO (Games Of The New Emerging Forces) diselenggarakan di Jakarta, Indonesia, dan Bola Voli dipertandingkan dalam pesta olahraga tersebut.
◦ Tahun 1964: Pada Olympic Games di Tokyo Jepang, Bola Voli masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade. Atas prakarsa dari Korean Volleyball Association, di Seoul, Korea selatan diselenggarakan kejuaraan Pemuda Asia pertama. Kejuaraan Pemuda Asia kedua diselenggarakan di Taipei, Taiwan. Sedangkan kejuaraan Pemuda Asia ketiga diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada tahun 1970. Sayang sekali kejuaraan ini tidak diselenggarakan lagi setelah kejuaraan Pemuda Asia ketiga tahun 1970.
• Tahun 1967: Tokyo mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan pertandingan Bola Voli dalam rangka kejuaraan dunia untuk regu puteri yang ke-V. Pada tahun yang sama juga diselenggarakan Universiade.
• Tahun 1973: Asia Volleyball Federation didirikan di Manila, Philipina. Ditentukan pula pembagian zone Asia menjadi empat zone, yaitu: Zone Timur, Zone Tengah, Zone Barat dan Oceanic Sub Zone.
• Tahun 1976: Penyelenggaraan pertandingan babak penyisian kejuaraan dunia (World Cup) Zone Asia yang diselenggarakan di Hongkong.
• Tahun 1977: SEA Games (South East Asia Games) diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Kejuaraan Bola Voli dunia Junior pertama diselenggarakan di Hongkong. World Cup Bola Voli diselenggarakan di Jepang. Pertandingan untuk regu putera ditempatkan di Tokyo, sedangkan untuk regu puteri ditmpatkan di Osaka, Jepang. Pada kejuaraan dunia tersebut, juga diadakan General Meeting Asian Volleyball Confederation. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan pembagian zone dari empat zone, menjadi dua zone yaitu: Sub Zone Timur, dan Sub Zone Barat.
• Tahun 1978: Diselenggarakan invitasi Bola Voli Internasional di Hongkong.
• Tahun 1979: Asean Volleyball Association (AVA) didirikan di Jakarta, pemrakarsanya adalah PP.PBVSI (Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Tokoh-tokoh Bola Voli Indonesia yang mempelopori berdirinya AVA antara lain ialah Bing Latumahina dan Drs. Willy Erawan. Dalam sidangnya yang diselenggarakan di Jakarta, terpilih sebagai president pertama kali adalah Bing Latumahina, sedangkan Drs. Willy Erawan terpilih sebagai Sekretaris merangkap sebagai Bendahara.

Baca Juga:

Peraturan Permainan Bola Voli Yang Harus Anda Ketahui

Peraturan Permainan Bola Voli – Hampir semua jenis olahraga selalu bernaung dibawah induk sebuah organisasi. Dimana organisasi tersebut lah yang pastinya akan mengatur kebijakan dan peraturan untuk membatasi semua olahraga di dunia. Begitu juga dengan bola voli, PBVSI di Indonesia dan FIVB di luar negeri adalah organisasi yang mengatur kebijakan² dalam permainan bola voli.

Seperti yang kita semua tahu olahraga bola voli sangat digemari di seluruh Indonesia bahkan dunia. Mulai dari anak kecil dewasa laki-laki perempuan kakek nenek, ibu-ibu juga menyukai bola voli. Hampir semua sekolah di Indonesia mempunyai ekstrakurikuler bola voli di sekolahnya. Agar permainan bola voli dapat berjalan lancar maka dibuatlah aturan-aturan dalam permainan bola voli seperti banyaknya jumlah pemain in penggantian pemain tinggi net berat bola dan sebagainya.

Peraturan Permainan Bola Voli Secara Umum

Peraturan paling dasar dari pertandingan bola voli semuanya sudah diatur agar permainan voli dapat berjalan lancar dan tidak sembarangan berikut aturan yang membatasi permainan bola voli:

  • Pemain bernomor 1 harus melakukan servis ketika pertandingan dimulai servis dilakukan di luar garis lapangan yang harus melewati net lawan.
  • Tim yang memainkan bola voli memiliki maksimal 3 kali sentuhan.
  • Kesempatan pemain untuk menyentuh bola hanya satu kali kecuali pemain yang telah melakukan block akan tetapi blog juga tetap dihitung sebagai sentuhan.
  • Walaupun bola keluar lapangan albola masih dapat dikejar dan dikembalikan asalkan belum menyentuh tanah.

Peraturan Permainan Bola Voli Secara Lengkap

Berikut beberapa peraturan permainan bola voli secara lengkap:

Jumlah Pemain

Jumlah pemain bola voli semuanya ada 12 orang 6 diantaranya sebagai pemain inti dan 6 lainnya sebagai pemain cadangan, setiap pemain mempunyai tugasnya sendiri-sendiri sesuai dari posisi mereka.

Kelengkapan Pemain

Setiap pemain bola voli sebelum bertanding harus mempersiapkan alat pelengkapnya seperti sepatu deker lutut dan sebagainya. Alat ini diperlukan untuk mengurangi resiko cedera pada pemain.

Perputaran Pemain Rotasi

Di dalam permainan bola voli kita mengenal adanya pergeseran pemain hal tersebut diterapkan karena para pemain memiliki peran tersendiri di dalam lapangan maka perputaran pemain tidak boleh salah apabila terjadi kesalahan maka lawan akan mendapatkan poin gratis. Perputaran pemain haruslah searah dengan jarum jam.

Ukuran Lapangan Bola Voli

FIVB membuat aturan untuk ukuran lapangan bola voli berbentuk persegi panjang yang dengan panjang 18 meter dan lebar 9 m untuk kedua tim dengan batas net. Ukuran ini tidak dapat dirubah karena sudah menjadi aturan resmi dari FIVB untuk semua jenis lapangan bola voli.

Lama Permainan Bola Voli

Olahraga voli menggunakan sistem point. Untuk menentukan pemenangnya terdiri dari 3 set dan tiap set mempunyai 25 poin yang wajib diperoleh oleh masing-masing tim jika ingin memenangkan set. Jika sudah menang 2 kali dan kalah sekali maka masih ada set ke-4 dan set ke-5 untuk menentukan pemenangnya, karena salah satu tim harus memenangkan tiga set untuk menjadi pemenang, berurutan atau tidak tidak menjadi masalah.

Ukuran Bola Voli

FIVB sudah menentukan ukuran tetap bola voli ukuran itu adalah ukuran 4 dan memiliki diameter 65 dengan berat 250 gram dengan tekanan udara 0,48 kg per cm kubik sampai dengan 0,52 kg per cm3 bola sebaiknya tidak menyakiti tangan dan menggunakan bahan yang empuk.

Jaring Net Bola Voli

Panjang net voli sekitar 9,5 sampai dengan 10 meter dengan lebar 1 meter ketinggian net tergantung dari jenis regunya untuk regu Putri memiliki tinggi net 2,2 m dan 2,4 m untuk regu putra.

Pemimpin Pertandingan Bola Voli

Pertandingan bola voli dipimpin oleh beberapa orang wasit. Dalam bola voli wasit terdiri dari dua bagian yaitu wasit utama yang bertugas sebagai pemimpin pertandingan dan wasit kedua sebagai pembantu wasit utama sedangkan wasit ketika tugas untuk mencatat score. di jajaran wasit juga ada empat linesman yang tugasnya masing-masing menjaga garis pembatas lapangan voli untuk dapat menentukan masuk atau keluar nya bola.

Jenis Pelanggaran Dalam Bola Voli

Dalam peraturan bola voli penyebab pelanggaran tidak disebabkan karena fisik saja. Kesalahan mendasar juga merupakan sebuah pelanggaran yang tidak seharusnya dilakukan. Berikut beberapa pelanggaran-pelanggaran dalam bola voli:

    • Pemain menginjak garis tepi lapangan ketika melakukan servis.
    • Secara sengaja atau tidak sengaja pemain menyentuh net.
    • Kaki melewati net garis pertahanan lawan.
    • Perlakuan over acting dan berbicara kasar pada wasit.
    • Memprovokasi lawan di beberapa kasus melakukan provokasi terhadap lawan bisa menyebabkan ganjaran berupa kartu kuning.
      saat pertandingan sedang berlangsung meninggalkan lapangan karena alasan tidak jelas.
    • Di area garis 3 m pemain menginjak garis pada saat melakukan smash.
    • Melakukan perputaran pemain dengan salah.
      Lebih dari tiga kali menyentuh bola.
    • Ketika ada smash dari musuh pemain Libero ikut melakukan blocking.
    • Biasanya saat passing atas melakukan double.

Permainan bola voli juga ada ganjaran berupa kartu kuning dan kartu merah seperti halnya pada sepak bola dan futsal. Kartu kuning biasanya diberikan kepada pemain yang melakukan provokasi kepada lawan. Kartu merah biasanya diberikan kepada pemain yang melakukan pelanggaran berat yang dapat memicu terjadinya pertengkaran dan membuat pertandingan tidak kondusif. Demikianlah artikel singkat yang berisi aturan dalam permainan bola voli, bola voli salah satu macam-macam olahraga yang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Macam Macam Olahraga Yang Populer di Indonesia

Macam Macam Olahraga – Berolahraga merupakan kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk melatih tubuh secara jasmani maupun rohani. Sehingga jika dilakukan secara rutin olahraga dapat melancarkan metabolisme tubuh anda. Dengan begitu penyerapan gizi yang anda dapatkan dari makanan dapat tersalurkan dengan baik, sehingga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh anda.

Macam Macam Olahraga yang Populer

Jenis olahraga yang sering diperlombakan di tingkat internasional maupun nasional di Indonesia ada banyak jenisnya. Berikut jenis-jenis olahraga yang ada di Indonesia dan penjelasan singkatnya masing-masingnya.

1. Sepak Bola
Macam Macam Lari Olahraga Sepak Bola
Sumber: Pixabay

Sepak bola merupakan olahraga yang menggunakan bola dan dimainkan oleh dua tim yang beranggotakan masing-masing 11 orang. Satu di antara pemain sepak bola bertugas sebagai penjaga gawang dan yang lainnya menjadi pemain. Di mana ada yang menempati sebagai penyerang dan pemain bertahan. Sampai sekarang olahraga sudah dimainkan kan oleh eh 250 juta lebih orang yang di sekitar 200 negara sepak bola merupakan olahraga yang paling terkenal di dunia dan banyak penggemarnya.

Dalam permainan sepak bola hanya penjaga gawang yang diperbolehkan menyentuh bola menggunakan tangan tetapi itu hanya boleh dilakukan di dalam daerah gawangnya. Jika penjaga gawang menyentuh bola di luar daerahnya maka akan dapat hukuman karena termasuk salah satu jenis pelanggaran. 10 pemain lainnya hanya boleh menyentuh bola menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, jika ada yang menggunakan tangan maka termasuk jenis pelanggaran dan akan dapat hukuman. 10 pemain tersebut biasanya akan menggunakan kaki untuk menendang kepala untuk menyundul dan dada untuk mengontrol bola. Dalam permainan ini tim yang mencetak gol lebih banyak dibanding tim lawannya pada akhir pertandingan akan dianggap sebagai pemenang, jika skor antara 1 tim dan tim lainnya sama di akhir sampai akhir waktu pertandingan maka biasanya akan ada perpanjangan waktu jika skor masih sama akan dilanjutkan dengan adu penalti tergantung dari format kejuaraan penyelenggaraannya.

2. Bulutangkis
Macam Macam Lari Olahraga Bulu Tangkis
Sumber: Flickr

Badminton atau yang biasa disebut dengan bulu tangkis merupakan salah satu jenis olahraga raket yang yang dimainkan oleh 2 orang yang yang berbeda atau bisa juga dilakukan oleh dua pasangan pada sektor ganda. konsep permainan bulutangkis adalah dengan memukul bola atau biasa disebut dengan, pola ini harus dapat melewati di dan jatuh di net di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan dan an berusaha agar lawan tidak melakukan hal yang sama. Jika pertandingan telah dimenangkan melalui 2 set permainan maka pemain atau pasangan pemain dapat dinyatakan sebagai pemenang, jika pada saat pertama anda menang tapi di set kedua Anda kalah maka akan ada bapak tambahan zat ketiga yang menentukan siapa yang akan jadi pemenangnya ini disebut dengan istilah rubber game.

BWF atau badminton world federation merupakan induk organisasi internasional dari bulu tangkis, sedangkan di Indonesia induk organisasinya adalah PPSI atau persatuan bulutangkis seluruh Indonesia. bulu tangkis sering mengadakan turnamen pada macam-macam olahraga besar seperti Asian games olimpiade tahun dengan skala regional SEA games ataupun PON.

Salah satu kejuaraan bergengsi dan terkenal bulutangkis adalah England dan kejuaraan dunia. bulutangkis memiliki 5 partai yang dapat dimainkan antara lain tunggal putra tunggal putri ganda putra ganda putri dan ganda campuran.

3. Bola Basket
Macam Macam Lari Olahraga Bola Basket
Sumber: Pixabay

Bola basket merupakan cabang olahraga yang dalam permainannya dilakukan secara berkelompok. Bola basket terdiri dari 5 orang setiap timnya. Konsep permainan bola basket adalah memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke ring dari tim lawan. Pemenang ditentukan dari banyaknya tim yang dapat mencetak poin dari ring lawan. Permainan bola basket biasanya memerlukan lapangan yang lebih kecil dibanding dengan permainan sepak bola dan dilakukan di ruang olahraga. Oleh karena itu permainan bola basket sangat cocok untuk ditonton secara langsung yang tertutup. Permainan bola basket dapat dengan mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang cukup besar sehingga bagi yang baru pertama belajar tidak akan merasa kesulitan.

4. Bola Voli
Sumber: Pixabay

Bola voli adalah olahraga yang dimainkan kan oleh 2 tim yang terdiri dari 6 orang di tiap timnya.  Bola voli juga mempunyai variasi permainan. Variasi tersebut adalah voli pantai, perbedaannya dari voli biasa adalah pada voli pantai hanya dimainkan 2 orang saja. Sedangkan pada voli biasa dimainkan oleh 6 orang. Olahraga voli dilakukan dengan tangan tujuan utamanya adalah memukul bola melewati jaring atau net agar jatuh di bidang permainan lawan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama ma pada kita.

5. Tenis
Macam Macam Olahraga Tenis
Sumber: pixabay

Permainan olahraga Tenis hampir sama seperti bulutangkis. Tenis olahraga yang dimainkan oleh dua pemain untuk sektor tunggal atau antara dua pasangan untuk sektor ganda yang saling berlawanan. Raket yang digunakan oleh pemain untuk memukul bola terbuat dari karet. Tenis juga salah satu olahraga yang yang ikut dipertandingkan dalam olimpiade. Tenis dimainkan semua tingkat masyarakat di segala usia dapat memainkan tenis.

6. Tenis Meja

Pingpong atau yang biasa disebut dengan tenis meja adalah olahraga yang dimainkan oleh 2 orang. Baik untuk permainan dua pasangan pada sektor ganda secara berlawanan maupun permainan tunggal. Tenis meja ini menggunakan bat, bat sendiri adalah raket yang terbuat dari kayu yang dilapisi oleh bahan karet di luarnya. Dalam permainan bola tenis kita juga membutuhkan sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja dan ada ada di tengahnya. PTMSI atau persatuan tenis meja seluruh Indonesia adalah induk olahraga tenis meja di Indonesia sedangkan di dunia adalah ITTF international table tennis federation.

7. Atletik

Atletik merupakan salah satu olahraga yang dipertandingkan di ajang internasional yang bergengsi seperti olimpiade atau Asian games. Atletik dibagi menjadi beberapa nomor pertama adalah lempar, kedua lari, ketiga jalan. dan yang terakhir adalah nomor lompat. Atletik merupakan cabang olahraga yang yang tergabung dari beberapa jenis olahraga gabungan tersebut diantaranya adalah lompat lempar jalan dan lari.

8. Dayung

Dayung adalah olahraga kayang dengan konsep menggerakkan perahu dengan cara dikayuh ke atas air dalam olahraga ini kekompakan dan ketangkasan sangat dibutuhkan agar dapat berjalan dengan baik. Olahraga ini bisa bertempat pada danau sungai maupun di laut tergantung dari jenis perlombaan yang diadakan. olahraga ini sangat membutuhkan tenaga dan stamina yang kuat keahlian individu keahlian berperahu dengan baik dan berkelompok.

Hanya ada dua macam teknik kayuhan jika mendayung sendiri yang pertama adalah dayung mundur dan yang kedua adalah dayung maju. Jika menginginkan perahu yang dapat bergerak mundur maka digunakan dayung mundur dan jika menginginkan perahu bergerak maju kedepan maka digunakan dayung maju. Untuk menggerakkan perahu yang sedang bergerak maju juga bisa digunakan dengan dayung mundur. Jika ingin membelokkan perahu ke arah kiri maka tangan kanan mendayung maju dan tangan kiri mendayung mundur dan sebaliknya jika ingin membelok ke kanan.

9. Tinju

Tinju merupakan olahraga yang yang memadukan antara seni bela diri dan olahraga. Tinju mempertandingkan 2 peserta dengan kelas dan berat yang sama untuk bertanding, dengan memakai tinju dalam rangkaian ronde. Rounders adalah pertandingan berinterval antara 1 sampai 3 menit. Konsep permai pertandingan tinju adalah mendaratkan pukulan ke arah lawannya dan menghindari pukulan lawan mereka ke arah kita. macam macam olahraga.

10. Berkuda

Berkuda merupakan suatu cabang olahraga yang menuntut suatu keahlian atau skill tertentu. Diantara skillnya berupa kebugaran fisik, keterampilan, konsentrasi, stamina yang kuat dan penerapan teknik-teknik berkuda yang yang baik dan benar. Jenis olahraga berkuda yang umumnya diperlombakan di Indonesia diantaranya adalah game Hana berkuda polo berkuda ketangkasan berkuda equestrian. Equestrian terdiri dari lompat rintangan endurance trilomba dan tunggang serasi

Demikianlah artikel yang membahas tentang beberapa macam macam olahraga yang ada di Indonesia dan penjelasan singkatnya, semoga bermanfaat bagi anda dan salam olahraga.

Cara Menghubungkan HP ke TV Tanpa Kabel

Cara Menghubungkan HP ke TV – Teknologi dan fitur yang canggih sekarang sudah tertanam pada telepon genggam sehingga bisa digunakan untuk menonton film atau video dari berbagai platform, walaupun begitu pastinya menonton video atau film akan lebih nyaman pada layar yang lebar misalnya televisi. Untuk dapat melakukannya kita bisa menghubungka HP ke televisi menggunakan kabel ataupun tanpa kabel.

Menghubungkan handphone ke televisi memerlukan beberapa aplikasi si atau perangkat lunak, untuk menghubungkan handphone ke televisi tanpa kabel HP dan televisi Anda diharuskan memiliki fitur miracast jika jika tidak memiliki fitur miracast anda memerlukan perangkat tambahan.

Cara Menghubungkan HP ke TV Tanpa Kabel

Inilah beberapa cara menghubungkan handphone ke TV tanpa kabel berdasarkan beberapa merek handphone: 

LG Smart TV 

  • Pada remote tekan tombol
  • Kemudian pilih opsi Network
  • Klik miracast dan aktifkan
  • Aktifkan fitur miracast pada handphone, setelah tv menscan

Samsung Smart TV

  • Pada remote tekan tombol source
  • Pilih screen mirroring
  • Dalam beberapa menit televisi akan men-scan perangkat terdekat
  • Sebelum waktu men-scan selesai aktifkan fitur miracast pada handphone

Sony Smart TV

  • Pada remote control tekan tombol input
  • Pilih screen mirroring dan tekan ok
  • Televisi akan men scan dan tunggu sampai tersambung dengan perangkat HP
  • Di HP pengaturan fitur miracast dapat berbeda-beda tergantung pada merek
  • Pada beberapa merek handphone menggunakan istilah yang berbeda-beda tetapi fungsi sebenarnya tetap sama
  • Inilah beberapa cara mengatur pengaturan sambungan handphone Android ke televisi

Asus

  • Pilih menu pengaturan lalu tekan tombol wireless network kemudian klik more
  • Akan muncul menu selek device
  • Pilihlah opsi nama smart TV yang anda miliki

Samsung

  • Pergi ke menu pengaturan kemudian masuk ke menu wireless and Network
  • Pilih mau setting dan tekan all share cast
  • Tekan screen mirroring pada bagian connect and share
  • Akan muncul nama dari smart TV kamu tekan pada nama yang kamu pilih

Xiaomi

  • Masuk ke menu pengaturan kemudian klik more
  • Pilih wireless display
  • Geser tombol ke posisi on
  • Pilih nama smart TV ketika nama smart TV muncul untuk menghubungkannya dengan televisi

LG Optimus

  • Masuk ke pengaturan klik wireless network dan pilih more
  • Tekan menu miracast
  • Klik nama smart TV kamu setelah nama smart TV muncul

Lenovo

  • Tekan menutup Facebook pada bagian pengaturan
  • Pilih wireless display pada sub menu display
  • Pada sisi kanan menu wireless display tekan tombol on
  • Setelah beberapa saat nama smart TV kamu akan muncul lalu tekan nama tersebut

Advan

  • Tekan menu device lalu klik display pada bagian pengaturan
  • geser ke bawah sampai menemukan menu wireless display pada menu tersebut
  • Tombol di sisi kanan pada menu tersebut tekan
  • Nama smart TV kamu akan muncul beberapa saat lagi
  • Untuk menghubungkannya dengan device kan nama smart TV kamu

Nexus

  • Masuk ke menu device pada bagian pengaturan
  • Pada sub menu display pilih screen
  • Tekan menu more
  • Ceklis pada menu enable wireless display
  • Tunggu beberapa saat akan muncul nama smart TV kamu
  • Untuk menghubungkannya dengan televisi pilih smart TV kamu

 

Cara Menghubungkan Handphone ke Televisi Menggunakan Kabel HDMI

Jika anda ingin menghubungkan handphone anda ke televisi menggunakan kabel anda tidak perlu menambahkan aplikasi apapun, hal-hal yang harus kamu perhatikan adalah kabel yang ada pada hp kamu. 2 jenis kabel yang bisa anda gunakan kan untuk menghubungkan yaitu micro HDMI ke HDMI dan kabel MHL yang memiliki sambungan micro USB ke HDMI.

Berikut langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk menghubungkan HP ke televisi menggunakan kabel:

  • Tekan tombol power untuk mematikan televisi
  • Masukkan ujung kabel ke port HDMI di televisi dan masukan kabel yang berujung pipih ke HP
  • Nyalakan televisi dan pindahkan ke mode HDMI
  • Berilah tanda centang pada opsi HDMI connection saat muncul notifikasi di HP
  • Periksa layar TV yang sudah terhubung dengan HP anda dan menampilkan sesuai layar yang ada pada HP anda

Itulah beberapa cara menghubungkan handphone ke TV menggunakan kabel ataupun tanpa kabel semoga artikel ini bermanfaat.

Baca Juga:

Cara Download Video Dari Facebook Lite

Cara Download Video Dari Facebook Lite – Bagi anda pengguna internet dengan kuota terbatas, anda bisa facebookan  dengan menghemat kuota menggunakan Facebook Lite. Facebook mengembangkan aplikasi yang ramah dengan kuota dan sinyal yang bernama Facebook Lite. Facebook menyediakan apikasi yang ringan bagi penggunanya untuk dapat memenuhi kebutuhan di Negara berkembang. Bahkan aplikasi ini bisa berjalan pada jaringan 2G. aplikasi ini juga memiliki kelebihan berupa dapat mendownload video dari Facebook tanpa menginstal aplikasi pihak ketiga

Cara Download Video Dari Facebook Lite Tanpa Aplikasi

Berikut cara mendownload video dari facebook lite tanpa aplikasi:

  • Buka aplikasi Facebook yang telah anda instal sebelumnya
    Cari atau Tentukan video yang ingin kamu
  • Setelah Video anda Tentukan,  selanjutnya putar video sampai selesai
  • Setelah selesai, keluar dari aplikasi Facebook Lite kemudian Cari aplikasi File Manager yang telah kamu install di HP yabg kamu gunakan.
  • Cari folder Android kemudian Pilih data > com.facebook.lite >cache kemudian masuk folder video
  • Di dalam folder video, Terdapat banyak folder storiesig penyimpanan sementara yang sudah anda tonton di Facebook Lite
  • Nama folder dalam video namanya makan aneh-aneh untuk menentukan folder mana Yang dimaksud anda bisa melihat tanggal dan jam video terakhir yang ditonton

Jika anda sudah menemukan maka Masuklah ke folder tersebut,  kemudian Rubah nama file dengan ditambahkannya ekstensi .mp4 di belakangnya.
setelah anda mengubah nama filenya, anda dapat memindahkan file tersebut ke folder yang anda inginkan dan bisa anda tonton berulang-ulang sesuka anda

Aplikasi facebook lite sangat cocok dipakai bagi pengguna yang tidak memiliki banyak kuota dan dengan kondisi sinyal yang kurang baik, sehingga dengan kondisi tersebut kita masih bisa menikmati layanan Facebook meskipun ada beberapa fitur yang dihilangkan.

Salah satu kelebihan dari aplikasi ini adalah dia bisa download video tanpa menggunakan aplikasi tambahan. Namun untuk mendapapatkan video dari aplikasi facebook lite anda perlu sedikit usaha, karna facebook lite tidak menampilkan tombol download secara langsung pada aplikasi tersebut.

Facebook Lite juga sama seperti aplikasi lainnya yang menggunakan sistem cache untuk dapat mempercepat proses berjalannya aplikasi. Sebenarnya waktu pengguna memutar video pada aplikasi facebook lite, aplikasi ini juga mendownload video tersebut dan disimpan sebagai cache. Jadi dari data cache tersebut kita dapat menonton ulang video tersebut secara berulang-ulang.

Demikian artikel cara download video dari facebook lite, semoga bermanfaat.

Baca Juga: